Dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat (Permendikbud 49/2014 Pasal 1:14)

Sekolah Tinggi Teknologi Garut

Diselenggarakan mulai tahun 1991 dan bernaung di bawah Yayasan Al-Musaddadiyah.

Program Studi Teknik Informatika

Berdiri pada tanggal 30 Juni 1998.

Rinda Cahyana

Dosen PNS yang diperbantukan di Sekolah Tinggi Teknologi Garut sejak tahun 2005

Tampilkan postingan dengan label Pengajaran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengajaran. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 21 Januari 2023

Nasihat Pertemuan Terakhir


Hari ini, Sabtu 21 Januari 2023 adalah pertemuan terakhir perkuliahan. Saya mengulas kembali proses pembelajaran yg telah dilalui oleh mahasiswa agar mereka dapat mengambil nilai pentingnya. Ulasan pertama adalah soal membaca yg merupakan pintu masuk pengetahuan. Saya mendorong mereka utk membaca sumber pustaka. Mereka diarahkan utk membaca materi yg diminati saja agar sedikit termotivasi utk mengikuti prosesnya.

Pengetahuan diikat oleh tulisan. Itulah sebab kenapa saya meminta mereka untuk menuliskan apa yg sudah mereka baca. Proses membaca bisa dilakukan sendiri. Namun menguji dan memperkaya pemahaman terhadap tulisan harus melibatkan orang lain, agar tdk merasa benar sendiri dan dapat saling mengisi kesenjangan pengetahuan atau pemahaman. Awalnya saya membiarkan mereka mencari sendiri orang yg bisa diajak diskusi. Tentunya ada sebagian dari mereka yg tdk bergerak sama sekali. Pada akhirnya saya dorong mahasiswa untuk membentuk kelompok, sehingga semua orang terkondisikan utk berdiskusi.

Tentunya saya berharap mereka melakukan itu tdk hanya sebatas di kelas, tetapi juga di luar kampus. Saya pernah menceritakan pengalaman saat kuliah sarjana, di mana selepas kuliah teman-teman berkumpul di kamar. Kami mendiskusikan apa yg dibahas oleh dosen, dan setiap dari kami mencoba menjelaskannya. Teman-teman merasa puas dgn penjelasan saya berkat sumber pustaka yg pernah dibaca.

Teman adalah sosok penting yg mengokohkan usaha. Teman itu minimalnya adalah diri sendiri yg dapat diajak bicara dan memberi nasihat. Saya menceritakan kesalahan di masa lalu yg dapat menjadi pelajaran bagi mereka. Ada banyak usaha baik yg mudah dilakukan oleh sebab nasihat diri. Dulu saya berpikir utk tdk bergantung pada eksistensi nasihat diri, sehingga saya meminta diri utk tdk lagi memberi nasihat. Ternyata setelah nasihat itu berhenti, kinerja usahanya menurun.

Setiap mahasiswa harus dapat menjelaskan kalimat yg dikutip dari sumber pustaka dalam diskusi dgn anggota kelompok dan saat menyajikan hasilnya di depan kelas. Hal demikian dimaksudkan agar mereka tdk menjadi individu yg hanya mampu membuat etalase kalimat. Mereka harus menjadi insan yg mampu menjelaskan apa yg diketahui bukan berdasarkan kabar yg tdk pasti, tetapi berdasarkan sumber pustaka yg telah dibaca.

Lebih jauh, penjelasan itu harus disebar luaskan, sebagai bagian terpenting dari kondisi produktif. Oleh karenanya saya mengarahkan mereka utk menyebarluaskannya melalui media sosial secara cuma-cuma. Ini adalah langkah awal yg merupakan pintu pembuka kondisi produktif lainnya, yakni beroleh manfaat material. Siapa tahu dari awalnya menulis karena tugas, kemudian berubah menjadi menulis yg menghasilkan karya tulis dlm bentuk komoditas tertentu.

Terakhir saya menyampaikan permintaan maaf apabila proses pembelajarannya memiliki banyak kekurangan. Saya mengingatkan agar menjadi manusia yg selalu beristighfar setelah prosesnya berakhir. Beristighfar sekalipun mendapat hasil yg baik. Sebagaimana Nabi disuruh oleh Allah utk beristighfar pada saat penduduk Mekah berbondong-bondong memenuhi syiarnya. Sebagaimana kita selalu beristighfar selepas salat agar Allah memaafkan kekhilafan yg terjadi di waktu antara satu salat dgn salat lainnya. Kita memuji Nya yg telah memberi hasil apapun yg  bermanfaat. Kita juga bertasbih utk mensucikan hak-hak Nya agar tdk kita sentuh, sehingga kita tdk ujub dan takabur.

#BiografiCahyana

Sabtu, 18 Desember 2021

Bekal untuk Mahasiswa Baru

Setelah sebelumnya menghadirkan pak Ahmad Hazairin, guru saya yg memiliki pengalaman belajar di Jerman, tamu kali ini dalam mata kuliah Sistem dan Teknologi Garut adalah Badruzaman Zamzam, murid dan adik tingkat saya, alumni Institut Teknologi Garut yang sekarang ini bekerja di Berlin - Jerman. Memberi wawasan perkembangan STI sekaligus memberi insfirasi kpd mahasiswa baru dgn menghadirkan pengalaman hidup sangatlah penting di fase awal studi mereka.

Dalam kesempatan tersebut, setidaknya ada beberapa point penting yg bisa dipetik dari perbincangan dgn santri engineer tsb: 1) Sedekah kemampuan di internet atau di komunitas merupakan jalan membangun rekognisi yg penting utk memperoleh kesempatan pekerjaan, 2) Bekal penting selain ijazah dan hard-skill adalah soft-skill yg diperoleh melalui pengembangan diri di organisasi kemahasiswaan, 3) Kepercayaan diri dapat terbentuk oleh kemampuan menemukan solusi permasalahan.

Rabu, 20 Januari 2021

Kurikulum Diklat Anggota Relawan TIK


Untuk membentuk SDM Relawan TIK Indonesia yang mampu melaksanakan layanan relawan TIK secara efektif dan efisien, diperlukan kegiatan pendidikan dan pelatihan yang dilaksanakan berdasarkan kurikulum Relawan TIK. Materi Wajib Umum menjadi landasan bangunan pengetahuan, keterampilan, dan sikap relawan TIK, untuk kemudian diterapkan di dalam organisasi Relawan TIK Indonesia dengan mencontoh praktik nyata Relawan TIK seperti dijelaskan dalam materi Penciri Organisasi.

Praktik tersebut dijalankan secara sistematis mengikuti metodologi layanan yang dijelaskan dalam materi Dasar Umum Kelompok, dengan berbekal sekumpulan keahlian literasi digital atau TIK yang diperlukan oleh kelompok mitra pengguna layanannya dalam materi Umum dan Utama Kelompok. Sekumpulan keahlian tersebut dilengkapi dengan materi Pilihan berupa sekumpulan standar tertentu yang dilaytih dan diujikan oleh lembaga sertifikasi, atau sekumpulan keahlian yang digunakan oleh kelompok lain yang relevan dengan kegiatan pelayanannya.

Contoh materi klik di sini

Sabtu, 02 Mei 2020

Relawan TIK Tanggap Bencana Covid-19 di Garut


Pada semester genap 2019/2020 ini, saya kembali mengampu mata kuliah Relawan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi). Dalam kurikulum Program Studi Teknik Informatika Sekolah Tinggi Teknologi Garut, mata kulah ini merupakan mata kuliah persiapan Kuliah Kerja Nyata. Mata kuliah Relawan TIK menyiapkan mahasiswa untuk dapat memahami dan mengamalkan sikap relawan dalam menyelesaikan masalah bidang TIK di tengah masyarakat. Kuliah Kerja Nyata sendiri adalah mata kuliah berbentuk Pengabdian kepada Masyarakat yang wajib diikuti oleh mahasiswa Sekolah Tinggi Teknologi Garut. 

Relawan TIK dalam Kuliah Kerja Nyata di desa Sirnajaya (16/8/2019)

Seperti biasanya, tugas lapangan mata kuliah Relawan TIK yang diberikan kepada mahasiswa dikemas dalam program Pengabdian kepada Masyarakat bernama Relawan TIK Abdimas (Abdi Masyarakat). Publikasi kegiatannya di Facebook dapat ditelusuri dari hastag #RTIKAbdimas. Sekarang ini program Relawan TIK Abdimas telah masuk periode ketiga sejak pertama kali dilaksanakan pada semester ganjil 2018/2019. Program ini merupakan pelaksanaan kerjasama Sekolah Tinggi Teknologi Garut dengan Direktorat Pemberdayaan Informatika Kemenkominfo (Kementrian Komunikasi dan Informatika) Republik Indonesia, Dinas Komunikasi dan Informatika kabupaten Garut, dan Relawan TIK Indonesia.  

Penandatanganan Kerjasama dengan Relawan TIK Indonesia (25/12/2018)

Pada awalnya, tujuan tugas lapangan ini adalah untuk mempromosikan potensi sumber daya manusia, industri, dan pariwisata di daerah dengan memanfaatkan TIK. Relawan TIK Sekolah Tinggi Teknologi Garut akan berperan sebagai Agen Perubahan Informatika yang membantu promosi tersebut sekaligus menyiapkan relawan TIK lokal untuk dapat melanjutkan usaha promosinya. Tujuan harus dapat dicapai selama 14 minggu. Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut adalah sebagai berikut:


Metode Relawan TIK Abdi Masyarakat

Saya memanfaatkan Google Classroom dalam kegiatan pembelajarannya, dengan tetap melakukan tatap muka di kelas selama 100 menit, sesuai dengan beban belajarnya sebesar 2 SKS. Ruang kelas Relawan TIK di Google Classroom yang dibuat pada bulan Februari 2020 itu digunakan untuk menyimpan bahan ajar dan pengumpulan tugas mata kuliah. Selama setengah semester, saya menugaskan mahasiswa untuk menemukan mitra penerima manfaat tugas lapangan, menganalisa lingkungan di mana mitra itu berada, dan menyusun modul praktikum dasar kerja informasi yang tepat diberikan kepada mitra tersebut. Sebagian mitra adalah Gerakan Pramuka Kwarcab Garut, dengan koordinator lokal Relawan TIK dari purna peserta Kursus Bina Usaha. Hal tersebut untuk menunjang upaya perintisan Satuan Karya Pramuka Informatika di Garut.

Komunikasi Tim Relawan TIK dengan Calon Mitra (2/3/2020)

Untuk memperkaya pengetahuannya, saya mendatangkan dua orang praktisi yang telah memanfaatkan informasi dengan TIK untuk mendapatkan keuntungan kompetitif. Praktisi pertama adalah Fahmi Taufiq Zain, alumni Program Studi Teknik Informatika Sekolah Tinggi Teknologi Garut yang merupakan praktisi penjualan online. Praktisi kedua adalah Liswanti Pertiwi, yakni Blogger asal Garut yang telah memiliki banyak pengalaman seputar edorsement produk. Materi dari praktisi diharapkan dapat memicu ide atau gagasan pada diri mahasiswa terkait pengetahuan dan ketetampilan yang akan disampaikan kepada mitranya. 

Kuliah Umum Relawan TIK bertajuk Kerja Informasi (24/2/2020)

Pelaksanaan tugas lapangan dilakukan secara berkelompok. Dari tiga kelas mata kuliah Relawan TIK, diperoleh 20 tim dengan jumlah personel antara 4 sampai 5 orang. Setiap personel tim diberi tugas penyusunan modul oleh ketua timnya. Modul dasar kerja informasi meliputi materi berikut ini yang merupakan bagian dari daur hidup kerja informasi: 
  1. Kendali informasi, yakni acuan nilai dan norma yang harus diperhatikan oleh pencipta konten;
  2. Masukan, yakni pencarian, pengambilan, dan pemilihan material dari internet atau dunia nyata menggunakan mesin pencari atau perangkat masukan pada smartphone;
  3. Pemrosesan, yakni pengolahan material menjadi konten / informasi dalam format mulitimedia yang diperlukan oleh pengguna;
  4. Penyimpanan, yakni penyimpanan konten pada simpanan internal, transfer konten ke simpanan lainnya, termasuk pencadangan ke cloud storage; dan
  5. Keluaran, yakni penyampaian konten kepada penggunanya melalui internet.
Sebelum mereka menjadi instruktur bagi mitra, terlebih dahulu saya menguji kemampuan mereka dalam melaksanakan daur hidup kerja informasi. Dalam kesempatan peringatan Safer Internet Day, saya tugaskan mereka untuk ikut serta dalam kampanye tersebut dengan membuat dan menyebarkan konten bertemakan Internet Aman. Kampanyenya ditemukan di Facebook dengan hastag #saferinternetday dan #komtiksttgarut. Tugasnya harus dilaporkan pada tanggal 11 Februari 2020.


Pada tanggal 2 Maret 2020, Presiden Joko Widodo mengumumkan kasus positif Corona pertama kali di Indonesia. Pada tanggal 17 Maret 2020, muncul Surat Edaran dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tentang Pembelajaran secara Daring dan Bekerja dari Rumah dalam rangka Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease (COVID-19). Menyikapi Surat Edaran tersebut, Sekolah Tinggi Teknologi Garut membuat kebijakan yang mengharuskan penundaan kegiatan pembelajaran yang melibatkan aktivitas mobilisasi orang banyak atau yang membutuhkan aktivitas survei lapangan sampai tanggal 29 Mei 2020. Kondisi tersebut mengharuskan fase Pemberdayaan dari Relawan TIK Abdimas ini harus dilaksanakan secara daring.

Saya pun merubah teknik Pemberdayaan yang harus dilaksanakan oleh mahasiswa dari offline menjadi online. Pelaksanaan tugas lapangan berupa pemetaan lokasi geografis objek industri dan wisata pada Google Maps ditiadakan. Kegiatan Pemberdayan difokuskan pada pembelajaran online, di mana personel tim secara bergantian menyampaikan materi dari modul praktikum Dasar Kerja Informasi yang telah dibuatnya kepada mitra. Saya memberi contoh kepada mahasiswa bagaimana teknik tersebut dilaksanakan dengan mudah dengan menggelar Kuliah Umum Relawan TIK kedua yang mengundang pembicara dari Kemenkominfo, ICTWatch, dan beberapa pengurus Relawan TIK Indonesia dari Poliwali Mandar, Bojonegoro, dan lainnya. Terdaftarnya Sekolah Tinggi Teknologi Garut dalam program Google Application for Education belasan tahun yang silam menyebabkan mahasiswa dapat menyimak Kuliah Umum Daring tersebut secara Live Stream.

Kuliah Umum Daring Relawan TIK (26/3/2020)

Pada tanggal 7 April 2020, Relawan TIK Indonesia menyelenggarakan Rapat Kerja Nasional Darurat Covid-19. Di dalam rapat, Relawan TIK Indonesia diajak oleh Pemerintah Pusat untuk ikut melakukan sosialisasi Covid-19 kepada masyarakat. Bahan sosialisasinya disediakan oleh Gugus Tugas dan dapat diakses dengan meng-klik di sini.

Pada tanggal 7 April 2020, saya menemui Kepala Diskominfo (Dinas Komunikasi dan Informatika) kabupaten Garut di Command Center. Selain untuk bersilaturahmi dengan Kepala Dinas baru, saya juga menyampaikan informasi kerjasama yang telah terjalin antara Sekolah Tinggi Teknologi Garut dengan Diskominfo Garut, dan menyatakan kesiapan Relawan TIK Sekolah Tinggi Teknologi Garut dalam membantu Pemerintah mensosialisasikan informasi terkait Covid-19 kepada masyarakat. Dalam kesempatan itu saya berkomitmen akan memobilisasi peserta mata kuliah Relawan TIK untuk membuat dan menyebarkan konten sosialisasi terkait Covid-19 kepada masyarakat melalui media sosial.

Pertemuan dengan Kepala Diskominfo Garut di Command Center (7/4/2020)

Menindaklanjuti rapat dengan Relawan TIK Indonesia dan Diskominfo Garut tersebut, saya membuat rencana baru tugas lapangan (online) setengah semester ke depan bagi peserta mata kuliah Relawan TIK. Saya memutuskan untuk menambah spesifikasi tugas lapangan / Pemberdayaan yang dilakukan oleh mahasiswa, yakni dengan menyisipkan materi sosialisasi Covid-19 di setiap sesinya dan melaporkan kegiatan tersebut melalui form laporan yang link nya disediakan oleh Relawan TIK Indonesia.


Tugas pertama dilaksanakan oleh mahasiswa pada pertemuan ke-9 perkuliahan yang diberikan tanggal 22 April 2020.

Classwork di Salah Satu Classroom Relawan TIK

Tahapan pelaksanaan tugas individu dan kelompoknya dapat dilihat dari slide berikut ini:


Ketersediaan smartphone dan quota data serta kualitas sinyal seluler menjadi hambatan para peserta pembelajaran / pemberdayaan online yang diselenggarakan oleh tim Relawan TIK. Oleh karenanya saya memberikan keleluasaan bagi peserta untuk menggunakan teknik atau platform TIK apa saja dalam pelaksanaannya. Oleh karenanya saya menemukan banyak tim melaksanakannya dengan Whatsapp, seperti yang dilakukan oleh tim Cloud 1. Pemanfaatan platform media sosial tersebut lajim dipraktikan dalam masa pemberlakuan Belajar di Rumah di banyak jenjang pendidikan.
       

Selain berbasis teks, ada pula yang menyajikan materinya dalam bentuk video tutorial, sebagaimana yang dilakukan oleh tim Cloud 2.


Aksi Relawan TIK Tanggap Bencana ini merupakan aksi kedua, setelah sebelumnya Relawan TIK Sekolah Tinggi Teknologi Garut pernah melaksanakannya saat terjadi banjir bandang pada tahun 2016. Dokumentasi kegiatannya bisa ditelusuri di Facebook dengan hastag #rtiktanggapbencana. Gambar berikut ini merekam kegiatan Relawan TIK Sekolah Tinggi Teknologi Garut saat menangani perangkat komputer milik sekolah yang terdampak bencana yang ditinjau oleh kepala Diskominfo Garut. 

Relawan TIK Tanggap Bencana Banjir Bandang (22/9/2016-1/10/2016)

Selasa, 06 Desember 2016

Fitur Unggah pada Google Drive


Ada kalanya kita memerlukan pengunggahan berkas pada formulir online. Google menyediakan bagi penggunanya aplikasi internet untuk membuat Formulir Online di lingkungan Google Drive yang telah mengakomodasi pengunggahan berkas. Tetapi fitur ini hanya dinikmati oleh pemilik akun Google yang sudah ikut program Google Apps for Education, Google Apps for Nonprofit Organization dan semisal lainnya. Berkas yang diunggah melalui Formulir secara otomatis disimpan dalam Google Drive pada folder yang sesuai jenis berkasnya. Jadi berkas pdf tidak disatukan dengan gambar dan jenis berkas lainnya. Yang menarik, unggahan berkasnya bisa sampai 10 GB. 



Minggu, 21 Februari 2016

Pengantar Himpunan Mahasiswa


Minggu, 22 Februari 2016, hingga pukul setengah satu pagi presentasi ini diselesaikan untuk disampaikan dalam acara Mabim (Masa Bimbingan) mahasiswa baru Prodi (Program Studi) Teknik Informatika STTG (Sekolah Tinggi Teknologi Garut) yang diselenggarakan oleh HIMATIF (Himpunan Mahasiswa Teknik Informatika). Sebagai ketua Prodi saya ingin memberikan gambaran kepada mahasiswa dan pengurus HIMATIF tentang bentuk kegiatan seperti apa yang harus dilaksanakan oleh Himpunan Mahasiswa agar sejalan dengan kebijakan pemerintah dan kepentingan akreditasi Prodi. Melalui presentasi ini saya berusaha mendorong mahasiswa agar turut serta bersama Prodi dalam memenuhi standar kemahasiswan dengan melakukan kegiatan relevan dibawah pengelolaan HIMATIF. 

Karena pengerjaan presentasi ini hingga pagi, saya memerlukan waktu tidur tambahan di pagi hari. Memastikan tubuh bugar diperlukan mengingat lokasi pelaksanaan Mabim lumayan jauh, yakni di Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional Pameungpeuk, sekitar perjalanan 3 jam dari pusat kota. Saya berencana pulang pergi mengingat anak bungsu dari kemarin hingga hari ini demam, khawatir memburuk dan perlu dibawa ke klinik. Selain itu besok harinya di STTG ada pertemuan untuk mengenalkan Prodi Teknik Informatika kepada calon mahasiswa.

Jam 10 an saya mengontak pak Eri Satria, berharap beliau punya waktu untuk menemani ke lokasi Mabim. Alhamdulillah, walau sudah menjelang siang ternyata beliau bisa menemani, sehingga saya tidak perlu sendirian menyusuri jalan ke Pameungpeuk yang berkelok. Namun perlu perjuangan untuk menjemput beliau. Jarak tempuh yang diperlukan ke rumah beliau biasanya sekitar belasan menit, kini harus hampir satu jam. Jalanan dikepung oleh kemacetan karena hari ini adalah pawai milad Garut. Dari jalan pembangunan saya memutar ke copong, bunderan Tarogong, hingga ke hampor. Dalam perjalanan sempat melihat dan berusaha menyapa sekretaris Dinas Komunikasi Informatika Garut yang berada di barisan depan dan mengayuh sepeda ontel bersama komunitasnya. Sempat bertanya di dalam hati, kapan Komunitas / Relawan TIK Garut ikut konvoi atau pameran dalam milad Garut. Tapi pikiran itu buyar setelah menyadari perkumpulan ini belum didaftarkan ke Kesbangpol Garut. Masih perlu waktu untuk bisa melakukan itu, sementara cukup puas dengan kesanggupan menjalankan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat.

Akhirnya jam 12 siang berhasil keluar dari kecamatan Samarang, dan perjalanan menuju Pameungpeuk pun lancar. Acara Mabim dibuka siang hari tanpa kehadiran saya. Syukurlah ada ketua STTG didampingi Wakil Ketua II STTG dan Sekretaris saya membuka acara tersebut. Sementara itu saya masih di daerah Batu Numpang, istirahat sebentar di rumah makan dan menyantap makanan dengan lahapnya saking enaknya masakan di sana. Sampai di lokasi jam 15 an. Setelah berbincang sebentar dengan Wakil Ketua II STTG dan Sekretaris saya, waktu menuju Maghrib dimanfaatkan untuk melengkapi materi presentasi. 

Sekretaris saya menginformasikan kalau materi saya dilaksanakan sekitar jam tujuh malam. Waktu menunggu dimanfaatkan untuk makan Seafood bersama pak Eri di tepi pantai. Satu jam kemudian panitia menghubungi melalui sms dan telpon menginformasikan sesi saya sudah akan dimulai. Makanan enak tersebut pun segera dihabiskan untuk dapat kembali ke lokasi. Ternyata ada dua orang alumni sudah menunggu, yang salah satunya adalah Koordinator Komunitas TIK wilayah Selatan Garut. Saya yang mengundang untuk mengevaluasi pelaksanaan Olimpiade Komunitas TIK se Garut bulan lalu. Karena waktunya bertepatan dengan sesi materi tersebut, saya ajak keduanya untuk menemani penyampaian materi di depan mahasiswa baru dan HIMATIF.

Dalam sesi tersebut saya jelaskan semua bagian Slide, di mana HIMATIF perlu menjalankan tiga kegiatan yakni 1) Kaderisasi anggota dan pengurus HIMATIF yang akan menjamin keberlanjutan program kemahasiswaan, 2) Mewujudkan prestasi akademik dan non akademik, serta 3) Melaksanakan pelayanan kepada masyarakat internal dan eksternal kampus sebagai usaha mendorong ketuntasan kuliah mahasiswa dan bagian dari promosi Prodi. Dan yang terpenting dari itu semua adalah HIMATIF harus mewujudkan transparansi kepengurusan, di mana laporan pertanggung jawaban kepengurusan, pengurus bidang, dan panitia ad-hoc disimpan di Cloud Storage, diterbitkan di situs web HIMATIF, dan disebarluaskan di media sosial. Keterbukaan dokumen di internet dan banyaknya akses kepadanya diharapkan dapat meningkatkan rangking Webometric STTG dari posisi terakhir 1 se Garut, 114 se Indonesia, dan 8010 se dunia. Selain itu juga untuk menjamin tidak terputusnya pengetahuan dari generasi ke generasi sehingga diharapkan ada peningkatan kualitas kegiatan setiap generasinya. 

Presentasi ditutup dengan yel-yel "Informatika, Satu !", dengan makna bersatu untuk menjadi nomor satu. Berikut adalah slide presentasi yang disampaikan :
    


Kamis, 02 April 2015

Membagikan Internet dengan Wifi Laptop Sebagai Access Point nya


Berikut ini langkah untuk menjadikan Wifi Laptop sebagai Access Point untuk membagikan internet yang diakses melalui adapter jaringan kabel di lingkungan Windows 7 :
  1. Jalankan Command Prompt sebagai Administrator
  2. Copas perintah berikut ini ke Command Prompt : netsh wlan set hostednetwork mode=allow "ssid=Cahyana" "key=123456789" keyUsage=persistent
  3. Untuk menjalankan Access Point tersebut copas perintah berikut ini ke Command Prompt : netsh wlan start hostednetwork
  4. Buka Properties dari adapter jaringan kabel yang terhubung ke internet, lalu pilih tab Sharing lalu dan beri tanda cek pada Allow other network users to connect thought this computer's Internet connection, pilih Home networking connection nya nama dari adapter Micorosoft Virtual WiFi Miniport. Alamat IP nya akan diberikan oleh Windows, yakni 192.168.137.x
  5. Buka smartphone atau Laptop lain, lalu hubungkan ke SSID Cahyana dengan password 123456789.
  6. Untuk mematikan Access Point, copas perintah berikut ini ke Command Prompt : netsh wlan stop hostednetwork

Senin, 06 Oktober 2014

Format Uang



type tFormatUang=Record
        Text:String;
        SelStart:Integer;
        end;

function FormatUang(input:string):tFormatUang;
var
  sRupiah: string;
  min,i,c:word; dec:boolean;
begin
        sRupiah:='';
        c:=1;
        dec:=false;

        if length(input)>0 then
        begin
        if input[1]='-' then min:=2 else min:=1;

        for i:=length(input) downto min do
        if input[i]='.' then dec:=true;

        for i:=length(input) downto min do
        begin
                if input[i] in ['0'..'9','.','-'] then
                begin
                        if input[i]='.' then
                        begin
                                dec:=false;
                                c:=0;
                        end;
                        if c=4 then
                        begin
                                if dec=false then sRupiah:=input[i]+','+sRupiah;
                                c:=1;
                        end else sRupiah:=input[i]+sRupiah;
                        if dec=false then inc(c);
                end;
        end;

        if input[1]='-' then sRupiah:='-'+sRupiah;

        end;
        FormatUang.Text := sRupiah;
        FormatUang.SelStart := length(sRupiah);
end;

Contoh :

procedure TForm1.Edit1Change(Sender: TObject);
begin
        Edit1.Text:=FormatUang(Edit1.Text).Text;
        Edit1.SelStart:=FormatUang(Edit1.Text).SelStart;
end;

Rabu, 30 Januari 2013

Mencari Kutipan Literatur Bersama Mbah Google




Coba cari kutipan-kutipan dari Google Books atau Google Scholars dengan kata kunci berbahasa inggris. Jika kesulitan dalam bahasa, layanan Mbah yakni Google Translate bisa dimanfaatkan. Contoh, untuk mengetahui tentang bagaimana jaringan komputer sekarang ini, bisa menggunakan kata kunci "Computer Network Today ". Hasilnya ditemukan kutipan terkait semisal "Many computers today are connected to a computer network.A computer network is a collection of hardware and other devices that are connected together so that users can share hardware, software, and data, as well as electronically ..." (Morley dan Parker, 2009)

Contoh lain, misalnya mencari kutipan tentang sejauh mana CCTV diterapkan di terminal bus, maka Mbah akan mengarahkan kepada kutipan semisal "There were more than two million security cameras in public places like U.S. airports and bus stations" (Morse & Mitchell, 2006)

Selasa, 16 Oktober 2012

Selektif dalam memilih layanan Cloud



‎"Dgn cloud kamu tdk memiliki apa pun" (Wozniak, 2012), padahal "org / bisnis yg berhasil adalah yg menguasai & mengendalikan informasi" (Fenner, 2002). Pernyataan ini penting utk ditanggapi oleh para penggiat Cloud.  Investasi IT murah melalui cloud (Zane Adams, 2012) dgn membiarkan aset penting dikelola org lain memang seburuk menyerahkan data sidik jari dan retina ektp ke perusahaan Amerika.

Yang dipersoalkan Wozniak ini adalah pihak lain sebagai pengelola simpanan data organisasi di internet. Menyerahkan pengelolaan aset penting organisasi kepada pihak lain telah menjadi hal yang tabu hampir 10 tahun sejak Fenner menggunakan kata "kendali" atas data pada tahun 2002, karena simpanan di internet itu seperti "membagi" data yang "dikuasai" kepada pihak lain atau membagi kunci sukses kepada orang lain "yang berpotensi menyalahgunakannya". Menyimpan data di simpanan orang lain itu seperti melabrak manajemen resiko

Kecuali penyedia layanan itu memberi jaminan hanya ada satu pintu masuk ke simpanan private di internet yang hanya dapat diakses oleh pemilik data dan kolega yang dikehendakinya. Tapi nampaknya itu mustahil karena admin layanan pasti memiliki akses masuk ke dalam simpanan data tersebut, dan organisasi penyedia layanan tidak bisa menjamin admin tidak melakukan kesalahan menyalahgunakan hak aksesnya. Kesulitan ini seperti sulitnya menyerahkan nyawa kita kepada orang lain, kecuali kita memang niat bunuh diri 

Menggunakan aplikasi cloud untuk pengolah kata dan semisal demi menekan investasi TI lebih dapat diterima dari pada menempatkan data atau pengetahuan penting perusahaan di simpanan cloud. Organisasi harus pandai memilih mana yang boleh disimpan di infrastruktur "asing" dan mana yang hanya boleh disimpan di infrastruktur sendiri. Untuk data, informasi, atau pengetahuan penting sepertinya harus tertutup rapat, kalau harus dapat diakses dalam jaringan lokal harus tidak dapat diakses melalui wireless, dan kalau harus dapat diakses melalui internet harus melalui VPN, yang jika dipasang oleh pihak kedua harus dengan audit keamanan dari pihak ketiga.

Kamis, 27 September 2012

Arsitektur Sistem Kabel Telekomunikasi



Contoh Arsitektur Sistem Kabel Telekomunikasi

Menurut standar komersial EIA/TIA 569B untuk jalur dan ruang telekomunikasi, terdapat enam sub sistem dari sistem pengkabelan terstruktur (Beasley, 2009) :
  1. Pintu masuk bangunan / Building Entrance atau disebut juga Fasilitas Masuk / Entrance Facilities (EF), yakni titik di mana kabel eksternal dan layanan nirkabel terhubung dengan kabel internal gedung dalam ruang perangkat (equipment room). EF mengandung kabel, perangkat keras penghubung, perangkat pengaman yang digunakan sebagai antarmuka antara kabel internal dan eksternal gedung, dan layanan nirkabel dengan equipment room. Wilayah ini digunakan baik penyedia akses private atau public. 
  2. Ruang perangkat / Equipment Room (ER), yakni ruang untuk perangkat elektronik kompleks seperti server atau PBX. Ruang EF dan ER biasanya dikombinasikan oleh main cross-connect (MC). Cross-connect adalah ruang di mana anda menghubungkan satu atau banyak kabel dengan satu atau banyak kabel atau perangkat. MC dihubungkan oleh kabel interbuilding backbone dengan intermediate cross-connect (IC). Biasanya media transmisi yang digunakan untuk mengubungkan MC dengan IC ini adalah fiber. 
  3. Lemari telekomunikasi / Telecommunication Closet (TC) atau Ruang Telekomunikasi / Telecommunication Room, yakni lokasi titik terminasi kabel yang terhubung dengan kabel horizontal dan backbone. Kabel intrabuilding backbone menghubungkan IC dengan TC / horizontal cable (HC). Media transmisi yang digunakan biasanya UTP kategori 5 atau yang lebih baik, namun standarnya adalah UTP kategori 6.
  4. Kabel Backbone, yakni kabel yang menghubungkan lemari telekomunikasi, ruang perangkat, dan kabel masuk di dalam gendung yang sama atau antar gedung.
  5. Kabel Horisontal atau Horizontal Cable, yakni kabel yang memperpanjang keluar dari lemari telekomunikasi ke dalam Local Area Network (LAN), terhubung dengan satu atau beberapa Telecommunication Outlet (TCO) / Wall Plate. 
  6. Area kerja, yakni lokasi komputer, printer, patch cable, jack, kabel adapter komputer, dan jumper fiber.


Diagram Blok Sistem Kabel Horisontal

Kamis, 21 Juni 2012

Haruskah Sarjana Komputasi menjadi seorang Programmer?


Dawson dalam bukunya Project in Computing and Information System menyebutkan bahwa landscape komputasi itu terbagi menjadi tiga bagian, yakni teori (seperti matematika, logika, metide formal, kecerdasan buatan) praktik berbasis komputer (misalnya rekayasa perangkat lunak, manajemen proyek perangkat lunak anasis dan perancangan), dan aplikasi (berkaitan dengan penggunaan, pengaruh, dampak TI bagi organisasi dan masyarakat). Jika otodidak dan kursusan lebih berfokus pada bagian praktik, pendidikan Sarjana meraup semuanya. Hasilnya, semua sarjana mengenal Pemrograman Komputer tetapi tidak semua berakhir dengan project "pemrograman" atau lulus sebagai Programmer. 

Nah bicara soal project komputasi (yang di Indonesia pada level strata satu disebut sebagai Tugas Akhir), kategorinya beragam, mulai dari berbasis riset, pengembangan, evaluasi, berbasis industri, dan pemecahan masalah. Dalam kategori pengembangan misalnya, pilihan mahasiswa adalah bisa mengembangkan software, hardware, model proses, metode, algoritma, teori, atau rancangan perangkat lunak. Terkadang pemrograman menjadi titik tekan project, seperti dalam bidang Rekayasa Perangkat Lunak, dan dalam bidang lainnya pemrograman menjadi pelengkap untuk mendemosnstrasikan ide, teknik, algoritma, atau untuk mengevaluasi interaksi manusia dan komputer. 

Dawson mengatakan, bahwa sekalipun kita kuliah komputasi, tetapi dalam kasus tertentu kita tidak perlu dapat menulis sebuah program komputer. Dikembalikan kepada landscape komputasi, tidak semua bidang memerlukan keahlian menulis program komputer. Artinya, jika mahasiswa mengambil bidang tertentu dalam landscape tersebut, maka dia tidak perlu lulus dengan kompetensi sebagai Programmer.

Sarjana yang khususnya mengambil bidang praktik dalam landscape komputasi seperti RPL tentu saja wajib memiliki skil pemrograman. Tanpa skil dan pengalaman pemrograman tersebut, riset mereka akan mendapat hambatan besar. PT tidak bisa menurunkan level pendidikan Sarjana menjadi sekelas Diploma, Kursus, atau otodidak hanya karena ingin memenuhi harapan pengguna lulusan. Cara yang umum dilakukan PT untuk memenuhi harapan tersebut adalah dengan menyelenggarakan kegiatan tambahan seperti praktikum, ekstra kurikuler, dan program sertifikasi profesional. Semua sarana edukasi tersebut tidak akan berdampak apa-apa bagi mahasiswa jika pola fikir mahasiswa hanya sekedar dapat nilai dan lulus. Secara umum keberhasilan Sarjana memenuhi harapan penggunanya bergantung kepada usaha Sarjana itu sendiri. Kegagalan Sarjana diserap adalah bukan kesalahan PT yang sudah jelas mengarahkan Sarjana harus ke mana, tetapi pada usaha Sarjana sewaktu mereka kuliah.

http://edukasi.kompasiana.com/2012/06/21/haruskah-sarjana-komputasi-menjadi-seorang-programmer/

Senin, 14 Mei 2012

Kiamat Besar Era Informasi





Anonymous di ruang maya bukan suatu keanehan, banyak cara dilakukan orang untuk mengekspresikan siapa dirinya, mulai dengan menggunakan avatar atau foto orang lain sebagai foto profilnya. Esensi berteman di Facebook nampaknya tidak terlalu diperumit oleh sosok nyata ada atau tidak nyata, tetapi pada tema dan cara komunikasi. Sampai tahap ini, foto profil baru sebatas pelengkap komunikasi, karena dengan ada atau tidak ada foto profil orang masih bisa berteman dan berkomunikasi di facebook khususnya dan di dunia maya umumnya. Semua atribut profil diri sementara ini hanya berfungsi untuk pemicu ide pembicaraan, serta untuk meningkatkan level kenyamanan dan keintiman semata. Jadi biarkan saja orang mau tampil seperti apa di facebook, mau kelihatan matanya saja, mau tidak kelihatan apa-apa, atau mau menggunakan foto orang lain seperti kita, yang penting setiap orang dapat berkomunikasi dengan baik, tidak tampil mengganggu orang lain tetapi memberi manfaat kepada orang lain.

Sementara ini, terdapat banyak komunitas yang menerapkan aturan tertentu bagi anggotanya, misanya mengatur konten apa yang boleh dan tidak boleh dibagi dalam komunitas. Namun di beberapa komunitas muncul juga bentuk pengaturan lain, yakni mengatur level keformalan. Dan khusus untuk pengaturan keformalan, menurut pendapat saya pribadi, kemunculannya adalah indikasi terjadinya pergeseran kultur dalam dunia maya, yang pada awalnya serba bebas menjadi serba terkendali. Revolusi kendali ini menurut dugaan saya di masa depan akan didorong oleh kebijakan lintas dunia (dunia realita dan maya yang disepakati secara global) mulai dari kebijakan satu orang satu akun hingga kewajiban menyatakan profil asli, dengan tekanan sangsi yang bergeser dari sangsi komunitas (banned) menjadi sangsi hukum berdasarkan UU (penjara atau denda). Dan revolusi itu hanya terjadi jika masa informasi telah mencapai titik puncak, di mana kehidupan manusia bergantung kepada jejaring informasi dan komunikasi.

Kehidupan internet bagi orang awam pada awalnya adalah kehidupan yang tidak terlihat dan mereka menghidupinya dengan modal keyakinan, misalnya dalam berkomunikasi mereka harus yakin bahwa yang bicara dengannya adalah manusia yang ada eksistensinya (sekalipun boleh jadi yang berbicara dengannya adalah perangkat lunak mesin penjawab cerdas). Lambat laun saat revolusi itu terjadi, maka kehidupan yang tidak terlihat akan menjadi terlihat, karena siapapun yang eksis di internet ditekan hukum untuk menyatakan jati dirinya yang asli, bahkan mesin sekalipun. Titik puncak pencapaian revolusi di mana dunia maya menjadi nyata disebut Kiamat Besar Jaman Informasi :)

Kamis, 15 Maret 2012

Memberi warna DBGrid


Contoh memberi warna pada komponen DBGrid dengan nama komponen DBGrid1 :

procedure TForm1.DBGrid1DrawColumnCell(Sender: TObject; const Rect: TRect; DataCol: Integer; Column: TColumn; State: TGridDrawState);
begin
//Memberi warna $00E9D358 jika data population dalam tabel1 > 25000000
if Table1.FieldByName(‘Population‘).AsInteger > 25000000 then
TDBGrid(Sender).Canvas.Brush.Color := $00E9D358;
TDBGrid(Sender).DefaultDrawColumnCell(Rect, DataCol, Column, State);
end;

Kamis, 08 Maret 2012

Menghilangkan karakter dalam kata

BEGIN
before:='12,000,000';
StringReplace
(before, ',', '',[rfReplaceAll, rfIgnoreCase]);
//koma dihilangkan
ShowMessage(before);
END;

Format uang pada komponen Edit

var
sRupiah: string;
iRupiah: Currency;
begin
//ribuan --> currency ( menyesuaikan setting windows )
sRupiah := Edit1.Text;
sRupiah := StringReplace(sRupiah,',','',[rfReplaceAll,rfIgnoreCase]); // hilangkan char koma , pemisah //ribuan selain IDR
sRupiah := StringReplace(sRupiah,'.','',[rfReplaceAll,rfIgnoreCase]);
//remove char titik . pemisah //ribuan IDR
iRupiah := StrToCurrDef(sRupiah,0); // convert srupiah ke currency
//currency --> format ribuan
edit1.Text := FormatCurr('#,###',iRupiah);
edit1.SelStart := length(edit1.text);

Kamis, 02 Februari 2012

Kekuatan LMS masa depan : jejaring sosial, mesin pencari, dan sumber terbuka

Aktivitas TI sekarang ini dari sisi manusianya mengarah kepada colaborative work (CW) dan dari sisi teknologinya mengarah kepada berbagi layanan. Dorongan utama ke arah sana menurut saya adalah adanya kesuksesan bisnis sejumlah perusahaan seperti raksasa Google melalui sumber terbuka / open source yang merupakan implementasi pendekatan CW dan komunitas militan yang ambil bagian dalam CW perusahaan tersebut. Di lain sisi jejaring sosial merevolusi cara berkomunikasi masyarakat global. jejaring membantu setiap orang menemukan orang yang ingin dihubunginya. Berbeda dengan mesin pencari Google yang memungkinkan orang hanya menemukan data dari orang yang dicarinya. Jika data dan pembuatnya berhasil ditemukan melalui media yang sama, maka menurut dugaan saya kecepatan pengetahuan akan meningkat dibandingkan sebelumnya. Dan kecepatan ini akan lebih meningkat lagi apabila media untuk menemukan orang dan data berkembang lebih cepat dengan pendekatan CW. Kesimpulan dugaan saya adalah, jejaring sosial, mesin pencari, dan sumber terbuka bisa mendorong perkembangan pengetahuan lebih kuat.

LMS seharusnya bukan sekedar mengelola pengetahuan dalam lingkup terbatas tetapi harus dapat mendorong penyebaran pengetahuan global. Karenanya LMS harus mengakomodasi tiga kekuatan abad ini, yakni jejaring sosial, mesin pencari, dan sumber terbuka.

Kamis, 19 Januari 2012

Perangkat lunak bajakan untuk aktivitas non komersial menurut UU nomor 19 tahun 2002

Pasal 72 ayat 3 UU Hak Cipta berbunyi, “Barangsiapa dengan sengaja dan tanpa hak memperbanyak penggunaan untuk kepentingan komersial suatu program komputer dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp. 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah)” . Dari pasal ini sebagian dari kita mungkin berfikir untuk kegiatan non komersial seperti pendidikan, program komputer boleh diperbanyak.

Tapi coba perhatikan UU No. 19 Tahun 2002 pasal 15 e yang berbunyi sebagai berikut : “Perbanyakan suatu Ciptaan selain Program Komputer, secara terbatas dengan cara atau alat apa pun atau proses yang serupa oleh perpustakaan umum, lembaga ilmu pengetahuan atau pendidikan, dan pusat dokumentasi yang non-komersial semata-mata untuk keperluan aktivitasnya;”tidak melanggar undang-undang." Artinya, institusi non komersial tidak boleh memperbanyak program komputer yang dilindungi hak cipta untuk keperluan aktivitasnya.

Bagaimana kalau institusi non komersial tidak memperbanyak tetapi menggunakan program komputer yang dibeli dari seseorang yang tidak memiliki hak menjual (bajakan)? Jika ditelusuri dari UU tersebut, sangsi hukum diberikan hanya kepada orang yang tanpa hak menjual program komputer tersebut, sebagaimana disebutkan dalam Pasal 72 ayat 3. Sementara bagi institusi non komersial yang menggunakan program komputer bajakan, tidak ditemukan dalam UU tersebut adanya sangsi hukum.

Hanya saja berdasarkan pasal 73 ayat 1, program komputer bajakannya dapat dirampas oleh Negara, baik dari tangan penjual atau pengguna, untuk dimusnahkan. Dalam prakteknya seringkali aparat tidak bisa membedakan antara program dengan komputernya, sehingga aparat mengambil serta komputer yang mengandung program komputer bajakan. Padahal menurut pasal tersebut, yang boleh dirampas oleh aparat hanyalah program komputernya saja, apakah dengan jalan menghapus file installer-nya, merampas disk installer-nya, atau menghapus program dari komputer.

Walau pemilik hak cipta seperti Microsoft mendefinisikan pengguna software bajakan sebagai "victim of software counterfeiting" dan tidak ada sangsi hukum bagi pengguna software bajakan, namun mereka yang mengetahui program komputer tersebut bajakan sebaiknya mencoba untuk menghindari menggunakan program komputer tersebut, walau untuk kepentingan non komersil sekalipun. Berusaha untuk membeli perangkat lunak asli, atau menggunakan perangkat lunak gratis, bebas, atau terbuka.

Kamis, 08 Desember 2011

Mengatur angka di belakang koma

Perintahnya :Format('%8.2f'[])
2 menunjukan jumlah angka di belakang komanya, yakni 2.
diganti dengan angka floatnyaFungsi di atas menghasilkan keluaran bertipe string.

Minggu, 25 September 2011

Menyimpan jpg ke database

Seluruh kode yang ditulis di sini memerlukan unit DB dan jpeg sehingga harus dituliskan

uses DB, jpeg;

Cara untuk menyimpan file gambar ke dalam field "photo" bertipe text milik tabel dalam basis data SQL Server adalah sebagai berikut :

  1. Tambahkan komponen bernama OpenDialog1, ADOQuery1, Button1, dan Image1
  2. Pada event onClick komponen tombol Button1, tuliskan kode berikut :
procedure TFormPustaka.Button1Click(Sender: TObject);
var
FileStream: TFileStream;
BlobStream: TStream;
begin
OpenDialog1.Execute;
ADOQuery1.Edit;
try
BlobStream := ADOQuery1.CreateBlobStream(ADOQuery1.FieldByName('photo'),bmWrite);
FileStream := TFileStream.Create(OpenDialog1.FileName,fmOpenRead or fmShareDenyNone);
BlobStream.CopyFrom(FileStream,FileStream.Size);
FileStream.Free;
BlobStream.Free;
ADOQuery.Post; // menimpan gambar ke field "photo"
QDataPustakaAfterScroll(QDataPustaka); // memanggil event AfterScroll (di bawah)
except
ADOQuery1.Cancel;
end;
end;
end;


Cara untuk menampilkan data gambar yang merupakan isi field "photo" dengan menggunakan komponen ADOQuery1 dan Image1 adalah sebagai berikut :

  1. Pastikan properti string dari komponen ADOQuery1 mengandung SQL yang terhubung ke tabel yang memiliki field bertipe text.
  2. Pada event AfterScroll dari komponen ADOQuery1, tuliskan perintah berikut ini :
procedure ADOQuery1AfterScroll(DataSet: TDataSet);
var
JpegImage: TJPEGImage;
BlobStream: TStream;
begin
if (not ADOQuery1.FieldByName('photo').IsNull) then
begin
BlobStream:= ADOQuery1.CreateBlobStream(ADOQuery1.FieldByName('photo'),bmRead);
JpegImage := TJPEGImage.Create;
try
JpegImage.LoadFromStream(BlobStream);
Image1.Picture.Assign(JpegImage);
Image1.Visible := True; // ini tidak perlu jika Image1.Visible := False; tdk ditulis di bawah
finally
JpegImage.Free;
BlobStream.Free;
end;
end
else
Image1.Visible := False; // atau bisa juga Image1.Picture.Assign(nil);
end;

Tambahkan DBGrid, kemudian hubungkan dengan ADOQuery menggunakan DataSource. Setiap anda mengklik sel DBGrid, maka apabila field "photo" pada record tersebut mengandung gambar, akan muncul gambarnya di komponen image1.