Dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat (Permendikbud 49/2014 Pasal 1:14)

Sekolah Tinggi Teknologi Garut

Diselenggarakan mulai tahun 1991 dan bernaung di bawah Yayasan Al-Musaddadiyah.

Program Studi Teknik Informatika

Berdiri pada tanggal 30 Juni 1998.

Rinda Cahyana

Dosen PNS yang diperbantukan di Sekolah Tinggi Teknologi Garut sejak tahun 2005

Kamis, 23 April 2026

Error P2138: Efek Throttle Manipulator?

Dalam perjalanan pulang dari Bandung, indikator mesin menyala lagi. Kali ini saya tidak mencabut aki, sesuai saran teknisi. Alhamdulillah, gasnya normal, walau lampu indikatornya menyala. Setelah dipindai, ketahuan masalahnya di sensor yg berkaitan dengan throttle. 

Entah error ini ada hubungannya dengan Throttle Manipulator yg saya pasang atau tidak. Saya lupa menanyakannya. Namun Gemini menjelaskan demikian:

Kode DTC P2138 pada Honda Mobilio 2018 menunjukkan adanya masalah korelasi tegangan antara dua sensor posisi pedal akselerator (APP Sensor A/B atau Sensor D/E). Mobil biasanya akan masuk ke "limp mode" (mode darurat) di mana tenaga mesin sangat dibatasi untuk keamanan. 

Gejala yang mungkin dirasakan: lampu Check Engine menyala, mobil tiba-tiba kehilangan tenaga atau tidak mau lari saat digas (limp mode), mesin tersendat, idle tidak stabil, atau bahkan mati mendadak. (Persis seperti yg saya rasakan)

Sangat besar kemungkinannya alat throttle manipulator (seperti throttle controller atau piggyback throttle) tersebut berkaitan langsung dengan munculnya kode P2138. Alat ini bekerja dengan cara mencegat sinyal dari pedal gas (APP Sensor) dan mengubah voltasenya sebelum dikirim ke ECU untuk memberikan respons yang lebih instan atau lebih hemat. Kode P2138 muncul karena ECU mendeteksi perbedaan tegangan (mismatch) antara dua jalur sinyal pedal yang dianggap tidak wajar atau tidak sesuai dengan standar pabrikan

Beberapa mode agresif pada manipulator mengubah kurva voltase secara ekstrem. ECU Honda sangat sensitif terhadap keamanan; jika perubahan voltase dianggap terlalu melonjak atau tidak sinkron antarsensor, ECU akan langsung masuk ke limp mode untuk mencegah mobil melaju tanpa kendali.


#cahyanatrip

Rabu, 22 April 2026

Sakit Mu Black

Di Leles, tiba-tiba indikator mesin menyala. Tenaga ilang. Dicabut ACCU, kemudian indikatornya mati setelah ACCU dipasang lagi. Tapi selang beberapa saat indikator nyala lagi. Sudah tiga kali trik tsb dilakukan, tdk ada perubahan. Akhirnya menepi di depan bank. 


Selang beberapa saat, satpam bank mengetuk pintu, bertanya apakah masih lama. Saya bilang mobilnya bermasalah. Satpamnya berpendapat barangkali overheat, sambil meminta saya maju sedikit ke depan. Saya pun melajukan kendaraannya melewati pintu perlintasan kereta dan menepi di minimarket. Coba dinginkan mesin sebelum cek sistem pendingin mesinnya. 


Di teras minimarket saya memikirkan apa yg disampaikan satpam tersebut. Dua titik yg saya periksa: air radiator aman, kipas aman. Saya perlu strategi karena jalan balik harus melewati tanjakan panjang. Keputusannya, matikan AC dan sound system. Alhamdulillah, sampai di bengkel juga. Belum usai penyakitmu, Black.


#biograficahyana

Jumat, 10 April 2026

Logika Ketulusan


Pamrih itu tidak terlarang dan tanpa pamrih itu keutamaan. Namun, bila tanpa pamrih membuat jiwa terancam, maka pilihan pamrih menjadi kewajiban.

Ungkapan ini merupakan sebuah refleksi filosofis mengenai keseimbangan antara idealisme (ketulusan) dan realisme (pertahanan diri). Secara sederhana, kalimat tersebut membedah tingkatan moralitas manusia dalam bertindak.

Berikut adalah penjelasan tiap poinnya:

"Pamrih itu tidak terlarang"

Memiliki pamrih (menginginkan imbalan, keuntungan, atau balasan) adalah hal yang manusiawi dan wajar. Dalam konteks profesional atau sosial, bekerja untuk mendapatkan gaji atau membantu orang dengan harapan mendapat perlakuan baik kembali bukanlah sebuah dosa. Ini adalah bentuk pertukaran nilai yang sehat agar roda kehidupan tetap berjalan.

"Tanpa pamrih itu keutamaan"

Bertindak secara altruistik atau murni karena ketulusan tanpa mengharap apa pun adalah level moralitas yang lebih tinggi. Ini disebut sebagai keutamaan (virtue) karena menunjukkan kekayaan jiwa seseorang. Di sinilah letak kemuliaan manusia: ketika ia bisa memberi tanpa merasa harus menerima kembali.

"Namun, bila tanpa pamrih membuat jiwa terancam..."

Ini adalah batasan penting. Terkadang, saking "tulusnya" seseorang, ia membiarkan dirinya dieksploitasi, diperas, atau diperlakukan tidak adil oleh orang lain. Jika ketulusanmu justru membuat kesehatan mentalmu rusak, fisikmu hancur, atau martabatmu diinjak-injak, maka keikhlasan tersebut telah kehilangan maknanya.

"...maka pilihan pamrih menjadi kewajiban"

Ketika situasi sudah mengancam keberlangsungan hidup atau integritas diri, kamu wajib menetapkan syarat (pamrih). Dalam konteks ini, "pamrih" bisa berarti: Menuntut hak yang seharusnya diterima, memasang batasan (*boundaries*) agar tidak dimanfaatkan, meminta kompensasi yang layak atas pengorbanan yang dilakukan.

Kesimpulan
Kalimat ini berpesan agar kita tidak menjadi "orang baik yang naif"

Filosofinya: Menjadi tulus itu mulia, tetapi menjaga diri sendiri adalah kewajiban. Jangan sampai atas nama "pengabdian" atau "ketulusan", kamu membiarkan dirimu hancur. Kamu tidak bisa menolong orang lain jika dirimu sendiri tidak selamat.

#persepsicahyana

Jumat, 03 April 2026

Kebahagiaan Seorang Pendidik

Salah satu kebahagiaan atau ciri kesuksesan seorang pendidik adalah bila anak didik yg didorongnya dari belakang dapat lebih sukses atau lebih baik dari dirinya. Bahkan bila anak didiknya merendahkan dan menyombongkan diri atas pencapaiannya itu, sebab dia baru mampu bersyukur dgn cara seperti itu.

Sebagaimana pengalaman beberapa minggu yg lalu dan sore tadi, saya bertemu dgn beberapa anak didik yg menunjukkan sikap bersyukurnya dan memperlakukan saya seperti orang tuanya sendiri. Di antaranya ada yg begitu berterima kasih atas fasilitasi dan bimbingan selama masa pendidikan yg membuatnya dapat memiliki perusahaan teknologi sendiri. Anak lainnya, seorang pemilik perusahaan bangunan, menolak uang pembelian dari saya dan memberikan barang yg saya beli dgn cuma-cuma. Utk nya saya do'akan, Barakallah, semoga usahanya terus berkembang.

Saya tdk pernah bercita-cita menjadi tenaga pendidik. Namun di jalan profesi yg Tuhan berikan ini, saya mulai melihat berbagai keindahan, mendapatkan hikmah dari perilaku peserta didik yg bersyukur dgn cara sesuai kondisi dan kemampuannya. Semoga saya dapat belajar dari mereka semua dlm penghormatan dan kesyukuran kepada orang tua biologis dan akademis, dan kpd Tuhan yg memberikan kedudukan dlm hati hamba-hamba Nya. 

#biograficahyana

Kamis, 05 Maret 2026

Kerajaan Hati


Hidayah adalah penerang hati, seperti matahari yg menyinari bumi. Sementara dosa menggelapkan hati, seperti awan gelap yg menutupi matahari. Kekuatan hitam yg menunggangi syahwat manusia tinggal dalam bayangan gelapnya. Setan, sang kekuatan gelap, membisikan kejelekan dalam hati manusia.

قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِ . مَلِكِ النَّاسِۙ . اِلٰهِ النَّاسِۙ . مِنۡ شَرِّ الۡوَسۡوَاسِ ۙ الۡخَـنَّاسِ . الَّذِىۡ يُوَسۡوِسُ فِىۡ صُدُوۡرِ النَّاسِۙ . مِنَ الۡجِنَّةِ وَالنَّاسِ

Katakanlah, "Aku berlindung kepada Tuhannya manusia, Raja manusia, Sembahan manusia, dari kejahatan (bisikan) setan yang bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia." (QS. An-Nas: 1-5)

Bila penunggang gelap itu benar-benar menguasai syahwat, maka hawa nafsu pun menjadi kuat. Manusia, sang raja hati, menjadi berlebih-lebihan dalam segala sesuatu, hingga melabrak batasan dan jatuh ke dalam maksiat yg mendatangkan kegelapan baru. Perlahan, kekuasan berpindah, dari manusia kepada kekuatan gelap. Manusia yg masih hidup hatinya akan menyesal.

وَمَآ أُبَرِّئُ نَفْسِيٓ ۚ إِنَّ ٱلنَّفْسَ لَأَمَّارَةٌۢ بِٱلسُّوٓءِ إِلَّا مَا رَحِمَ رَبِّىٓ ۚ إِنَّ رَبِّى غَفُورٌ رَّحِيمٌ

Dan aku tidak (menyatakan) diriku bebas (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (QS. Yusuf: 53)

Bila kekuatan gelap berkuasa di dalam hati, nurani, sang Hakim di dalam Hati, menjadi tertutupi, seperti tawanan yg tdk dibiarkan melihat dan berkata-kata. Saat itulah hati mulai sekarat. 

اسْتَفْتِ قَلْبَكَ، اسْتَفْتِ نَفْسَكَ، الْبِرُّ مَا اطْمَأَنَّتْ إِلَيْهِ النَّفْسُ وَاطْمَأَنَّ إِلَيْهِ الْقَلْبُ، وَالْإِثْمُ مَا حَاكَ فِي النَّفْسِ وَتَرَدَّدَ فِي الصَّدْرِ، وَإِنْ أَفْتَاكَ النَّاسُ وَأَفْتَوْك

Mintalah fatwa kepada hatimu, mintalah fatwa kepada jiwamu. Kebaikan adalah apa yang membuat jiwa tenang dan hati tenteram. Sedangkan dosa adalah apa yang meragukan jiwa dan menyesakkan dada, meskipun orang-orang memberikan fatwa (membenarkan) kepadamu (HR. Ahmad dan Ad-Darimi).

Manusia sangat sulit mendengarkan suara nurani dalam hatinya. Akibatnya, tidak ada perbedaan rasa antara berbuat baik dan buruk. Bahkan segala perasaan yg datangnya dari hawa nafsu terasa nikmat dan indah.

تُعْرَضُ الْفِتَنُ عَلَى الْقُلُوبِ كَالْحَصِيرِ عُودًا عُودًا، فَأَيُّ قَلْبٍ أُشْرِبَهَا، نُكِتَ فِيهِ نُكْتَةٌ سَوْدَاءُ، وَأَيُّ قَلْبٍ أَنْكَرَهَا، نُكِتَ فِيهِ نُكْتَةٌ بَيْضَاءُ، حَتَّى تَصِيرَ عَلَى قَلْبَيْنِ، عَلَى أَبْيَضَ مِثْلِ الصَّفَا فَلَا تَضُرُّهُ فِتْنَةٌ مَا دَامَتِ السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ، وَالْآخَرُ أَسْوَدُ مُرْبَادًّا كَالْكُوزِ مُجَخِّيًا لَا يَعْرِفُ مَعْرُوفًا، وَلَا يُنْكِرُ مُنْكَرًا، إِلَّا مَا أُشْرِبَ مِنْ هَوَاهُ

Fitnah-fitnah (godaan) akan dipaparkan ke dalam hati manusia seperti tikar (yang dianyam) seutas demi seutas. Hati mana pun yang menyerapnya (menerimanya), niscaya akan dititikkan padanya satu noda hitam. Dan hati mana pun yang mengingkarinya (menolaknya), niscaya akan dititikkan padanya satu noda putih. Hingga hati manusia terbagi menjadi dua macam: Pertama, hati yang putih bersih seperti batu yang licin, ia tidak akan lagi terkena bahaya fitnah selama masih ada langit dan bumi. Kedua, hati yang hitam legam lagi kusam, seperti bejana yang tertelungkup (terbalik), ia tidak lagi mengenal kebaikan dan tidak mengingkari kemungkaran, kecuali apa yang disukai oleh hawa nafsunya (HR. Muslim, no. 144).

Perlahan kegelapan mulai menyelimuti. Hawa nafsu tdk hanya menguasai hati, tetapi juga jasad. Saat hati masih sekarat, buruknya hati masih tertutupi oleh sikap lahir yg baik. Namun bila hati benar-benar telah mati, perilaku lahir akan seburuk hati, sejalan dgn hawa nafsu. 

أَلَا وَإِنَّ فِي الْجَسَدِ مُضْغَةً، إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ، أَلَا وَهِيَ الْقَلْبُ

Ingatlah, sesungguhnya di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasadnya. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasadnya. Ketahuilah, segumpal daging itu adalah hati (HR. Bukhari dan Muslim).

اَوَمَنْ كَانَ مَيْتًا فَاَحْيَيْنٰهُ وَجَعَلْنَا لَهٗ نُوْرًا يَّمْشِيْ بِهٖ فِي النَّاسِ كَمَنْ مَّثَلُهٗ فِي الظُّلُمٰتِ لَيْسَ بِخَارِجٍ مِّنْهَاۗ كَذٰلِكَ زُيِّنَ لِلْكٰفِرِيْنَ مَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ

Dan apakah orang yang sudah mati lalu Kami hidupkan dan Kami beri dia cahaya yang membuatnya dapat berjalan di tengah-tengah orang banyak, sama dengan orang yang berada dalam kegelapan, dan ia tidak dapat keluar darinya? Demikianlah dijadikan terasa indah bagi orang-orang kafir terhadap apa yang mereka kerjakan. (QS. al-An'am Ayat 122)

Dekat dgn ulama adalah obat hati. Pengaruhnya seperti lentera minyak yg berhasil mengusir kegelapan dan memberi celah sedikit bagi nurani. Fatwa nurani kembali terdengar, walau lahir masih berbuat keburukan. 

Fatwa nurani adalah tali pegangan yg mengarah pada jalan yg benar. Dalam kegelapan, jiwa menjadi lemah, sehingga membutuhkan pegangan utk berdiri dan berjalan menuju kebenaran. Kontras dgn kekuatan gelap yg semakin perkasa. 

إِنَّ مَثَلَ الْعُلَمَاءِ فِي الْأَرْضِ كَمَثَلِ النُّجُومِ فِي السَّمَاءِ، يُهْتَدَى بِهَا فِي ظُلُمَاتِ الْبَرِّ وَالْبَحْرِ، فَإِذَا انْطَمَسَتِ النُّجُومُ أَوْشَكَ أَنْ تَضِلَّ الْهُدَاةُ

Sesungguhnya perumpamaan ulama di bumi adalah seperti bintang-bintang di langit yang menjadi petunjuk dalam kegelapan di darat dan di laut. Maka apabila bintang-bintang itu padam, niscaya hampir saja para penunjuk jalan (pengembara) akan kehilangan arah (tersesat) (HR. Ahmad).

Namun minyak itu dapat habis, sehingga terangnya berbatas waktu. Saat hati kembali gelap, kekuatan gelap kembali menguatkan hawa nafsu. Bila kembali gelap dan semakin gelap, kekuatan gelap bisa memadamkan cahaya lentera. Ilmu tdk lagi bisa menolong.

اَفَلَا يَتَدَبَّرُوْنَ الْقُرْاٰنَ اَمْ عَلٰى قُلُوْبٍ اَقْفَالُهَا

Maka apakah mereka tidak menghayati Al-Qur'an, ataukah hati mereka sudah terkunci? (QS. Muhammad: 24)

Taubat, iman, dan amal saleh menghapus dosa. Perlahan hati kembali terang, seperti cahaya matahari yg mulai menembus awan gelap yg perlahan sirna. Kekuatan gelap beranjak pergi, pindah ke ruang hati lain yg masih berbayang gelap. 

اِلَّا مَنْ تَابَ وَاٰمَنَ وَعَمِلَ عَمَلًا صَالِحًا فَاُولٰۤىِٕكَ يُبَدِّلُ اللّٰهُ سَيِّاٰتِهِمْ حَسَنٰتٍۗ وَكَانَ اللّٰهُ غَفُوْرًا رَّحِيْمًا

Kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman, dan mengerjakan amal saleh; maka kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. al-Furqan: 70)

وَاِنِّي لَغَفَّارٌ لِّمَنْ تَابَ وَاٰمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا ثُمَّ اهْتَدٰى

Dan sungguh, Aku Maha Pengampun bagi orang yang bertaubat, beriman, beramal saleh, kemudian tetap di jalan yang benar (mendapat petunjuk) (QS. Thaha: 82)

إِنَّ الْعَبْدَ إِذَا أَخْطَأَ خَطِيئَةً نُكِتَتْ فِي قَلْبِهِ نُكْتَةٌ سَوْدَاءُ، فَإِذَا هُوَ نَزَعَ وَاسْتَغْفَرَ وَتَابَ صُقِلَ قَلْبُهُ، وَإِنْ عَادَ زِيدَ فِيهَا حَتَّى تَعْلُوَ قَلْبَهُ، وَهُوَ الرَّانُ الَّذِي ذَكَرَ اللَّهُ: {كَلَّا بَلْ رَانَ عَلَى قُلُوبِهِمْ مَا كَانُوا يَكْسِبُونَ}

Sesungguhnya seorang hamba, apabila melakukan suatu dosa, maka dititikkan dalam hatinya sebuah titik hitam. Apabila ia meninggalkannya, memohon ampun (beristigfar), dan bertaubat, maka hatinya dibersihkan (dibuat mengkilap kembali). Namun jika ia kembali berbuat dosa, maka titik hitam tersebut akan bertambah hingga menutupi hatinya. Itulah ar-raan (penutup) yang disebutkan Allah dalam firman-Nya (QS. Al-Mutaffifin: 14): 'Sekali-kali tidak! Bahkan apa yang mereka kerjakan itu telah menutupi hati mereka' (HR. Tirmidzi)

Saat hati bersinar terang, kekuatan gelap itu terbakar dan sirna. Manusia kembali menjadi Raja hati yg berkuasa. Kekuasaannya dikokohkan oleh Panglima Hati bernama ilmu. Semua amal harus tunduk kepada ilmu, sebab ilmu adalah imamnya amal. Ketundukan itu akan menguat di bawah sinaran cahaya hidayah, melemah di dalam bayangan kegelapan dosa, dan sirna dalam hati yg mati. 

Muadz bin Jabal radhiyallahu 'anhu berkata:

الْعِلْمُ إِمَامُ الْعَمَلِ، وَالْعَمَلُ تَابِعُهُ

Ilmu adalah imamnya amal, sedangkan amal adalah pengikutnya.

---------------

اللَّهُمَّ نَوِّرْ قُلُوبَنَا بِنُورِ هِدَايَتِكَ كَمَا نَوَّرْتَ الْأَرْضَ بِنُورِ شَمْسِكَ أَبَدًا أَبَدًا

Ya Allah, terangilah hati kami dengan cahaya hidayah-Mu sebagaimana Engkau menerangi bumi dengan cahaya matahari-Mu selamanya.

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً ۚ إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ

Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Pemberi (karunia). (QS. Ali Imran: 8)

اللَّهُمَّ اجْعَلْ فِي قَلْبِي نُورًا، وَفِي بَصَرِي نُورًا، وَفِي سَمْعِي نُورًا، وَعَنْ يَمِينِي نُورًا، وَعَنْ يَسَارِي نُورًا، وَفَوْقِي نُورًا، وَتَحْتِي نُورًا، وَأَمَامِي نُورًا، وَخَلْفِي نُورًا، وَاجْعَلْ لِي نُورًا

Ya Allah, jadikanlah cahaya di dalam hatiku, cahaya pada penglihatanku, cahaya pada pendengaranku, cahaya di sebelah kananku, cahaya di sebelah kiriku, cahaya di atasku, cahaya di bawahku, cahaya di depanku, cahaya di belakangku, dan jadikanlah cahaya untukku
(HR. Muslim).

#ratisejiwa

Kamis, 26 Februari 2026

Metode Beriman


Di masa lalu, Tuhan menerapkan metode hadiah dan hukuman utk mendidik manusia melalui firman Nya terkait pahala dan siksa atau surga dan neraka. Metode tsb merupakan metode pendidikan paling awal yg efektif bukan hanya bagi manusia, namun juga bagi hewan sirkus yg taat perintah bila diberi makanan. 

Metode pembelajaran terus berkembang, bahkan metode hadiah dan hukuman mendapat banyak kritik. Hal ini menguji klaim firman Tuhan yg tdk lekang waktu. Tentu saja metode yg digunakan Tuhan saat itu sangat relevan, tetapi mungkin saat ini banyak manusia yg ingin terdidik sebagai orang beriman dgn metode kekinian.

 #persepsicahyana

Rabu, 25 Februari 2026

Refleksi Ramadhan: Mengingkari Syahwat


Melawan keinginan terhadap perkara mubah merupakan disiplin yg dijalani orang saleh utk menundukkan hawa nafsu. Kisah Malik bin Dinar dipenuhi oleh disiplin tsb. Beliau terkenal dgn disiplinnya dlm mengingkari kehendak syahwat. 

Beliau pernah menginginkan makanan tertentu, namun keinginan tsb dihindari sekuat tenaga. Setelah dorongannya mereda, beliau mencicipinya, namun malah timbul penyesalan, sehingga kemudian benar-benar meninggalkan keinginan tsb selamanya. Seperti seseorang yg berkomitmen menjadi vegetarian selamanya. 

Beliau juga pernah ditawari menikah dgn seorang gadis yg membutuhkan imam yg saleh. Namun beliau mengatakan telah bercerai dgn dunia, dan wanita adalah bagian dari dunia itu. Umumnya orang menghindari pernikahan krn patah hati, melawan syahwat dgn hawa nafsu. Namun, beliau mengingkari keinginan syahwat agar tdk muncul rasa penyesalan. 

Mengingkari syahwat itu memang menyenangkan. Pernah dulu saya merasa rindu utk bertemu seseorang. Namun orang tsb tdk ditemui hingga gejolak keinginan bertemunya mereda. Saat bertemu, hati lebih tenang dan terjaga. Saya bisa merindukan tanpa melihat wajahnya, tdk terikat raga, cukup sebatas jalinan hati. Cintanya beranjak dari jasadiah menjadi ruhiyah yg jauh dari gejolak syahwat.

Namun mengingkari syahwat juga menyiksa. Pernah dulu saya disiplin makan sehari sekali, sampai tubuh kering kerontang. Syahwat selalu membujuk utk makan, tetapi saya selalu mengingkari. Rengekannya begitu menyiksa, krn syahwat memang dorongan alamiah yg berfungsi menjaga kelangsungan hidup manusia. 

Tuhan menjadikan saya mempraktekkan itu semua bukan semata krn terpengaruh oleh pengetahuan, tetapi utk menaikan level keyakinan dari keyakinan berbasis pengetahuan menjadi keyakinan berbasis pengalaman, beranjak dari penglihatan konseptual ke penglihatan aplikatif. 

Mulia dan hina manusia tergantung pada kemampuan dalam membatasi keinginan syahwat dan menundukkan hawa nafsu. Kalangan awam cukup menghindari perkara haram, dan menghabiskan waktu dgn perkara mubah jauh lebih baik dari pada menghabiskan waktu tsb dgn perkara haram. Sementara para pejuang dari kalangan khusus, seperti Malik bin Dinar, sangat membatasi perkara mubah, dan bahkan terkesan memposisikan perkara mubah yg halal tsb sebagai perkara haram. 

Kalangan awam di maqam asbab akan tersiksa bila mengikuti cara kalangan khusus. Bahkan keinginan tsb masuk kategori syahwat halus menurut standar Ibn Athaillah. Demikian pula kalangan khusus di maqam tajrid, akan tersiksa bila mengikuti cara kalangan awam. Memenuhi kebutuhan yg mubah adalah hal biasa bagi kalamgan awam, tetapi bisa menjadi penuh penyesalan bagi kalangan khusus. Keinginan tsb merupakan penurunan semangat bagi kalangan khusus. 

Namun Tuhan memberi pengalaman disiplin kalangan khusus kpd kalangan awam dgn Puasa wajib. Sifat wajib tsb menujukan Puasa ini merupakan latihan bagi orang yg mendekati Tuhan. Berbeda dgn latihan orang yg Mencintai, disiplinnya bukan krn kewajiban, tapi krn dorongan cinta. 

Di bulan Ramadhan ini, segala kehendak syahwat makan dan bersetubuh dicegah dari waktu subuh hingga maghrib. Bila pencegahan itu dijalani dgn ikhlas dan bahkan melahirkan kenikmatan ruhani, hal itulah sebagian kecil yg dirasakan oleh kalangan khusus dari disiplin hariannya. Bagi kalangan awam, cukup sebulan dalam setahun saja memasuki dan menikmati sebagian dunia kalangan khusus. Tuhan maha tahu, setiap hambanya hanya akan baik bila hidup di maqam yg sesuai. 

#persepsicahyana