Dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat (Permendikbud 49/2014 Pasal 1:14)

Sekolah Tinggi Teknologi Garut

Diselenggarakan mulai tahun 1991 dan bernaung di bawah Yayasan Al-Musaddadiyah.

Program Studi Teknik Informatika

Berdiri pada tanggal 30 Juni 1998.

Rinda Cahyana

Dosen PNS yang diperbantukan di Sekolah Tinggi Teknologi Garut sejak tahun 2005

Tampilkan postingan dengan label Risalah Cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Risalah Cinta. Tampilkan semua postingan

Jumat, 29 Januari 2010

Tenggelam Dalam Cinta-Nya [6] - Sirna

Tatkala orang-orang hendak melihat sisi lahir para kekasih-Nya, Allah melindungi kekasih-Nya sehingga yang banyak terlihat adalah ayat-ayat-Nya yang agung. Segala usaha yang dijalankan mereka yang lebih mencintai sisi dunia akan menjadi sia-sia, karena mereka tidak dapat melihat wujud para kekasih Allah dengan jelas. Wujud para kekasih Allah telah tenggelam dalam kekhusyukan mengingat-Nya dan kerendahatian perasaan mereka kepada-Nya. Wujud mereka telah diliputi pengagungan kepada Allah dan cinta kepada-Nya. Di saat orang mencari kekasih Allah dari sisi lahirnya, kekasih Allah sibuk mencari segala hal yang dapat membuat mereka melihat sentuhan-Nya atau membuat diri mengingat Allah. Segala yang terlahir dari hati kekasih Allah menunjukan kerinduan diri mereka kepada-Nya. Mereka sungguh telah ketagihan cinta-Nya dan hati mereka sekarat dan hidup mereka sempit saat tak beroleh cinta-Nya.

Sesungguhnya daya tarik pada diri kekasih Allah adalah daya tarik-Nya. Tiada yang dapat disaksikan pada dirinya melainkan apa-apa yang membuat penyaksinya mengingat Allah dan melihat keindahan-Nya. Mereka yang berhimpun dengannya akan mendapatkan cipratan harum mereka. Dan tiada yangd apat berhimpun dengan mereka kecuali orang-orang yang akan dijadikan-Nya seperti mereka. Tiada yang mengetahui diri mereka kecuali diri mereka sendiri dan orang-orang dari kalangan mereka.

Tenggelam Dalam Cinta-Nya [5] - Cinta

Rawat dan besarkanlah rasa cintamu kepada-Nya dan limpahan cinta-Nya kepadamu dengan meningkatkan kualitas pengesaanmu kepada-Nya dan dengan meningkatkan kualitas kesanggupanmu dalam menapaki minhaj Rasul-Nya yang mulia. Karena semakin meningkat kualitas keduanya, maka semakin layaklah engkau dijadikan-Nya sebagai tanda-tanda kebesaran-Nya. Tanda-tanda yang akan memberikan kekuatan pembenaran akan Ketuhanan Allah dan kebenaran risalah-Nya dalam hati hamba-hamba-Nya, dan tanda-tanda yang dapat membawa dirimu sebagai kekasih-Nya yang sejati.

Sesungguhnya Allah tidak memerlukan pengakuan dari mahluk agar diri-Nya menjadi Tuhan. Dengan atau tanpa pengakuan mahluk-Nya, ia tetap Tuhan Sang Pencipta, penguasa alam raya, yang menghidupkan dan mematikan. Yang tidak bersandar kepada apapun dan tidak memerlukan sekutu dalam bentuk apapun. Tetapi hamba-hamba-Nya memerlukan hujjah yang dapat membukakan matanya sehingga mereka melihat fitrah penciptaan mereka dan meyakini kewajiban beribadah kepada Allah. Maka Allah tebarkan ayat-ayat-Nya di muka bumi, agar dengannya orang yang ingkar tidak memiliki dalih apapun yang bisa mereka gunakan untuk menolak hukuman-Nya di akhirat kelak. Dan agar dengannya pula, para pecinta Allah semakin merindukan Allah dan semakin dekat kepada-Nya di dunia ini.

Sesungguhnya yang menghambat aliran cinta-Nya kepadamu adalah ketidaksempurnaan pengeesaanmu kepada-Nya dan ketidaksempurnaan caramu dalam menyembah-Nya. Kamu tidak akan dapat berdekatan dengan Allah apabila di dalam hatimu terdapat mahluk-Nya yangdiberikan sesuatu yang seharusnya hanya boleh untuk Allah. Dan perjuanganmu untuk dekat kepada-Nya akan sia-sia, apabila kamu menapaki jalan yang tidak berarah kepada-Nya, yakni jalan yang sesat serta dimurkai-Nya atau jalan Bid'ah (mengada-ada).

Tidak akan pernah orang mengetahui bagaimana wujud pada jalan penyerahan diri melainkan dengan melihat orang yang berserah diri. Dan wujud itu hanya pada mereka yang mengenal Allah dan mengikuti jalan-Nya dengan lurus dan benar dalam hidupnya. Banyak yang mengakui atau diakui sebagai representasi orang yang berserah diri, padahal apa yang terwujud pada dirinya banyak yang bertentangan dengan dzahir ajaran-Nya.

Tidaka akan mencapai kedudukan para kekasih-Nya mereka yang pengetahuannya tentang Allah dan agama-Nya sedikit. Karena bagaimana mungkin orang mencapai puncak tertinggi jika ia tidak mengetahui letak puncaknya. Dan bagaimana mungin orang dapat mendaki bukit yang tinggi kalau ia tidak mengetahui jalan, tidak cukup strategi, dan tidak memiliki perangkat yang tepat.

Sesungguhnya Allah telah memberikan semua keperluan pencapaian kedudukan mulia tersebut melalui Rasul-Nya yang mulia SAAW, dan mewajibkan hamba-hamba-Nya untuk menuntut ilmu karena keutamaan cinta-Nya. Bagaimana cinta-Nya tidak utama, padahal segala kemudahan dan kunci keselamatan itu ada dalam cinta-Nya. dan bagaimana menuntut ilmu tidak diwajibkan, karena keutamaan tersebut tidak dapat dicapai melainkan dengan ilmu.

Sesungguhnya kekasih Allah adalah penolong mereka yang berserah diri dan rahmat bagi semesta raya. Melalui ahlak dan amal para kekasih-Nya Allah menyentuk mahluk yang dikehendaki-Nya. Dengan melihat atau tanpa melihat-Nya, sentuhan itu akan membukakan pintu hati dan membangkitkan nurani sehingga menjadi melihatlah mata hatinya. Acap kali sentuhan-Nya menimbulkan kesadaran akan kefakiran, menyaksikan kehinaan diri, dekat kepada kebenaran, dan berada dalam naungan kemuliaan, yang terkadang disertai derai air mata. Dengan sentuhan itu Ia mengembalikan hamba-Nya kepada fitrah kehambaannya dan dengannya pula banyak orang yang tersesat pada jalan tertentu.

Nabi Daud AS berdo'a, "Wahai Allah, aku memohon kecintaan kepada-Mu, dan kecintaan kepada apa yang Engkau cintai, dan kepada amal yang membuat Engkau memberiku cinta. Wahai Allah jadikan kecintaanku kepada-Mu lebih aku cintai dari pada diriku sendiri, dan dari pada keluargaku, dari pada harta bendaku, dan dari pada air dingin dikala aku kehausan."

Selasa, 26 Januari 2010

Tenggelam Dalam Cinta-Nya [4] - Berserah Diri

Ingatkanlah jiwamu bahwa segala rupa amal yang bisa dilakukannya harus untuk kepentingan ibadah kepada-Nya. Ingatkan pula bahwa ia memerlukan Allah dalam setiap usaha untuk mewujudkan amaliah atau keadaan yang dicintai-Nya. Ingatkanlah bahwa Allah Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang kepada hamba-hamba-Nya.

Wahai jiwa, engkau dicipta semata untuk menyembah-Nya, sebagaimaan forman-Nya yang artinya, "Dan tidaklah Aku ciptakan Jin dan Manusia melainkan untuk beribadah kepada-Ku." Maka janganlah engkau melupakan Allah dan melupakan kewajibanmu untuk menyembah-Nya.

Sesungguhnya Allah telah menjadikan jalan manusia sebagai fitrah ia diciptakan, sehingga segala usaha penjauhan yang dilakukan manusia terhadap pemenuhan dan pendekatan kepada-Nya akan menyebabkan terliputi hidupnya dengan kehinaan dan penderitaan hidup di dunia ataupun di akhirat. Bagaimanapun pintarnya para pendosa dalam membutakan matanya dari melihat kehinaannya dan dalam memalingkan diri mereka dari penderitaannya, tetap saja penderitaan itu akan datang terus menerus, kehinaan mereka tidak akan dapat dipalingkan dari penglihatan kekasih-Nya, dan akibat buruknya terasakan oleh semua mahluk-Nya.

Jangan engkau mengandalkan dirimu yang lemah dan terbatas untuk mencapai sesuatu yang sesungguhnya tidak pernah akan dapat engkau capai tanpa-Nya. Apapun yang engkau anggap sebagai hasil usahamu, sesungguhnya tak lepas dari izin Allah. Seandainya engkau bisa mencapai sesuatu dalam kondisi engkau selalu melihat dan meminta kepada-Nya, maka engkau akan mendapat dua keuntungan. Keuntungan pertama engkau mungkin akan dicintai-Nya sehingga Ia akan memberimu jalan yang lebih baik dari pada jalan yang engkau lihat dan engkau kehendaki, yang akan menghasilkan sesuatu yang jauh lebih baik dari pada yang engkau bayangkan. Keuntungan kedua engkau akan mendapatkan jaminan kebaikan dari apapun yang engkau capai, sepanjang dalam perjalanan untuk mencapainya engkau tetap bersama-Nya dan tidak membuat-Nya murka.

Janganlah engkau mengandalkan dirimu dan lupa kepada-Nya, sehingga apabila kesusahan menimpamu engkau berputus asa dan semakin jauh dari-Nya. Lebih dekatlah kepada-Nya dan kuatkan niat baikmu di saat engkau yang fakir jatuh karena kefakiranmu atau dipaksa jatuh oleh-Nya. Karena yang lebih tinggi nilainya adalah kesabaranmu untuk selalu merapatkan diri kepada-Nya dan kesabaran untuk tidak berpaling dari keinginan yang baik di sisi-Nya, bukan apa yang kamu dapatkan sekalipun hal tersebut dicintai-Nya.

Manusia yang kembali kepada-Nya lebih tinggi nilainya di mata Allah dari pada Malaikat yang selalu taat kepada-Nya dan tidak berbuat kesalahan. Dan Allah murka kepada mereka yang sengaja menjatuhkan dirinya kepada kekufuran untuk mendapatkan perhatian Allah sehingga mereka tidak akan mendapatkan sambutan apapun di saat mereka kembali kepada-Nya. Kecuali mereka bertaubat dari apa yang membuat Alloh memurkainya, maka Allah memaafkan dan menyambut mereka dengan rasa suka cita.

Selalu ingatlah bahwa Allah itu Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Mintalah kasih dan sayang kepada-Nya dan jangan kepada selain-Nya. Karena kasih sayang-Nya tidak terbatas dan tidak mengikat. Sesungguhnya Ia telah mengasihi dirimu sebelum engkau meminta kepada-Nya. Karena jika ia tidak mengasihimu, niscaya Ia tidak akan menjadikan dirimu ingat kepada-Nya dan meminta kasih sayang-Nya.

Ia tidak mengharapkan apapun dari mu saat Ia memberimu apa-apa yang membuatmu bahagia. Ia memberimu bukan karena permintaanmu atau karena sebab datangnya pemberian itu, tetapi karena Ia menghendakinya atas dirimu. Jika bukan karena kehendak-Nya pada dirimu, maka bagaimana bisa kamu melakukan sesuatu penyebab yang mendatangkan akibat.

Maka merasa butuhlah kepada-Nya, karena tidak ada yang bisa mengatur diri-Nya. Karena tatkala semua mahluk-Nya tak sanggup memaksa-Nya untuk mewujudkan segala kebaikan yang engkau harapkan, maka jalan yang tersisa hanyalah jalan menampakan kefakiranmu dan mengharap hanya kepada-Nya.

Jumat, 15 Januari 2010

Tenggelam Dalam Cinta-Nya [3] - Tawadlu

Bebanilah wajahmu dengan tawadlu, hingga engkau merasa berat untuk menampakan dirimu kepada hamba-hamba yang membutuhkan-Nya. Malulah kepada Allah apabila pada hati hamba-hamba-Nya engkau maujud. Karena kenampakan-Nya lebih pantas dibandingkan kenampakanmu.

Wahai jiwa, jika engkau menghendaki kewujudan-Nya dan tidak menghendaki kewujudanmu yang menghijabi, maka tawadlulah engkau kepada-Nya. Jangan engkau sebut-sebut dirimu dan sebut-sebutlah Dia. Lihatlah segala kebaikan yang ada padamu sebagai amal-Nya. Dan lihatlah segala keburukan yang ada pda dirimu sebagai bukti keterbutuhanmu kepada-Nya. Agar dengannya engkau elalu menyadari bahwa dirimu tidak dapat hidup tanpa diri-Nya.

Sesungguhnya adanya penyebutan atas dirimu atau tersaksikannya wujud kebaikanmu alam benak akan membuat-Nya tidak tersaksikan. Maka musnahkan dirimu di manapun dan kapanpun. Semoga dengannya engkau menjadi orang-orang yang disebut-sebut Allah di sisi-Nya. Sesungguhnya keagungan tersebut akan membuat dirimu diliputi oleh maghfirah Allah yang dipintakan oleh para malaikat-Nya yang menyaksikan bagaimana Ia menyebut-nyebut dirimu.

Engkau yang berusaha mengangungkan-Nya dalam hatimu dan hati hamba-hamba-Nya yang harus merasa malu kepada Allah apabila Ia buat engkau mujud di dalam hati hamba-Nya. Karena Ia telah menunjukan kesyukuran-Nya kepda dirimu atas pegagunganmu. Karna sekalipun Ia pasti akan menyebut-nyebut dirimu di antara hamba-hamba-Nya karena engkau telah menyebut-nyebu-Nya, engkau tetap tidak layak untuk maujud dalam hati siapapun.

Sesungguhnya kebaikan yang nampak pada dirimu, yang membuat engkau dicintai oleh hamba-hamba-Nya, dan yan membuat engkau terpatri dalam lubuk hati mereka adalah milik-Nya. Maka malulah jika engkau tidak berusaha mengingatkan mereka bahwa engkau yang fakir. tidak memiliki apapun atas terwujudnya semua yang mereka cintai pada dirimu. Dan malulah jika mereka tetap diliputi oleh kebutaan cinta dan tidak melepaskan pngagungannya kepada dirimu. Karena hanya Allah yang layak diagungkan, dan tidk pernah sedikitpun hamba Allah yang tawadlu memandang, ada seorang hamba yang berhak mendapatkan pengagungan karena keagungan dirinya yang tidak dia miliki.

Selasa, 28 April 2009

Mukadimah Cinta-Cinta Dalam Perbuatan-Nya

Cinta itu menuntut penyatuan. Apabila penyatuan tidak tercapai, maka penderitaan akan merasuki jiwa. Namun cinta kepada Allah bisa meredakan semuanya.
 
Jatuh cinta itu tidak salah selama Allah membolehkannya. Yang salah itu apabila bentuk pelimpahan cintanya tidak benar di sisi Allah.
 
Mengetahui apakah ada cinta dalam hati adalah urusan selanjutnya setelah mengetahui benar atau salahnya bentuk pelimpahan cinta yang diberikan kepada yang dicinta.
 
Cinta itu dapat terpendam dan juga dapat terekpresikan. Yang menghimpun kedua orang yang saling mencintai adalah Allah, dalam diamnya ataupun dalam terekpresikannya cinta.
 
Sempitnya pendefinisian bentuk-bentuk luapan perasaan suka telah menyebabkan hilangnya kesempatan untuk melahirkan dan merasakan rupa-rupa amal cinta yang indah, suci, dan mengesankan.
 
Cinta adalah beban, terlebih apabila hati telah diselubungi oleh nafas-nafas kerinduan. Yang membuat jiwa terbebas dari beban tersebut adalah kemabukan, yang disebabkan karena meneguk anggur setan yang meniadakan sementara atau anggur Tuhan yang meredakan selamanya. Anggur Tuhan mengalir dari kesyahduan hati yang terliputi oleh dzikrir dan tersenth oleh sinaran kasih-Nya.
 
Hasrat dan harapn telah menggetarkan dzarah hati begitu cepatnya sehingga jiwa resah dan kehilangan kendali atas diri. Dzikir yang membukakan penyaksian kepada jaminan dan pilihan-Nya, atau kemahakuasaan-Nya atas segala yang dihasrati dan diharapkan akan menentramkanhati, sehingga dzarah itu berhenti sama sekali.

Dua Hal

Dua hal yang dibutuhkan secar fitrah oleh manusia dan dicari oleh jiwanya di manapun ia berada dan kapanpun, yakni keberuntungan dan kebahagiaan.

Dua alasan yang menyebabkan agama ini menyeru ummatnya agar memiliki ilmu yang luas dan keimanan yang mendalam, yakni agar hatinya tidak terikat oleh dunia atau dunia tidak masuk ke dalam hatinya, dan agar urusan dunianya merupakan urusan akhiratnya atau ia memiliki kelapangan untuk selalu berinteraksi dengan Allah, di manapun dan kapanpun.

Sesungguhnya sumber penderitaan manusia itu ikatan mahluk-Nya di dalam hati. Dan sumber ketidaberuntungan manusia itu adalah terlalakannya urusan akhirat. Sumber kebahagiaan manusia itu dalam kedekatannya dengan Allah. Dan sumber keberuntungan manusia itu dalam lipahan cinta-Nya.
Ya Allah rahasiakanlah. Ya Allah wujudkanlah. Rahasiakanlah perhubunganku dengan-Mu sebagaimana Engkau rahasiakan aibku. Wujudkanlah semua amaliah baik yang disukai mahluk-mahluk-Mu, yang bisa membuat tabirmu tersingkap dari mata hatiku.

Sabtu, 25 April 2009

Tenggelam Dalam Cinta-Nya [2] - Lurus

Menghadaplah lurus kepada-Nya. Batasi kesempatan matamu untuk melihat ke lain arah. Karena pandangan dan jalan yang benar adalah jalan-Nya. Karena penyaksian yang indah adalah penyaksian dalam mengingat-Nya dan penyaksian kepada sentuhan kasih-Nya, yang kamu tidak dapat sampai kepada puncaknya kecuali dengan menapaki jalan-Nya yang lurus.

Wahai jiwa, jika engkau telah menyadari bahwa kehidupan dalam cinta Allah adalah kehidupan yang menjanjikan dan kehidupan yang sesuai dengan fitrahmu sebagai hamba Allah, maka engkau membutuhkan jalan dan kekuatan untuk mencapainya. Sesungguhnya Allah telah lama membentangkan jalan itu dengan kedua belah tangan Rasulullah SAW. Dan Allah telah membangkitkan kekuatan pada jiwa hamba-hamba-Nya tatkala mereka menjejaki kakinya pada pengetahuan yang telah diajarkan-Nya, dan tatkala mengamalkan segala amal yang telah ditunjukan-Nya melalui Rasul-Nya yang mulia. Maka jejakanlah kakimu padanya dan gunakan semangat yang meliputi ruhmu padanya untuk mewujudkan sega amal yang dicitai-Nya. Dengan demikian maka semoga mudahlah jalan kembalimu kepada-Nya.

Jangan engkau mencoba jalan yang samar setelah Allah berikan kepadamu jalan yang terang benderang. Allah telah menerangkan segala jalan yang dibutuhkan hamba-hamba-Nya dan meluruskan segala hal yang telah dibengkokan hamba-hamba-Nya. Jadi, jangan pernah mengambil kecuali jalan-Nya saja.

Cukupkan dirimu dengan apa yang dijelaskan Allah dan Rasul-Nya SAW. Maka semoga kamu benar-benar maujud menjadi hamba Allah yang dikehendaki-Nya. Jangan kau campuri ia dengan segala yang tidak jelas (syubhat) atau bahkan yang haram, agar kewujudan Islam-mu sempurna dan tidak menipu dirimu.

Sesungguhnya jalan-Nya membawa dirimu kepada keterbukaan pintu mata hati. Setiap amal yang engkau dirikan di atas jalan-Nya akan mensucikan hatimu dan mendekatkan dirimu kepada-Nya. Jika hatimu telah bersih dan mata hatimu menjadi tajam, maka kedekatan kepada-Nya akan menjadi hantaran bagi dirimu untuk dapat melihat dengan mata hatimu, segala macam keindahan yang diperuntukan-Nya bagi hamba-hamba yang dicintai-Nya, yakni keindahan nuansa kehadiran-Nya yang dirasakan oleh hati yang bersih dan keindahan sentuhan kasih-Nya yang disaksikan oleh para pengenal-Nya yang memiliki hati yang tajam.

Sesungguhnya puncak keindahan tidak akan tercapai kecuali dirimu berada di dalam Syurga-Nya. Karena puncak keindahan itu adalah wajah-Nya. Sesungguhnya para kekasih Allah akan melihat wajah-Nya yang keindahannya tidak dapat digambarkan, sebagaimana melihat bulan purnama.

Puncak keindahan itu tidak dapat dicapai kecuali dengan menjadikan diri sebagai kekasih Allah. Dan kekasih Allah adalah mereka yang menapaki jalan-Nya. Tanda hadirnya cinta Allah pada diri mereka terleta pada amaliah mereka yang diridloi dan diterima-Nya. Dan hanya amal Islamiah sajalah yang diridloi dan diterima-Nya, sebagaimana firman-Nya: "Sesungguhnya agama (yang diridloi) di sisi Allah adalah Islam.", dan karena Allah menolak segala agama kecuali Islam.

Jumat, 03 April 2009

Tenggelam dalam cinta-Nya [1] - Ihsan

Ingatlah Allah, sehingga Dia senantiasa berada di pelupuk matamu, menggores nama-Nya di wajahmu, dan menggantikan wajahmu dengan wajah-Nya. Ingatlah Allah, sehingga engkau benar-benar mengagumi perbuatan kasih-Nya padamu. Hingga karenanya engkau mencintai-Nya, menyebut-nyebu-a dan membiarkan kemusnahan jiwa-ragamu saat Ia terbit menggantikan dirimu. Hingga engkau menghendaki wajah-Nya dan berkata, "Ya Allah, Engkau saja yang ada dan jangan aku." Hingga engkau berusaha agar semua orang mendapatkan diri-Nya dari dirimu dan berusaha agar dirimu tidak lebih besar dalam hati hamba-hamba-Nya dari pada diri-Nya.

Wahai jiwa, ingatlah bahwa semua yang hidup di muka bumi ini bergantung kepada Allah. Allah yang menghidupkannya, yang mematikannya, dan yang memegang ubun-ubunnya. Segala yang terjadi di muka bumi ini merupakan ketetapannya. Dan segala bentuk keselamatan yang dikehendaki mahluk-mahluk-Nya berada dalam genggaman-Nya.

Maka kenapa engkau tidak mengingat-Nya agar Ia mengingatmu? Padahal dalam segala kesusahan engkau membutuhkan jalan keluar, dan satu-satunya pemilik jalan keluar adalah Ia. Padahal dalam genggaman Allahlah semua jalan yang engkau butuhkan.

Bukankah yang kau kehendaki adalah kemudahan? Maka datang dan mintalah kemudahan itu kepada Allah, kemudian engkau cari di mana Allah letakan yang engkau pintan kepada-Nya. Jika kau temukan, maka berharaplah agar Ia meridloi dirimu karena mendapat apa yang Ia berikan kepadamu.

Kenapa engkau tidak mencintai-Nya agar Ia mengasihimu dan memberi engkau kedudukan baik di sisi-Nya. Apakah engkau tidak merindukan suatu kedudukan, yang mana Allah akan selalu menjagamu dari segala bentuk kehinaan, dan membantumu mencapai tempat kemuliaan dan kehidupan yang selamat?

Sesungguhnya Allah akan memberikan yang terbaik bagi hamba-hamba yang dicintai-Nya. Allah senang apabila hamba-hamba yang dicintai-Nya selalu mengingat dan mendekatkan diri kepada-Nya. Maka Allah berikan kepada mereka karunia kelapangan hati sehingga hatinya mudah mengingat-ingat diri-Nya. Allah berikan kepada mereka karunia ketaatan dalam menjalankan amaliah sunnah, sehingga mereka semakin dekat kepada-Nya. Dan Alloh berikan kepada mereka setelah hatinya bening, jalan-jalan-Nya, agar denganna hamba-hamba-Nya dapat menempuh kehidupan yang diperuntukan bagi hamba-hamba pilihan-Nya.

Sadarah wahai jiwa, bahwa dirimu diliputi kefakiran, Engkau membutuhkan kelapangan dan kebahagiaan di alam hatimu. Sementara orang-orang yang sempurna akalnya memahami bahwa itu semua hanya dapat diwujudkan dengan ahlak yang baik. Dan sadarilah kefakiranmu, sadarilah dirimu yang lemah dan terbatas untuk mewujudkan semangat yang dibutuhkan untuk mewujudkan akhlak yang baik, dan pengetahuanmu yang sedikit dan terbatas untuk dijadikan sumber kelahiran semangat atau referensi bagi segala macam amaliahmu.

Cintailah Allah, karena yang Dicinta akan merasuki si pecinta. Bila cinta-Nya telimpah pada dirimu, maka Ia akan selalu bersamamu. Ia akan melimpahi hatimu dengan petunjuk-Nya dan menghembuskan kekuatan ke dalam ruhmu untuk bisa mewujudkannya. Sehingga apabila kekuatan itu telah melahirkan gerak pada tubuh, maka Ia menjadi tanganmu di saat engkau melempar, dan Ia menjadi mulutmu di saat engkau berbicara.

Sadarilah kelemahanmu dan keterbatasan dirimu dalam memberikan manfaat kepada dirimu dan sesamamu. Sementara dalam kelemahan yang bisa membuat dirimu terjerumus ke dalam perbuatan hina, engkau dibayang-bayangi ancaman kecemburuan atau kebencian Allah.

Maka jadikanlah Allah sebagai penyempurnamu. Cintailah Allah, sehingga Allah menjadi tangan dan kakimu. Dengan keadaan tersebut maka Allah telah melindungimu dari kecemburuan dan kebencian-Nya. Allah menyempurnakan dirimu sehingga engkau bisa melakukan apa-apa yang tidak bisa kamu lakukan. Allah lah yang Maha Sempurna yang menyempurnakan, dana Maha Penolong yang dengan kesempurnaan-Nya mampu menyempurnakan hamba-hamba-Nya sehingga mereka terbebas dari segala kelemahan.

Cintailah Allah, karena yang Dicinta akan merasuki si pecinta. Akhlak Yang Dicinta akan diwariskan kepada pecinta. Akhlak-Nya yang terwujud pada diri hamba-hamba yang dicintai-Nya, akan sangat menghibur para perindu Allah. Karena mereka mengetahui bahwa Allah pemilik akhlak yang baik. Karena dengan melihat akhlak yang baik mereka menjadi ingat kepada Allah dan terhibur dengannya.

Cintai dan ingatlah Allah, karena hanya Allah yang bisa memberikan ketentraman bagi hatimu dan sesamamu. Dalam hati hamba-hamba yang selalu mengingat-Nya, semua orang akan menemukan keindahan dan limpahan sayang-Nya. Maka ingatlah Allah, agar dengannya engkau dapat selalu bersama Allah. Dan semua orang akan mendapatkan manfaat dari indahnya celupan cinta yang menempel pada jiwa dan ragamu.

Jadikanlah jiwamu sebagai jiwa yang dicintai-Nya. Karena sesungguhnya apa yang diberikan jiwa-jiwa yang dicintai-Nya kepada hamba-hamba-Nya yang lain adalah bentuk sentuhan kasih-Nya kepada mahluk-mahluk-Nya. Rasakanlah sentuhan-Nya dengan merapatkan dirimu dengan hamba-hamba yang mewarisi cinta-Nya, yang mewarisi akhlak-Nya, dan yang mendekatkan dirimu kepada-Nya.

Kenalilah kemahasempurnaan Allah dan kefakiranmu, sampai pada akhirnya engkau meyakini bahwa semua hamba-Nya membutuhkan kedekatan dengan-Nya, santunan-Nya, dan sangat tersiksa dengan hijab yang menghalangi dirinya degan Allah. Lalu sadarlah bahwa apa yang Ia ciptakan berpotensi menjadi hijaban. Maka berusahalah agar selalu membawa siapa saja kepada-Nya, walau hanya dengan mewujudkan sentuhan-Nya melalui akhlak mulia-Nya yang merasuki dirimu. Dan jangan buat dirimu sebagai hijab dengan membuat dirimu dan sesamamu mengingat Allah dan menyadari keberadaan-Nya.

Hiduplah dengan mencintai-Nya yang berdasarkan pengetahuanmu akan keterbutuhan kepada cinta-Nya, hingga engkau merasa tidak dapat hidup tanpa diri-Nya dan senantiasa bergantung kepada-Nya. Hiduplah dengan terus menyadari kefakiranmu, sehingga engkau mengharapkan santunan-Nya dan berusaha menutupi wajahmu dengan wajah-Nya.

Hiduplah, dengan kesanggupan untuk mengecilkan dirimu dan membesarkan Allah, menampakan-Nya dan menyembunyikan dirimu. Sesungguhnya segala sesuatu itu membutuhkan Allah dan mmbutuhkan segala kebaikan yang terlahir dari sentuhan-Nya. Tarik dirimu yang menhijabi, dan wujudkan sentuhan-Nya dengan mewarisi cinta-Nya. Dan hiduplah daam liputan cinta-Nya, sebagai wujud cinta-Nya di muka bumi.

Anggaplah engkau kehilangan wujudmu saat cinta-Nya tidak ada pada dirimu. Karena kini engkau yang membutuhkan cinta-Nya dan yang menganggap dirimu sebagai hijab jika tanpa cinta-Nya, adalah wujud cinta-Nya. Dan karena kini engkau tidak memiliki kehidupan dan kewujudkan apabila cinta-Nya tidak maujud dalam dirimu. Wahai jiwa-jiwa yang tidak dicintai-Nya, carilah wujudmu.

Selasa, 31 Maret 2009

Ia yang tersembunyi dari pandangan

Ia Yang Tersembunyi Dari Pandangan

Dunia ini dipenuhi-Nya dengan segala rupa rasa yang begitu membawa perasaan kita, sementara ia menyembunyikan diri-Nya di balik itu semua. Padahal Ialah yang membolak-balikan itu semua, namun kebanyakan dari kita tertipu serta terlalaikan dari pada-Nya.

Ujian Yang Menentukan

Semua sentuhan dan hidangan-Nya adalah ujian yang menentukan kedudukanmu di sisi Allah. Allah akan menilai segala bentuk sambutanmu terhadap sentuhan-Nya dan menilai segala caramu dalam menikmati hidangan-Nya. Hasil penilaian-Nya, menentukan masa depan hidupmu di dunia dan di akhirat.

Beban Hijaban

Keterhijaban dirimu dari melihat-Nya adalah beban yang akan mempersulit masalah yang engkau hadapi. Sementara berlarinya engkau kepada-Nya dalam segala masalah dan keterbukaan mata hatimu kepada-Nya akan menghantarkan engkau kepada belaian kasih dan pertolongan-Nya.

Kunci Penyelesaian Masalah
Sesungguhnya di sisi Allohlah kunci penyelesaian bagi semua persoalan. Dan kunci-kunci itu telah Ia bentangkan secara lisan melalui para utusan-Nya dan secara tersirat melalui seluruh ciptaan-Nya. Kemudahan untuk mendapatkannya bisa engkau peroleh dari sisi-Nya, dengan mengingat-Nya dengan penuh harap mendapat pertolongan-Nya dan berfikir untuk melihat dan memikirkan jalan-jalan yang telah dibentangkan-Nya.

Apabila Tirai Itu Terbuka

Apabila kepentinganmu kepada-Nya telah memuncak dan engkau telah menyadari bahwa segala sesuatu itu adalah perbuatan-Nya, maka bersegeralah engkau membuka tirai yang menutupi padanganmu dari-Nya. Apabila tirai itu terbuka, maka seketika itu engkau akan melihat bahwa Ialah yang selalu menyentuhmu dan bukan selain-Nya. Segala macam rasa yang engkau dapatkan dari air kehidupan yang engkau teguk adalah dari-Nya. Ialah yang menghidangkannya, memberi, dan menariknya lagi.

Karunia Melihat Kepada-Nya

Marilah kita mencoba untuk membuka tirai itu agar tersaksikan Ia yang selama ini selalu menggoda dan menguji kita. Kalaupun saat ini belum diberi-Nya karunia untuk selalu membuka mata kepada-Nya, mudah-mudahan Ia memberi karunia melihat kepada-Nya walau hanya sebentar. Karena penglihatan itu akan dapat membangkitkan keimanan dan rasa keterbutuhan kepada-Nya.

Hidangan Tuhan

Apapun yang menghalangi dirimu untuk mendekati-Nya adalah merupakan hidangan-Nya yang harus dicicipi dengan baik. Apapun yang dirasakan, yang membuat dirimu mudah untuk mencapai kedekatan kepada-Nya, maka itu adalah hidangan yang harus disyukuri. Hidangan-Nya penuh dengan keajaiban dan kejutan, yang membuat kita terus berfikir tentang Tuhan, cinta, dan hidup kita.

Menselaraskan Diri Dengan-Nya

Terkadang engkau bertanya kepada dirimu sendiri, kenapa ada ketidakcocokan antara kehendakmu dengan kehendak-Nya. Maka dengarkanlah bahwa dirimu itu buta terhadap dirimu apalagi terhadap diri-Nya. Dan dirimu membutuhkan-Nya. Kau jauh dan Ia hendak mendekatkanmu kepada-Nya. Ia suka apabila cintamu tulus kepada-Nya, agar cinta-Nya tulus kepada dirimu. Maka Ia buat engkau berhadapan dengan kehendak-Nya yang tidak sama dengan kehendakmu. Padanya engkau diuji untuk mencocokan diri dengan-Nya, sehingga kau mendapatkan keselarasan dengan-Nya. Apabila keselarasan itu teraih, maka cinta-Nya akan melimpahi hatimu dan keunggulan derajat kemahlukan yang telah Ia karuniakan kepada dirimu akan tersaksikan.

Terhalangnya Hidangan Kebahagiaan Khusus-Nya

Takan ada kebahagiaan yang diberikan-Nya secara khusus kepada dirimu jika engkau belum mewarisi cinta-Nya, apabila seluruh hatimu kau isi dengan selain-Nya, dan apabila seluruh waktumu kau isi dengan perkara yang tersia-sia yang menjauhkan engkau dari-Nya.

Dzikir Membawa Karunia

Apabila dalam hatimu telah mengalir arus mengingat kepada-Nya dan engkau merasa tenang dengannya, maka engkau akan berhadapan dengan hidangan-hidangan-Nya yang indah. Dan itu akan sangat menenangkan dan membahagiakanmu. Karena engkau akan dilimpahi rahmat dan ampunan-Nya, dan engkau akan mendapatkan kenaikan derajat di sisi-Nya dengan segala karunia pengetahuan serta keimanan yang Ia karuniakan. Semua itu pasti akan terwujud pada hati yang bening, yang selalu dibersihkan dengan mengingat kepada-Nya, dan pada hati yang bercahaya, yang selalu diterangi dengan kehadiran-Nya, oleh sebab luapan ingatan kepada-Nya yang memenuhi hati.

Jauhnya Kelapangan dan Kemudahan
Takan ada kelapangan bagi mereka yang tertutup dari-Nya, bagi mereka yang selalu melihat kepada dirinya dan kepada selain-Nya, bagi mereka yang lupa bahwa Ialah yang memberi semua orang kekuatan untuk berdiri dan bergerak. Tak akan pernah datang kemudahan bagi mereka yang lupa kepada-Nya dan tidak berusaha lari menuju-Nya.

Bermesraan Dengan-Nya
Kenapa selalu kesedihan itu berakhir dengan keterjauhan dari-Nya dan bukan kemesraan dengan-Nya. Padahal Tuhan sangat senang dengan kemesraan kita saat kita dibebani-Nya berbagai masalah yang sangat berat. Padahal Tuhan sangat suka apabila air mata ini mengalir di hadapan-Nya. Padahal Tuhan suka apabila kita benar-benar seperti mayat yang terbujur dan mengharapkan penggerakan-Nya ke arah manapun yang dikehendaki-Nya saat kita lemah menghadapi ujian-Nya. Padahal Tuhan benar-benar cinta kepada mereka yang menerima takdir-Nya dan berusaha menjalani jalan-jalan terbaik yang ditunjukan-Nya.

Tuhan Adalah Teman Sejati
Tuhan akan teramat senang apabila kita menjadikan-Nya sebagai pendamping kita. Tuhan akan senang apabila kita selalu memandang-Nya dan memuja-Nya. Tuhan akan benar-benar memberikan kita jalan kemudahan dan memasukan isyarat-Nya ke dalam hati kita. Dan bagi mereka yang hidup bersama Alloh, maka tiada ketakutan pada diri mereka dan tidak pula mereka bersedih hati.

Menutupi Kepahitan Mewujudkan Kemanisan

Apabila hidangan-Nya begitu pahit, maka kenapa tidak engkau hadapkan wajahmu kepada-Nya dan kau berikan pada-Nya senyuman sebagai tanda kebahagiaan atas segala kebaikan yang dapat engkau peroleh dari hidangan itu, sekalipun engkau belum mendapatkannya. Tidak perlu engkau menunjukan rasa sakitmu, karena sesungguhnya Ia telah mengetahuinya. Tujukan saja rasa butuhmu akan pertolongan-Nya dengan berdoa dan berusaha, karena kepahitan itu Ia ciptakan agar engkau melihat pertolongan-Nya kepada dirimu.

Mendatangi Tuhan Yang Telah Dulu Mendatangi

Apabila engkau hanya sekedar menghadapkan wajah kepada-Nya dengan menyebut-Nya, pastiah engkau melihat Ia segera mendatangimu, sekalipun sesungguhnya Ia telah mendatangimu sebelum engkau mendatangi-Nya.

Mewujudkan Yang Ia Senangi

Apabila Ia melihat adanya guratan harap di wajahmu agar Ia melepaskan beban di dalam hatimu, maka Ia akan lebih senang dengan kepercayaanmu, penerimaanmu, dan kecintaanmu pada ketentuan-Nya dan kepada jalan-Nya. Jika kau wujudkan apa yang Ia senangi, maka Ia akan memberimu hidangan yang sangat nikmat.

Jangan Berburuk Sangka Kepada-Nya

Jangan berburuk sangka kepada-Nya di saat Ia membebani dirimu dengan beban yang menyakitkan. Karena sesungguhnya Ia hanya menggoda dan hanya ingin menguji rasa cinta dan kepercayaan kita kepada-Nya.

Kesabaran Yang Maha Terkasih

Telah lama sekali ia mendampingi dirimu dan memaklumi segala kelemahanmu. Sementara tiada seorangpun yang dapat engkau lihat kesabarannya sehebat-Nya. Tiada seorangpun yang bisa memberimu maaf di saat engkau selalu mengecewakan-Nya selain Ia. Bukankah itu semua menunjukan bahwa Ia benar-benar Yang Maha Terkasih, yang sangat suka apabila engkau memberikan kepercayaan hidupmu kepada-Nya, Yang Maha Kuasa dan Maha Sabar.

Penantian dan Cinta-Nya

Kau isi hatimu dengan dirimu sehingga dirimu menderita. Sementara Ia menantimu sampai kau melihat kepada-Nya dan memanggil diri-Nya. Begitu besar cinta-Nya kepadamu sejak engkau dicpta, dan begitu besar cemburu-Nya semenjak engkau berniat menjauhi-Nya.

Selalu Kembali Kepada-Nya

Apapun yang engkau hadapi dan seberapa rendahnya dirimu di sisi-Nya, tetap berarilah kepada-Nya. Karena hanya Ia yang bisa memberimu ampunan dan lindungan dari murka-Nya, yang bisa memberimu petunjuk dan kemudahan dalam semua urusanmu, serta yang dapat memberimu rahmat dan karunia ketenangan dalam cinta-Nya. Maka bertaubatlah kamu karena kamu sering melupakan-Nya dan tidak mengandalkan-Nya, dan karena kamu telah mempersulit serta menyiksa dirimu oleh keterihijaban dan pelarianm dari-Nya.

Ku Rindu Salma

Ku rindu Salma, hingga tak kurasa lagi angin malam yang menusuk karena indahnya bulan purnama (wajahmu).

Tak ada lisan dan pendengaranku, karena ia sirna dalam cahayanya. Hingga aku membeku, karena tarikan rinduku pada wujud Salma yang dirindu.

Di ruang ini, tak lagi ku temukan Salma yang dahulu pernah berkata, ‘Aku akan selalu bersamamu’. Limpahan cintanya kini hanyalah bayangan Salma yang muncul di ruang hati, yang hanya menimbulkan rasa sakit di hati, karena cinta dan rindu yang harus ku bunuh dan terbunuh.

Dalam minhaj jahiliyahmu aku sirna karena Alloh tiada. Kewujudanku dalam hikmah dan tidak pada selainnya. Dalam ketiadaan Alloh, maka apapun yang ada di antara kita dalam ketiadaan-Nya adalah tiada.

Sekalipun banyak bukti yang menjadi sandaran rasio untuk menegaskan bahwa kita pernah jatuh cinta, tetapi dalam ketiadaan-Nya bukti-bukti itu menjadi tidak nampak dan apa-apa yang bersandar padanya menjadi syubhat. Karenanya maka cinta kita syubhat dan demikian pula dengan segala amaliah cinta yang tidak berpijak di atas minhaj Islam. Cukuplah Alloh yang tahu apakah kita pernah jatuh cinta di saat kita tiada atau tidak?.

Ku tak perduli siapa Salma,
Cintakah aku padanya ataukah tidak?
Yang ku tahu Salma hanya teman seperjalanan,
Yang Alloh jadikan aku ujian baginya dan ia ujian bagiku.
Ada dan tiadanya Salma bukan tujuan-Nya atas diriku.
Maka dipersimpangan mana aku berpisah dengannya … Aku tak perduli.
Biarlah cinta padanya yang mengiringi kepergiannya
Tetapi aku kan berlalu menapaki jalan berikutnya.
Apabila setelah itu cahaya Salma menjadi terang
Dan cahayaku menjadi redup
Itu semua hanya perjalananYang kan segera berakhir dengan kematian
Dengan atau tanpa Salma …Aku tak perduli

Wahai Alloh, jadilah Engkau sebagai Salma kekasihku … agar aku tidak perlu mencintai selain-Mu. Agar aku leluasa melantunkan syair yang berisikan pujian dan cinta. Agar aku tidak salah mencintai dan memuji. Agar pujian dan cinta ku tidak mendatangkan petaka, tetapi membuat aku jatuh ke dalam jurang cinta-Mu yang dalam dan memusnahkan.

Musnahkan aku … jadikan aku sebagai Engkau, sehingga penderitaan tidak aku rasa kecuali sebagai perbuatan Mu ke atas diri Mu sendiri. Agar tidak perlu aku meneteskan air mata karena kehilangan dan disakiti oleh selain-Mu, karena aku selalu melihat hanya kepada Mu dan di dalam diri Mu.

Aku milik Mu ya Illahi … maka musnahkan aku, dalam keraguan atau keyakinanku kepada Mu.
Wahai Alloh … pada akhirnya semua kembali kepada Engkau sebagaimana yang telah Engkau firmankan. Dan tidak ada yang dapat memahami kecuali Engkau Yang Maha Pencipta. Sekarang tubuh si gila yang fakir ini akan dapat menikmati tidurnya di atas lantai berdebu, yang suci lagi mensucikan.