Keberadaan alien itu bukannya tidak diketahui oleh manusia, bahkan sudah lama diketahui.
Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya adalah penciptaan langit dan bumi serta makhluk-makhluk melata (dābbah) yang Dia sebarkan pada keduanya (langit dan bumi). Dia Mahakuasa mengumpulkan semuanya apabila Dia menghendaki. (QS. Asy-Syura: 29)
Ada yg menarik dari ayat berikut:
Dan apabila perkataan (ketentuan masa kehancuran alam) telah berlaku atas mereka, Kami keluarkan makhluk bergerak (dābbah) yang bernyawa dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka bahwa manusia selama ini tidak yakin pada ayat-ayat Kami (QS. An-Naml: 82)
Terlepas dari beragam tafsir, khususnya yang menganggapnya sebagai hewan besar, ulama sepakat bahwa makhluk ini bukan manusia, namun memiliki kemampuan berbicara dengan bahasa manusia. Artinya, kecerdasan makhluk ini sangat tinggi. Namun, lain cerita bila hewan besar itu difahami saat ini sebagai kendaraan besar yang memiliki teknologi translasi bahasa.
Saat Perang Dunia II, suku-suku pedalaman di Pasifik yang belum pernah melihat teknologi menganggap pesawat tempur sebagai "burung raksasa". Dalam konteks ini, dābbah, yakni manusia, berada di dalam burung raksasa/pesawat. Apakah makhluk besar yang di masa depan akan keluar dari bumi itu, dābbah, atau kendaraannya, Allahu 'alam.
Tentang kendaraan besar yg dibahasakan hewan, menarik juga utk menyimak hadits berikut ini:
Dajjal akan keluar pada waktu merosotnya pemahaman agama dan mundurnya ilmu pengetahuan. Dia memiliki waktu selama 40 malam untuk menjelajahi bumi. Satu hari (pertama) masanya seperti setahun, satu hari (kedua) masanya seperti sebulan, satu hari (ketiga) masanya seperti satu pekan (Jumat), kemudian hari-hari sisanya sama seperti hari-hari kalian ini. Dan dia memiliki seekor keledai yang dia tunggangi, yang mana jarak (lebar) di antara kedua telinganya adalah empat puluh hasta. (HR. Imam Ahmad)
Lebar antartelinga mencapai 40 hasta (20 hingga 22 meter). Dalam perspektif masa kini, telinga sepanjang itu lebih mirip sayap pesawat. Dalam industri penerbangan modern, ukuran bentang sayap selebar itu tergolong dalam kategori pesawat ukuran sedang hingga kecil, seperti jet pribadi Falcon 8X/Bombardier Challenger dan taksi terbang buatan Cina V5000. Dengan tambahan hadits berikut ini, kita melihat sosok Dajal ini seperti seorang eksekutif yg bepergian dgn jet pribadinya, dan membuat banyak orang melayani segala kepentingannya karena ketergantungan pada teknologi rekayasa alam yang dimilikinya:
"Kami bertanya: 'Wahai Rasulullah, bagaimana kecepatannya di bumi?'' Beliau menjawab: 'Seperti hujan yang didorong oleh angin kencang. Ia mendatangi kaum, lalu mengajak mereka, dan mereka beriman serta mematuhinya. Ia memerintahkan langit menurunkan hujan dan bumi menumbuhkan tanaman, membuat ternak mereka kembali dengan punuk lebih panjang, susu lebih penuh, dan lambung lebih lebar." (HR. Muslim)
Kecepatan badai atau awan yang didorong angin kencang umumnya berkisar antara 60 hingga 120 km/jam. Teknologi penerbangan manusia saat ini tidak hanya setara, tetapi juga telah melompat jauh melampaui kecepatan analogi angin tersebut. Misalnya, pesawat komersial: berkecepatan jelajah rata-rata 850–900 km/jam (lebih cepat dari badai tornado terkuat sekalipun).
Keyakinan rasionalis bahwa yg ditunggangi Dajjal adalah pesawat dikuatkan oleh kitab eskatologi Bihar al-Anwar karya Ulama Al-Majlisi:
"Ia (keledai Dajjal) akan berhenti pada suatu tempat, lalu diserukan kepada manusia: 'Kemarilah dan masuklah ke dalam perut keledai ini!'' Maka orang-orang pun masuk ke dalam lambungnya melalui sebuah pintu, dan ketika kendaraan itu hendak berangkat, keberangkatannya akan diumumkan dengan suara keras…"
Semua ulama sepakat bahwa Dajjal adalah manusia, bukan alien. Namun, apa yang dikendarainya masih bisa diperdebatkan, sehubungan dengan keterbatasan masyarakat di masa lalu dalam menjangkau pencapaian manusia saat ini dan di masa depan. Sementara Tuhan berbicara melalui perantaraan lisan utusan Nya dgn bahasa yg difahami oleh manusia saat ini:
"Kami tidak mengutus seorang rasul pun, melainkan dengan bahasa kaumnya agar dia dapat memberi penjelasan kepada mereka ..." (QS. Ibrahim: 4)
Jika pada abad ke-7 Nabi SAW bersabda bahwa Dajjal akan mengendarai "kendaraan berbahan baja yang digerakkan oleh mesin jet berbahan bakar avtur dan terbang di atas awan", masyarakat Arab Jahiliyah saat itu tidak akan bisa memahaminya. Penyebutan istilah modern yang belum ada wujudnya justru akan membuat wahyu dianggap sebagai kegilaan atau omong kosong, sehingga merusak esensi ujian keimanan.
Oleh karena itu, ketika menggambarkan kendaraan masa depan yang memiliki bentang sayap lebar, bergerak sangat cepat, dan membawa manusia di dalamnya, metafora yang paling logis dan mudah dibayangkan oleh imajinasi manusia zaman itu adalah "keledai raksasa yang bentang telinganya puluhan hasta dan bisa melompat ke awan".
Allah sengaja tidak menyebut nama teknologi modern secara spesifik, melainkan memberikan isyarat umum yang fleksibel agar maknanya baru terbukti ketika teknologinya sudah tercipta. Contoh nyata ada pada Surat An-Nahl Ayat 8:
“Dan (Dia telah menciptakan) kuda, bagal, dan keledai, agar kamu menungganginya... Dan Dia menciptakan apa yang tidak kamu ketahui.”
Frasa "apa yang tidak kamu ketahui" adalah ruang linguistik yang Allah sediakan bagi manusia masa depan untuk mengisi ruang tersebut dengan penemuan seperti mobil, kereta, kapal selam, hingga pesawat terbang.
Kembali ke makhluk cerdas yang keluar dari perut bumi, ada teori yang menyatakan bahwa alien atau makhluk cerdas non-manusia hidup bersembunyi di dalam perut bumi atau di bawah samudra yang dikenal secara ilmiah dalam studi ufologi sebagai Cryptoterrestrial Hypothesis. Istilah ini pertama kali dicetuskan oleh penulis Mac Tonnies pada tahun 2010. Inti teorinya, makhluk cerdas yang kita sangka "alien dari luar angkasa" sebenarnya adalah ras asli Bumi (indigenous) yang telah berevolusi secara paralel atau mendahului manusia. Karena kalah jumlah populasi dengan manusia, mereka memilih bersembunyi di bawah tanah (underground) atau di gua-gua raksasa yang tidak terjamah. Mereka sengaja menggunakan teknologi kamuflase dan membiarkan manusia mengira mereka datang dari bintang jauh agar rumah asli mereka di dalam Bumi tidak diusik.
Hanya waktu yang akan menunjukkan bagaimana nubuwahan akhir zaman akan terjadi.
#persepsicahyana