Dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat (Permendikbud 49/2014 Pasal 1:14)

Sekolah Tinggi Teknologi Garut

Diselenggarakan mulai tahun 1991 dan bernaung di bawah Yayasan Al-Musaddadiyah.

Program Studi Teknik Informatika

Berdiri pada tanggal 30 Juni 1998.

Rinda Cahyana

Dosen PNS yang diperbantukan di Sekolah Tinggi Teknologi Garut sejak tahun 2005

Tampilkan postingan dengan label Teknologi Informasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teknologi Informasi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 Desember 2022

Can’t move the folder because there is a folder in the same location that can’t be redirected

Ever had trouble moving the Documents location to another location and seeing this message: Can't move the folder because there is a folder in the exact location that can't be redirected? The Documents location is always in a OneDrive subfolder, so all files stored in that folder will be backed up by Microsoft to OneDrive. Here are the steps you can take to change the document location so it is not in a OneDrive subdomain:

  1. Open Settings
  2. Select the Accounts menu, then Windows Backup
  3. Click the Manage sync settings button, then turn off backup for Documents

Good luck!

Sabtu, 27 Agustus 2022

Tetap Berkarakter di Dunia Maya


Budaya adalah warisan cara hidup turun temurun. Salah satu unsur kebudayaan adalah teknologi yang mengikuti perkembangan pengetahuan manusia. Teknologi memberikan dampak positif dan negatif yang tidak jarang penerapannya menimbulkan gesekan di tengah masyarakat. Dalam artikel blog ini saya akan menceritakan perubahan budaya dan tantangannya yang pada akhirnya menjadi pesan penting untuk tetap berkarakter di dunia maya. 

Perubahan Budaya   

Pada awalnya manusia bepergian dari satu tempat ke tempat lain dengan cara berjalan kaki. Setelah manusia dapat menaklukan dan menunggangi hewan, cara tersebut berubah dan memberikan dampak efisieni waktu dan tenaga. Setelah manusia menemukan pedati, cara bepergian menjadi lebih murah karena satu keluarga tidak perlu memiliki hewan tunggangan yang banyak. Cara baru ini menciptakan bentuk usaha baru transportasi umum yang dapat diikuti oleh banyak orang di berbagai tempat. Kondisi tersebut menggambarkan perubahan budaya yang timbul karena penemuan baru atau kontak dengan budaya lain.

Penemuan mesin uap memulai era industri dan mengubah alat transportasi umum yang pada awalnya menggunakan tenaga hewan menjadi tenaga mesin. Keberadaan alat transportasi modern yang lebih baik membuat masyarakat cenderung meninggalkan alat transportasi lama. Hal tersebut mempengaruhi pendapatan, sehingga pengusaha transportasi lama yang tidak berdaya saing terkadang memilih cara kasar untuk menolak keberadaan pesaing. Namun gerak kemajuan tidak akan terbendung dan setiap orang pada akhirnya akan bermigrasi dari cara lama kepada cara baru yang lebih baik. Apalagi bila cara baru menjanjikan penghasilan yang jauh lebih baik bagi pengusaha dan kenyamanan yang jauh lebih baik bagi konsumen. 

Oleh karenanya, penolakan kusir pedati terhadap sopir kendaraan bermotor sangat mungkin terjadi dalam kondisi adanya kondisi persaingan usaha. Demikian pula setelah manusia memasuki era digital, ojek atau taksi konvensional akan merasa tersaingi oleh mode digital yang menawarkan fleksibilitas dan kenyamanan yang jauh lebih baik. Apakah setelah taksi konvensional bermigrasi ke cara digital tidak akan ada pesaing lagi? Tentu saja tidak. Di era industri 4.0, peran manusia selaku sopir alat transportasi umum diambil alih oleh kecerdasan buatan. Manusia perlu meningkatkan kemampuannya agar dapat beralih pekerjaan menjadi penjaga kinerja banyak kendaraan otomatis di belakang layar komputer. 

Budaya Digital dan Asimilasi Budaya

Budaya digital terwujud saat teknologi informasi merubah cara manusia dalam berinteraksi; serta dalam membuat, menyampaikan dan menerima produk dan jasa. Internet menyediakan kesempatan bagi siapapun untuk memperluas interaksi dengan manusia, mesin, dan konten sehubungan dengan tidak adanya batasan lokasi geografis. Kondisi tersebut menimbulkan interaksi dan asimilasi budaya, di mana manusia saling mempertukarkan dan memperbaiki budayanya. Contohnya, mereka yang mendapatkan informasi makanan di luar negeri yang menarik dari internet mungkin akan mencoba untuk mencicipinya saat ada kesempatan. Setelah makanan itu terasa sangat enak, ia akan mengubah masakannya agar hasilnya terasa seenak makanan tersebut. Bahkan ia bisa memodifikasi masakan lokal berdasarkan pengalaman tersebut, sehingga menjadi komoditas baru yang diminati oleh banyak pecinta kuliner karena rasanya menyamai makanan yang sedang populer di internet.

Masalah Emosi

Internet memberi kesempatan bagi siapa saja untuk memproduksi dan menyebarkan informasi dan gagasannya secara luas tanpa melalui meja editor. Sayangnya, ada banyak kiriman informasi atau komentarnya yang merupakan ekspresi yang kasar. Sebagian dari pengirim informasi atau komentator tersebut tidak berani melakukannya di dunia nyata, sehingga kita melihat auman singa di media sosial ternyata berasal dari kucing imut bersuara menggemaskan. Banyak orang merasa takut saat berhadapan dengan sikap buruknya di dunia maya, namun sebaliknya dia merasa ketakutan di dunia nyata saat berhadapan dengan orang yang terganggu oleh sikap buruknya.

Mereka yang tidak banyak bermain di internet mungkin terkejut saat Microsoft menerbitkan hasil survei yang menyatakan netizen Indonesia paling tidak sopan di ASEAN. Dari dulu bangsa Indonesia terkenal dengan sikap ramah, sehingga rasanya hampir tidak masuk akal bila netizen Indonesia berkarakter seperti itu. Boyd mengatakan bahwa sebagian orang mengira keberadaan dirinya di internet tidak akan ditemukan oleh siapapun, sehingga mereka bisa melakukan hal mengerikan di media sosial. Kondisi tersebut serupa dengan orang yang melakukan pencurian karena merasa tidak ada yang melihat tindakannya. 

Di internet kita banyak menemukan netizen yang terlihat seperti sosok pemarah hanya karena perbedaan pendapat dalam merespon komentar atau informasi. Menurut Greenawalt, seseorang menggunakan bahasa kasar saat emosinya memuncak. Ia menyebut julukan kelompok dalam kalimatnya untuk menguatkan bahasa tersebut. Mungkin saja marahnya itu karena terdorong oleh rasa cinta pada tanah airnya. Tetapi emosi terkadang sangat melupakan dan membuat ekspresinya menjadi sangat berlebihan, sehingga ia menghasut tindak kekerasan kepada kelompok tertentu berdasarkan ras, agama, kebangsaan, dan karakteristik lainnya. Hal tersebut menjadikan ekspresi bencinya yang nasionalis berubah menjadi ujaran kebencian yang melawan hukum. Akibatnya ia berhadapan dengan kelompok yang tersinggung dan mungkin saja terancam sanksi hukum pidana. Sikap temperamental dalam interaksi di media sosial berdampak buruk pada kesehatan diri dan lawan bicaranya. Greenawalt menyebutkan dampak buruk yang dirasakan oleh lawan bicara berupa gejala fisiologis dan tekanan emosional mulai dari rasa takut di usus, denyut nadi cepat dan kesulitan bernapas, mimpi buruk, gangguan stres pasca trauma, hipertensi, psikosis, dan bunuh diri.

Karakter Indonesia

Bagi bangsa Indonesia yang Berketuhanan yang Maha Esa, perbuatan netizen yang tidak berkarakter merupakan kekhilafan karena lupa kepada Tuhan yang maha mengetahui semua perbuatan di dunia nyata dan dunia maya. Tuhan tahu siapa netizen yang tersembunyi di balik akun anonim seperti semut hitam yang merayap di atas batu hitam dalam kegelapan malam. Tidak ada seorang pun kecuali meninggalkan jejak di internet, dan ahli forensik dapat dengan mudah menemukannya.  

Bapak Sukarno menyebut Ketuhanan YME adalah karakteristik bangsa Indonesia. Beliau  menyeru kepada bangsa ini untuk mengamalkan agama dengan cara yang berkeadaban, yakni hormat menghormati satu dengan lain. Netizen yang mewarisi karakteristik tersebut akan menghormati netizen lain sekalipun tidak dikenalnya. Ada banyak nilai dari agama yang dapat membentuk karakter seperti itu. Contohnya, agama Islam mengajarkan kepada netizen muslim Indonesia untuk bersikap lemah lembut, berkata baik (QS. 2:83, 15:88, 3:159), santun dan tidak pemarah (QS. 3:134, 26:37), serta memaafkan dan memaklumi orang lain (QS. 3:134, 26:40) yang berbuat salah di dunia maya. Islam mengajarkan mereka untuk bersikap jujur dan tidak berdusta (QS. 9:199), sehingga secara sadar akan menjauhi hoax. Mereka juga tidak akan berkata dan berbuat tanpa ilmu (QS. 17:36), sehingga tidak mudah mencela, berburuk sangka (QS. 49:11-12), membicarakan aib orang lain, dan mencari-cari kesalahan (QS 49:12) dalam urusan yang tidak difahaminya. Mereka akan bekerjasama dalam kebaikan dan tidak dalam keburukan (QS. 5:2), seperti mencegah kelicikan dan penipuan dalam jual beli (QS. 83:1-3, 6:152) di virtual marketplace. 

Peran Perempuan

Pada tahun 1901, Kartini menuntut pendidikan bagi kaum perempuan agar dapat menjalankan kewajibannya sebagai ibu, pendidik manusia yang pertama-tama. Perhatian kepada kaum perempuan sangat penting di era digital sekarang ini. Perubahan budaya menyebabkan kebiasaan anak berubah karena pengaruh smartphone atau perangkat teknologi informasi lainnya. Banyak ibu yang kebingungan mendampingi anaknya menggunakan smartphone dalam kegiatan pembelajaran jarak jauh saat pandemi Covid-19. Kondisi tersebut disebabkan karena ibu belum memiliki pengalaman tersebut saat bersekolah dulu. Banyak ibu yang juga merasa bingung apakah harus memberikan anaknya smartphone atau tidak, sementara anaknya membutuhkan smartphone untuk beragam keperluan. Kekhawatiran para ibu adalah sikap kecanduan terhadap smartphone yang mengancam kesehatan dan masa depan anaknya, sementara mereka belum pernah mendapatkan pengajaran di sekolah atau di Posyandu tentang pengasuhan digital.

Orang tua telah mendekatkan anak dengan perangkat digital, sehingga anak memiliki ikatan emosional atau ketertarikan terhadap perangkat digital. Anak telah mendengarkan suara digital dari alam kandungan, ia bisa membedakan suara ibunya dengan suara lantunan ayat suci atau nyanyian yang berasal dari pemutar musik digital. Anak lebih dulu melihat kilatan cahaya kamera smartphone dari pada suara ayahnya, sehingga pengenalannya terhadap audio visual perangkat digital  menjadi lengkap. Ibu mengajak anak balitanya menonton film dari televisi, dan memberikan smartphone atau tablet agar dapat mengerjakan aktivitas rumah tangga atau memenuhi kebutuhan dirinya tanpa interupsi dari anaknya. Anak berebut smartphone dengan ibu dan kakaknya yang kebutuhan hariannya bergantung pada perangkat tersebut, sehingga orang tua pada akhirnya memberikan gawai untuk setiap anaknya. 

Dalam kondisi demikian, orang tua harus memiliki kemampuan untuk mendisiplinkan anaknya agar fungsi pengawasan digital berjalan dengan baik. Lebih lanjut, orang tua perlu menggunakan aplikasi smartphone untuk memonitor dan membatasi aktivitas anaknya. Untuk itu semua, kita memerlukan  pengajaran dan pendidikan literasi digital kepada anak-anak wanita agar mereka lebih cakap melakukan kewajiban sebagai ibu pendidik anak digital yang pertama-tama. Anak perempuan harus pandai melakukan asimilasi budaya dan menciptakan model hibrida, di mana cara lama yang baik dan berlaku di dalam lingkungan keluarga tidak perlu hilang sepenuhnya. Seorang anak muslimah dapat mengaji menggunakan aplikasi mushaf digital pada waktu antara Maghrib dan Isya, di mana dulu orang tuanya menghabiskan waktu tersebut dengan mengaji menggunakan mushaf tercetak. 

Seorang anak dapat melakukan aktivitas baik atau buruk baik dengan smartphone atau tidak. Smartphone hanya menguatkan pengaruh atau mempercepat proses anak menjadi baik atau buruk. Faktor penentunya bukan smartphone, tetapi orang tua yang memiliki tanggung jawab harian dalam mengawasi anak. Oleh karenanya, orang tua tidak perlu menjauhkan anak dari perangkat digital yang telah didekatkannya sedari dalam kandungan. Yang perlu dilakukan oleh orang tua adalah membangun kesadaran pentingnya menjadi orang baik. Kesadaran dapat membangun sikap mawas diri, sehingga tidak mudah terseret arus deras di dunia maya yang mengarah pada dampak negatif. Orang tua harus memastikan anaknya untuk tetap berkarakter di dunia maya.  

#PersepsiCahyana

  

Senin, 12 Agustus 2019

Wisata Digital

Sumber Gambar : Kompas

Pasar Digital kalau diterjemahkan ke dalam bahasa inggris menjadi Digital Market. Tentunya pengertiannya beda dengan Digital Marketing / Pemasaran Digital. Digital marketing adalah istilah terkait teknik promosi menggunakan teknologi digital seperti layanan iklan Google atau Facebook. Kegiatan Digital Marketing bertujuan utk mempromosikan sesuatu menggunakan perangkat digital seperti smartphone dan media sosial. Dalam kompetisi Digital Marketing, pemenangnya adalah dia yang paling sukses mempromosikan sesuatu dengan perangkat digital. Indikatornya misalnya konten promosinya paling banyak disukai atau disiarkan ulang di media sosial.

Agak sulit menemukan pengertian Digital Market. Pengertian yang agak mendekati adalah Electronic Market yang menurut IGI Global merupakan sistem berbasis TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi). TIK adalah teknologi digital karena prinsip kerjanya berdasarkan digit 1 (nyala) dan 0 (mati). Digital Market juga pengertiannya sama dgn Electronic Marketplace atau Online Marketplace yang difahami sebagai pasar yg diwujudkan oleh perangkat digital berupa perangkat lunak e-Commerce yg dijalankan dan diakses melalui internet dengan menggunakan perangkat keras komputer dan diisi oleh banyak penjual. Dengan demikian keberadaan Digital Market dan lapak-lapak penjualnya bukan di dunia nyata tetapi di dunia maya yang hanya bisa diakses dengan cara terhubung ke dalam jaringan / online. Untuk mendapatkan keuntungan dari penjualan di Digital Market diperlukan upaya promosi dengan Digital Marketing. Jika dikompetisikan, Digital Market terbaik adalah misalnya yang jumlah transaksi hariannya paling banyak.

Wisata / Tour adalah bepergian ke suatu tempat; pariwisata / Tours adalah rangkaian wisata; dan kepariwisataan / Tourism adalah segala sesuatu terkait pariwisata. Pasar Wisata Digital dalam bahasa Inggris bisa memiliki dua makna: 1) Pasar Wisata yg diwujudkan dan diakses menggunakan teknologi digital, seperti Traveloka yang menjual beragam jasa wisata; dan 2) Pasar di dunia nyata atau maya yang berisi lapak-lapak yang menawarkan pengalaman Wisata Digital. Ada banyak pengertian Wisata Digital. Di antaranya ada yang menggunakan istilah tersebut untuk perjalanan mengunjungi Digital Startup semisal Gojek berikut enabler dan supporternya. Kita akrab dgn istilah umumnya, yakni kunjungan industri. Yang lainnya menggunakan istilah tersebut untuk wisata menggunakan teknologi digital. 

Pengertian "menggunakan teknologi digital" dapat berarti: 1) Melengkapi pengalaman wisata di dunia nyata dgn perangkat digital, seperti headset yg digunakan pengunjung utk mendengarkan deskripsi spot bersejarah semisal tempat pembantaian milik Khmer Merah; atau 2) Wisatanya bersifat digital, seperti street view nya Google atau virtual tour nya Sejarah Princeton.

Di Garut akan digelar Pasar Wisata Digital. Kita dapat memahaminya dengan pengertian Digital-Tour Market di mana teknologi digital (smartphone dan medsos) digunakan untuk meningkatkan pengalaman wisata. Di dalamnya ada sejumlah lapak Instagramable atau selfie-spot yg menyediakan pengalaman tambahan dgn teknologi digital. Di era milenial ini segala wisata sudah seharusnya menjadi wisata digital. Di era pemerintahan Hindia Belanda dulu, sudah ada peta wisata Garut yang digunakan oleh perusahaan Tours dan Travel di Batavia. Sekarang ini Garut harus punya Digital Tour yg menawarkan wisata secara virtual dengan teknologi digital mengikuti alur peta wisata yang digunakan oleh calon wisatawan sebelum mereka mengunjungi dunia nyatanya.

Seringkali transisi budaya menimbulkan friksi antar kelompok. Digital Migrant seringkali nyinyir dengan kebiasaan selfie Digital Native. Padahal seharusnya mereka ikut melakukan selfie utk memberi manfaat positif kpd orang lain. Tentu saja selalu ada celah utk mendapat dampak negatif sebagai akibat melihat konten selfie, tetapi itu semua sebabnya lebih karena kondisi hati yang belum bebas dari penyakit hati.

Jumat, 24 Mei 2019

Bijak Menggunakan VPN Client


VPN (Virtual Private Network) merupakan jaringan aman yang dibangun melalui internet untuk menghubungkan dua jaringan lokal. VPN sekarang ini dikenal sebagai pintu masuk menuju situs web atau konten yang diblokir. Banyak pengguna memasang VPN client pada komputer atau smartphonenya untuk mendapatkan kesempatan akses tersebut. Para penapis konten percaya bahwa masyarakat dapat terhindar dari ancaman situs web atau konten negatif dengan cara memberikan peringatan, membatasi, atau menutup akses di wilayah tertentu. VPN dapat membuat pembatasan dan penutupan akses tersebut menjadi sia-sia karena pengguna VPN dapat mengaksesnya menggunakan server yang berjalan di wilayah lain. 

Anggap saja ada perangkat lunak VPN client yang menjanjikan privasi dan keamanan yang memadai sehingga pengguna terhindar dari sisipan malware yang mencuri data penting, dan ancaman lain yang datangnya dari penyedia layanan VPN. Walau demikian pengguna masih akan berhadapan dengan sumber ancaman lainnya, yakni dari situs web dan konten yang dibatasi atau ditutup oleh para penapis. Pengguna harus bijak dalam menggunakan VPN client, tetap sadar bahwa situs web dan konten yang ditapis memberikan resiko tertentu kepada pengaksesnya. 

Di antara situs web yang ditapis adalah yang mengandung konten pornografi. Penapisan konten ini dianggap penting oleh banyak stakeholders. Hasil survei Kementrian Kesehatan di wilayah Jakarta Selatan dan kabupaten Pandeglang pada tahun 2018 menunjukan bahwa sekitar 98,3 persen siswa terpapar konten pornografi. Pada tahun yang sama KPAI mencatat ada 525 kasus pornografi dan kejahatan siber yang melibatkan anak-anak. Pemerintah Indonesia memberikan perhatian serius terhadap konten negarif tersebut. Pada tahun 2018, Kementrian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia menjalankan mesin sensor untuk menangani konten negatif. Platform media sosial pernah diblokir karena dianggap membiarkan ratusan konten asusila. Pemblokiran seperti ini sebenarnya telah dilakukan oleh pemerintah Indonesia sejak tahun 2010 melalui Trust Positif. 

Selain bekontribusi kepada perilaku yang menyimpang, konten pornografi juga menjadi ancaman bagi emas digital (data dan berkas) yang tersimpan di komputer. Ada banyak virus komputer yang terkandung dalam berkas gambar. Salah satu contohnya adalah “perrun” yakni virus yang menyusup dalam gambar jpeg. Virus yang menempel pada file jpeg akan aktif saat filenya dibuka atau dijalankan. Beberapa malware yang terkandung dalam berkas gambar dapat mencuri data pribadi dan bahkan mengambil alih akun bank. Dengan teknik yang sama yakni steganography, teroris menyisipkan pesannya ke dalam konten pornografi. Seseorang bisa berurusan dengan pihak keamanan gara-gara mengunduh dan menyimpan konten tersebut.

Virus atau malware merupakan salah satu tersangka yang menyebabkan kerusakan komputer sesaat setelah konten pornografi dibuka atau dijalankan. Sebuah ransomware trojanhorse bernama Cyber.Police yang di antaranya menyebar melalui situs web porno menyebabkan mesin (smartphone atau komputer) tidak bisa digunakan karena terblokir oleh pop-up yang berisi ancaman pemerasan hingga penghilangan data. Kondisi tersebut menghantarkan pengguna kepada langkah penanganan yang bila tidak dilakukan secara hati-hati bisa berakibat hilangnya data penting. 

VPN client dapat digunakan oleh siapa saja untuk mengakses konten negatif yang diblokir oleh para penapis. Pengguna VPN client harus mempertimbangkan baik-baik sebelum mengakses konten negatif, karena konten tersebut berpotensi menjadi ancaman bagi mesin dan emas digital kita. Kenikmatan semu dan sesaat dari konten negatif dapat menyebabkan kerugian yang banyak. Oleh karenanya, mari bijak dalam menggunakan VPN Client. Cerdas digital adalah kondisi melek digital di mana pengguna mampu memanfaatkan perangkat teknologi informasi dan komunikasi untuk mengakses konten yang tidak merugikan dirinya dan orang lain. Mengakses konten pornografi menggunakan VPN client yang berpotensi menimbulkan kerugian bagi diri sendiri dan orang lain adalah tindakan tidak cerdas digital. 

Rabu, 07 November 2018

Mengkonfigurasi GMail pada GSuite untuk NBO Bebras Indonesia


Dalam kegiatan Workshop Bebras di Jakarta tanggal 31 Agustus 2018 silam, saya merespon kebutuhan email berdomain bebras dari ibu Inge (Inggriani Liem). Kebetulan saya pernah membantu setengah jalan mengonfigurasi GSuite Forum Dosen Indonesia. Saya menyediakan diri untuk mengajukan NBO Bebras agar mendapatkan hibah GSuite for Nonprofit. Dan di penghujung workshop, pak Adi Mulyanto menawarkan kepada saya untuk bergabung dalam OC NBO Bebras Indonesia. Saya menerimanya agar dapat membantu kebutuhan email tersebut.

Untuk pengajuan tersebut saya membuat akun email Bebras Indonesia di GMail pada tanggal 3 September 2018. Pada tanggal yang sama saya berhasil mendaftarkan NBO Bebras Indonesia sebagai anggota Techsoup Asia. Beberapa berkas terkait AKTA dan SK Kemkumham yang diperlukan untuk keperluan verifikasi diperoleh dari pak Adi. Dan pada tanggal 6 September 2018, NBO Bebras Indonesia terkualifikasi untuk mengakses donasi software melalui Techsoup Asia, termasuk donasi dari Google. 

Pada tanggal 9 September 2018, dengan berbekal token Techsoup Asia, saya mulai mengajukan permohonan kepada Google agar NBO Bebras Indonesia dapat mengikuti program Google untuk Lembaga Nonprofit, dan pada hari itu pula disetujui. Dan pada tanggal yang sama Google mengirimkan petunjuk untuk memproses G Suite for Nonprofits. Pengajuannya disetujui pada tanggal 13 September 2018. Dalam prosesnya saya membuat akun khusus untuk admin Google berdomain bebras.or.id di Konsol Admin G Suite. Oh ya, karena rekaman tag meta dari Google yang harus ditambahkan ke DNS untuk verifikasi agar G Suite nya aktif, saya dibantu oleh pak Naryo yang menjadi admin DNS Bebras Indonesia. 

Setelah G Suite nya aktif, saya kemudian menghubungi pak Adi untuk mendapatkan daftar akun biro. Pada tanggal yang sama, saya mendapatkan daftarnya untuk kemudian ditambahkan melalui konsol admin. Pada tanggal 10 September 2018, saya membuatkan folder di Google Drive untuk seluruh biro untuk keperluan pelaporan kegiatan. Saya juga membuatkan folder khusus yang bisa dibaca oleh akun berdomain bebras.or.id atau akun biro. Saya membantu pak Adi untuk membuatkan template peserta dalam format spreadsheet yang kemudian disimpan di folder khusus tersebut dan dibagikan di WAG Koordinator Biro. 

Saya baru ngeuh aplikasi Gmail nya belum bisa digunakan setelah mendapatkan informasi dari teman Biro dari ITB. Tanggal 29 Oktober 2018 saya mendapatkan akses ke cpanel bebras dari pak Naryo setelah mendapat izin dari pak Adi. Setidaknya ada dua langkah penting untuk penyiapan aplikasi GMail nya: 1) penyesuaian MX di Setelan Lanjutan Gmail, dan penambahan rekaman MX di hosted-domain Bebras; serta 2) penambahan rekaman spf di DNS nya di Bebras. Setelah mencari waktu lapang untuk menindaklanjutinya, akhirnya langkah pertama bisa selesai sendiri pada tanggal 2 November 2018, dan langkah kedua selesai dibantu oleh Nikki dari Google Support pada hari ini tanggal 7 November 2018.


Sampai tahap pertama akun email bisa menerima email dari luar, tetapi tidak bisa mengirimkan email ke luar. Hal ini saya tanyakan ke Google Support. 


Akhirnya dengan bantuan dari Nikki (Google Support) rekaman SPF ini berhasil ditambahkan :

v=spf1 include:_spf.google.com ~all

Setelah penambahan rekaman tersebut, saya bisa membalas email atau mengirim email ke luar.


Jumat, 20 Oktober 2017

Memetakan data di sejumlah Sheet pada sejumlah baris Sheet lainnya



Aplikasi Incremental Formula Generator ini dibuat untuk mereka yang tidak tahu cara memetakan rumus yang melibatkan data yang terdapat pada seluruh sheet dalam posisi baris-kolom yang seragam di seluruh sheetnya, ke baris pada kolom tertentu pada sheet lainnya. Seperti tampak pada contoh berikut ini :


Dalam contoh berkas di atas diketahui ada tabel rujukan di sheet yang diberi nama angka dua digit. Sheet Unit Sistem akan menggunakan data pada posisi M23 di seluruh sheet dengan rumus "='<nama sheet>'!M23". Tentunya kita perlu menuliskan untuk setiap barisnya mulai dari "='01'!M23'", "='02'!M23'", "='03'!M23'", dan seterusnya sampai "='<nama sheet terakhir>'!M23'". Aplikasi ini membantu anda membangkitkan rumusnya dengan syarat nama sheetnya merupakan angka menaik satu, i:=i+1; Seperti dalam contoh nama sheet nya 01, 02, 03 hingga sheet terakhir misalnya 10. 

Prosedur penggunaan aplikasinya sebagai berikut :
  1. Tuliskan satu rumus sampel, kemudian ganti nama sheetnya dengan karakter pengganti. Seperti dalam gambar aplikasinya, karakter penggantinya adalah titik (.). 
  2. Tentukan jumlah digit nama sheetnya. Berdasarkan contoh spreadsheet di atas, jumlah digitnya dua (2). 
  3. Kemudian tentukan berapa jumlah sheetnya. Pastikan label sheet ditulis benar jumlah digit dan sheetnya. Misalnya untuk jumlah dua digit dan sepuluh sheet anda harus memiliki sheet dengan nama 01, 02, 03, dan seterusnya hingga 10. 
  4. Klik tombol Generate sehingga muncul daftar rumusnya.
  5. Klik tombol Clipboard lalu Paste di kolom target dengan terlebih dahulu memblok sejumlah baris sebanyak jumlah sheet yang ditentukan. 
Saya sediakan link aplikasinya yang dapat anda unduh secara gratis, selamat mencoba.

Selasa, 06 Desember 2016

Fitur Unggah pada Google Drive


Ada kalanya kita memerlukan pengunggahan berkas pada formulir online. Google menyediakan bagi penggunanya aplikasi internet untuk membuat Formulir Online di lingkungan Google Drive yang telah mengakomodasi pengunggahan berkas. Tetapi fitur ini hanya dinikmati oleh pemilik akun Google yang sudah ikut program Google Apps for Education, Google Apps for Nonprofit Organization dan semisal lainnya. Berkas yang diunggah melalui Formulir secara otomatis disimpan dalam Google Drive pada folder yang sesuai jenis berkasnya. Jadi berkas pdf tidak disatukan dengan gambar dan jenis berkas lainnya. Yang menarik, unggahan berkasnya bisa sampai 10 GB. 



Kamis, 25 Februari 2016

Smartfren Community and Media Gathering


Pada tanggal 23 Februari 2016, mas Tri Herlambang dari Klix Digital memberitahu rencana kegiatan melalui Facebook yang akan melibatkan Blogger Garut. Undangannya saya terima melalui email Komunitas TIK Garut pada hari yang sama dengan penjelasan bahwa pada acaranya nanti akan hadir jajaran manajemen Smartfren yang akan berbagi layanan Smartfren tahun 2016 dan beramah tamah dengan Blogger Garut. Ipan Setiawan yang ditunjuk sebagai koordinator Smartfren Community di Garut merekomendasikan kepada Smartfren beberapa Blogger Garut untuk diundang ke acara tersebut. Sebagian besar dari Blogger tersebut saya kenali di grup Kelompok Pengguna TIK yang yang dikelola oleh pengurus Komunitas TIK Garut. Jadi undangan tersebut bagi saya sekalian merupakan temu darat dengan Blogger Garut.

Malam Jum'at tanggal 25 Februari 2016 saya memenuhi undangan Smartfren untuk menghadiri Community and Media Gathering di Kampung Sampireun. Blogger yang hadir dalam acara tersebut beragam, mulai dari dosen, guru, penyiar, hingga pelajar. Di lokasi setiap Blogger diberi salah satu produk unggulan Smartfren, yakni router 4G LTE Mifi Andromax M2Y untuk menjajal kemampuannya. Saya menunjukan produk yang sama kepada mas Tri yang diberikan oleh teh Rosa dari VMeet sebagai hadiah saat Teleconference Diskominfo Jawa Barat bersama Smartfren. Artinya sebelum mengikuti acara yang mengenalkan 4G LTE saya sudah merasakan sendiri berselancar di internet menggunakan jaringan tersebut. Layanan internet Smartfren ini sudah saya kenali dan rasakan beberapa tahun yang silam saat Smartfren masih fokus di pasar CDMA. Saya mengenalnya pertama kali dari KH Abdul Halim Musaddad saat membantu menghubungkan jaringan lokal Sekolah Tinggi Agama Islam al-Musaddadiyah dan Yayasan al-Musaddadiyah ke internet menggunakan router CDMA Smartfren.

Suasana Pertemuan Blogger Garut dengan Manajemen Smartfren

Dalam kesempatan memperkenalkan diri, saya mengemukakan pengalaman menggunakan Smartfren. Pada tahun 2012 saya menerima dua unit MPLIK (Mobil Pusat Layanan Informasi Kecamatan) dari PT Rahajasa Media Internet untuk dioperasikan oleh Kelompok Pecinta TIK Sekolah Tinggi Teknologi Garut. Koneksi internet MPLIK sebenarnya menggunakan VSat. Hanya saja kendala teknis menyebabkan sambungan internetnya tidak berfungsi. Saat itu saya memutuskan untuk menggunakan dua buah router CDMA Smartfren agar semua laptop di dalam mobil tersebut bisa digunakan oleh pengguna layanannya.

Gambar Operator MPLIK dari KPTIK STTG

Gambar Potongan email yang dikirim setelah MPLIK ditarik dari KPTIK STTG

Dalam pertemuan tersebut, manajemen Smartfren menjelaskan Smartfren Community. Komunitas ini dibangun sebagai saluran komunikasi antara manajemen Smartfren dengan pengguna produk dan layananya. Selain itu anggota komunitas Smartfren juga diharapkan dapat menangani masalah teknis yang dihadapi oleh pengguna produk Smartfren dan memberikan literasi produk dan layanan Smartfren kepada masyarakat. 

Smartfren adalah provider pertama yang membawa teknologi 4G LTE ke Garut dan memiliki jaringan 4G terluas di Indonesia. Bicara tentang 4G ini saya teringat sosok Prof. DR. Khoirul Anwar, ilmuan Indonesia lulusan Teknik Elektro Institut Teknologi Bandung yang menemukan sekaligus pemilik paten teknologi 4G berbasis Orthogonal Frequency Division Multiplexing. Beliau adalah Dosen sekaligus peneliti yang bekerja di laboratoriom Information Theory and Signal Processing, Japan Advanced Institute of Science and Technology, di Jepang.

Ilmuan 4G Indonesia

Smartfren menggunakan teknologi 4G LTE Advanced, di mana frequensi Time Division Duplex yang menyediakan kapasitas bandwidth yang besar dan Frequensi Division Duplex yang menyediakan jarak jangkau dalam satu pipa. Agar jaringan ini tersebar merata di Garut, Smartfren memprioritaskan penggunaan Frequensi Division Duplex. Dengan prioritas ini pengguna 4G Smartfren dapat menikmati kecepatan internet dari 2 sampai 8 Mbps. Pengalaman saya menggunakan router 4G LTE Andromax M2Y, kecepatan tertinggi yang pernah dicapai adalah 4 Mbps. Kecepatan ini berubah-ubah tergantung jumlah pengguna dan jaraknya dengan jaringan. Gambar berikut ini merupakan rekaman kecepatan dari Mifi Andromax pemberian teh Rosa yang saya gunakan. Dengan kualitas jaringan optimum, fitur terbaik dari teknologi Smartfren yakni Voice over LTE dapat dinikmati dengan kualitas tinggi dan waktu respon terbaik dibandingkan teknologi lainnya.  


Hasil pengujian kecepatan dan koneksi Smartfren

Kombinasi harga dan kecepatan yang beragam dari semua layanan penyedia internet di Garut membukakan kesempatan bagi masyarakat Garut untuk memilih layanan internet sesuai dengan kemampuannya. Kebutuhan internet berkaitan dengan kecepatan, dan pengguna akan memilih berdasarkan perbandingan tarifnya. Selamat merasakan dan memilih.

Selasa, 10 Juni 2014

Materi dan Platform Mata Pelajaran Teknologi Informasi

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEizJaWlMI5yV9Jjtb2QgxxESk3NpLpEC9Cs3BhGwQtwlcqk99GGZK_dFsDBpajgFW-MZznoUxStVqdhAtdwxVyT-d2B-I3zjxnZydid68aK1wMexmtppSOQ_21150nXhCzbRD07CyN4dEbn/s400/Pelatihan+Kompetensi+KPTIK.jpg

Jika kurikulum yang mengandung matpel (mata pelajaran) TI (teknologi informasi) ini berlaku umum, tidak hanya Sekolah Menengah Kejuruan Informatika, maka matpel TI ini harus menyediakan keahlian TI dasar yang diperlukan oleh umumnya pengguna, yang diajarkan sistematis dari PC component hingga cloud Apps (kami sering menyebutnya dengan c2c). Tidak hanya membuat mereka menjadi melek TI saja, tetapi juga cerdas TI. Mereka diajarkan cara pemanfaatan TI yang cerdas (efisien dan efektif) dari lapisan component hingga cloud dari berbagai sudut pandang: hukum, agama, psikologi, sosiologi, kesehatan, dls. Setelah melek dan cerdas TI dasar itu disampaikan, baru masuk ke aplikasi sesuai bidang studi atau rumpun yang dipilih untuk menciptakan kapasitas. Tujuan penciptaan kapasitas adalah siswa mendapatkan manfaat dari TI dalam bidang yang sedang ditekuninya. Akhir dari semuanya, diharapkan bukan hanya mendapat manfaat dari TI dan memutuskan dengan penuh kesadaran dari bahaya TI, tetapi mereka mampu berbagi konten sesuai bidang masing-masing di internet dan memanfaatkan konten untuk kesejahteraan mereka. Adakah kurikulum dari SD sampai SMA yang mengakomodasi itu?


Jangan lupa bahwa TI ini bukan hanya kepentingan mereka yang berada dalam bidang informatika saja, dan tidak setiap orang perlu untuk menjadi pengembang platform TI untuk mencapai kesejahteraan hidupnya. Mungkin bagi siswa elektro dan informatika membuat platform TI itu membawa kepada kesejahteraan, tetapi bagi siswa di luar bidang itu, mereka cukup menjadi pengguna akhir yang memanfaatkan platform TI jadi dan tidak perlu jadi pengguna spesialis yang membuat platform TI. Terkait idealisme menggunakan platform TI sendiri, sungguh sangat luar biasa. Tetapi kita juga harus realistis bahwa tidak semua platform TI yang dibutuhkan (produk dalam negeri) itu tersedia, baik yang berbayar ataupun FOSS. Jadi fokus terpenting adalah pada pengetahuan dan keahlian apa yang harus diberikan. Pemilihan platform TI itu urusan kedua.

Menurut yang saya fahami sebab pemilihan platform TI itu dua, yakni kebutuhan dan gaya hidup. Kalau fungsi suatu platform TIK memadai, maka yang berorientasi kebutuhan pasti mencukupkan diri dengan platform TI tersebut. Tetapi kalau bicara gaya hidup, yang dilihat bukan hanya fungsi tetapi dorongan-dorongan subjektif. Dorongan-dorongan itu manusiawi sehingga gaya hidup ini merupakan HAM (hak asasi manusia yang harus dihormati). Dengan demikian kebebasan memilih platform TI juga HAM yang harus diindahkan, selama pemilihannya dilakukan secara cerdas, tidak merugikan diri sendiri dan orang banyak. Menurut survei Android itu digemari anak muda, sementara blackberry itu digemari kalangan mapan. Biarkan saja kondisinya seperti itu, mengalir begitu saja, karena setiap platform TI menciptakan segmen gaya hidupnya sendiri. Tidak perlu saling ganggu.

http://boulderes.com/images/Services/Embedded/cross_platform.jpg

Pada akhirnya kebebasan memilih platform TIK yang merupakan HAM ini berujung pada kata sederhana yakni "pokoknya bisa dipake", soalnya kalau tidak terpakai otomatis ditinggalkan bukan?  Frasa "bisa digunakan" maknanya sangat dalam, meliputi mereka yang berorientasi kebutuhan dan juga gaya hidup. Jadi frasa itu merupakan frasa umum mewakili semua orang dengan platform TI yang dipilihnya. Seseorang boleh jadi bisa menggunakan suatu sistem operasi tetapi tidak bisa menerima jika harus meninggalkan kenyamanan sistem operasi lainnya. Jadi kata "bisa" ini juga bersifat umum. Oleh karenanya cara sekolah memilihnya adalah "yang bisa digunakan siswa atau yang bisa digunakan dalam materi yang sedang digunakan". Tidak perlu dilakukan pengaturan harus platform A, B, atau C. Yang suka menggunakan platform berbayar dalam sistem pengajarannya silahkan, yang tidak suka juga silahkan.

(Dikutip dari komentar saya dalam diskusi malam bersama bapak Michael S. Sunggiardi di grup Facebook Asosiasi Guru TIK dan KKPI Nasional)