Dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat (Permendikbud 49/2014 Pasal 1:14)

Sekolah Tinggi Teknologi Garut

Diselenggarakan mulai tahun 1991 dan bernaung di bawah Yayasan Al-Musaddadiyah.

Program Studi Teknik Informatika

Berdiri pada tanggal 30 Juni 1998.

Rinda Cahyana

Dosen PNS yang diperbantukan di Sekolah Tinggi Teknologi Garut sejak tahun 2005

Sabtu, 25 April 2026

Dekat dan Jauh


Jarak dapat menyebabkan prasangka dan konflik, sementara saling pengertian dan memberi dapat menumbuhkan kedekatan.

Distance can lead to prejudice and conflict, while mutual understanding and giving can foster closeness.

قد يؤدي البُعد إلى التحيّز والصراع، بينما يُمكن للتفاهم المتبادل والعطاء أن يُعزّزا التقارب.

Orang beriman mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri (HR. Bukhari & Muslim). Ibarat bangunan yang saling menguatkan antara satu dengan yang lain (HR. Bukhari), atau satu tubuh, yang jika salah satu anggota tubuhnya sakit, maka seluruh anggota tubuhnya yang lain ikut merasakan sakit juga, dengan tidak bisa tidur dan demam (HR. Muslim). 

Bila kecintaan itu telah luntur dan bahkan tergantikan oleh kebencian, maka saling memberi hadiah dapat menghilangkan kebencian (HR. Tirmidzi) dan membuat saling mencintai (HR. Bukhari). Berjamaah (bersatu) dan menjauhi perpecahan adalah keharusan, karena setan bersama orang yang sendirian (HR. Tirmidzi). Setan itu menimbulkan perselisihan dan musuh yang nyata (QS. Al-Isra': 53).

#persepsicahyana #ratisejiwa

Jumat, 24 April 2026

Lintasan Pikiran Adalah Perintah


Dari sudut pandang seorang hamba Tuhan, apa pun yang terlintas dalam pikiran adalah perintah yang harus dilaksanakan dengan cara atau dalam batasan yang dikehendaki Tuhan. 

From the perspective of a servant of God, whatever comes to mind is a command that must be carried out in the manner or within the limits that God desires.

من منظور خادم الله، فإن كل ما يخطر على البال هو أمر يجب تنفيذه بالطريقة أو ضمن الحدود التي يريدها الله.

#persepsicahyana

Bagi hamba Tuhan, semua lintasan pikiran adalah isyarat perintah Tuhan, bahkan bila lintasan itu timbul dari syahwat atau seperti penyakit hati.

Contohnya:

"Apabila salah seorang di antara kalian melihat seorang wanita, lalu ia memikat hatinya, maka segeralah datangi istrinya! Sesungguhnya istrimu memiliki seluruh hal yang dimiliki oleh wanita yang engkau lihat itu." (HR. Muslim no. 1403, At-Tirmidzi)

Isyarat perintah Nya: terpikat hati oleh wanita lain. Pelaksanaannya: mendatangi istrinya untuk beroleh pahala dari Tuhan. 

"Bagaimana pendapat kalian jika ia menyalurkan syahwatnya pada tempat yang haram (zina), bukankah ia mendapatkan dosa? Maka demikian pula jika ia menyalurkannya pada jalan yang halal (istri), maka ia mendapatkan pahala." (HR. Muslim no. 1006)

Contoh lain:

“Tidak boleh hasad (iri hati) kecuali pada dua orang: (1) Seseorang yang diberikan harta oleh Allah, lalu ia menghabiskannya di jalan yang benar, dan (2) Seseorang yang diberikan hikmah (ilmu), lalu ia mengamalkannya dan mengajarkannya kepada orang lain.” (HR. Bukhari no. 1409 & Muslim no. 1352)

Isyarat perintah-Nya: hasad pada seseorang. Pelaksanaannya: berdoa atau berharap, bahkan bila dia tidak termasuk keduanya.

"Jika salah seorang dari kalian melihat pada diri saudaranya sesuatu yang menakjubkan, maka hendaklah ia mendoakan keberkahan untuknya." (HR. Ahmad).

"Hamba yang dikaruniai Allah ilmu namun tidak dikaruniai harta, lalu ia jujur niatnya dengan berkata: 'Seandainya aku memiliki harta, niscaya aku akan beramal seperti amalan si fulan (orang pertama).' Maka dengan niatnya itu, pahala keduanya sama … Hamba yang tidak dikaruniai Allah harta maupun ilmu, lalu ia berkata: 'Seandainya aku memiliki harta, niscaya aku akan beramal (buruk) seperti si fulan (orang ketiga)'. Maka dengan niatnya itu, dosa keduanya sama." (HR. At-Tirmidzi)

Konsep tsb adalah kimia spiritual—mengubah "logam rendah" (dorongan nafsu atau penyakit hati) menjadi "emas" (amal saleh dan pahala) melalui pemahaman koridor syariat. Dari sudut pandang seorang hamba, pikiran tidak lagi dianggap sebagai gangguan acak, melainkan sebagai sinyal navigasi. Ketika pikiran muncul, seorang hamba tidak sekadar mengikuti arus pikiran tersebut, melainkan bertanya: "Ke arah mana Tuhan ingin aku mengalihkan energi ini?"

Dalam teologi Islam, fenomena ini sering disebut dengan manajemen lintasan pikiran (khawatir). Saya menggambarkannya sebagai "perintah" yang harus dieksekusi melalui kanal yang tepat. Imam al-Ghazali membahasnya secara khusus di dalam Minhajul Abidin, mengkategorikannya menjadi lintasan yang baik dan yang buruk. 

Esensi dari hadis-hadis yang dikutip menunjukkan bahwa manusia tidak diminta untuk mematikan perasaannya secara total, melainkan untuk merekayasa arahnya. Islam mengakui bahwa manusia punya rasa lapar, syahwat, dan rasa iri. Tuhan tidak menghukum munculnya perasaan tersebut selama tidak diubah menjadi tindakan haram. Seorang hamba yang memahami ini tidak akan tenggelam dalam rasa bersalah saat pikiran buruk muncul. Sebaliknya, ia langsung beraksi melawan pikiran tersebut.

Dengan paradigma ini, hidup menjadi sangat dinamis. Tidak ada ruang kosong. Setiap detik, "lintasan pikiran" adalah bahan baku untuk membangun istana di akhirat. Ini adalah bentuk optimisme tingkat tinggi: bahwa setiap gerakan batin, sekecil apa pun, adalah peluang untuk meraih ridha-Nya jika dikelola dengan ilmu.

Menurut Imam al-Ghazali, lintasan ini bersumber dari Tuhan bila tentang Ketuhanan Nya, dari Malaikat bila tentang amal saleh, dari Setan bila tentang keburukan yg mudah dihilangkan dgn dzikr, dan dari Syahwat bila dorongannya sulit dihilangkan. Lintasan tsb menguji arah ketaatan kita, apakah kepada Tuhan atau selain Nya? Bila semua lintasan dipersepsi sebagai perintah Tuhan, maka kita harus mengambil cara pelaksanaan yang sesuai dengan-Nya agar terbukti menaati-Nya. 

#ratisejiwa

Kamis, 23 April 2026

Error P2138: Efek Throttle Manipulator?

Dalam perjalanan pulang dari Bandung, indikator mesin menyala lagi. Kali ini saya tidak mencabut aki, sesuai saran teknisi. Alhamdulillah, gasnya normal, walau lampu indikatornya menyala. Setelah dipindai, ketahuan masalahnya di sensor yg berkaitan dengan throttle. 

Entah error ini ada hubungannya dengan Throttle Manipulator yg saya pasang atau tidak. Saya lupa menanyakannya. Namun Gemini menjelaskan demikian:

Kode DTC P2138 pada Honda Mobilio 2018 menunjukkan adanya masalah korelasi tegangan antara dua sensor posisi pedal akselerator (APP Sensor A/B atau Sensor D/E). Mobil biasanya akan masuk ke "limp mode" (mode darurat) di mana tenaga mesin sangat dibatasi untuk keamanan. 

Gejala yang mungkin dirasakan: lampu Check Engine menyala, mobil tiba-tiba kehilangan tenaga atau tidak mau lari saat digas (limp mode), mesin tersendat, idle tidak stabil, atau bahkan mati mendadak. (Persis seperti yg saya rasakan)

Sangat besar kemungkinannya alat throttle manipulator (seperti throttle controller atau piggyback throttle) tersebut berkaitan langsung dengan munculnya kode P2138. Alat ini bekerja dengan cara mencegat sinyal dari pedal gas (APP Sensor) dan mengubah voltasenya sebelum dikirim ke ECU untuk memberikan respons yang lebih instan atau lebih hemat. Kode P2138 muncul karena ECU mendeteksi perbedaan tegangan (mismatch) antara dua jalur sinyal pedal yang dianggap tidak wajar atau tidak sesuai dengan standar pabrikan

Beberapa mode agresif pada manipulator mengubah kurva voltase secara ekstrem. ECU Honda sangat sensitif terhadap keamanan; jika perubahan voltase dianggap terlalu melonjak atau tidak sinkron antarsensor, ECU akan langsung masuk ke limp mode untuk mencegah mobil melaju tanpa kendali.


#cahyanatrip

Rabu, 22 April 2026

Sakit Mu Black

Di Leles, tiba-tiba indikator mesin menyala. Tenaga ilang. Dicabut ACCU, kemudian indikatornya mati setelah ACCU dipasang lagi. Tapi selang beberapa saat indikator nyala lagi. Sudah tiga kali trik tsb dilakukan, tdk ada perubahan. Akhirnya menepi di depan bank. 


Selang beberapa saat, satpam bank mengetuk pintu, bertanya apakah masih lama. Saya bilang mobilnya bermasalah. Satpamnya berpendapat barangkali overheat, sambil meminta saya maju sedikit ke depan. Saya pun melajukan kendaraannya melewati pintu perlintasan kereta dan menepi di minimarket. Coba dinginkan mesin sebelum cek sistem pendingin mesinnya. 


Di teras minimarket saya memikirkan apa yg disampaikan satpam tersebut. Dua titik yg saya periksa: air radiator aman, kipas aman. Saya perlu strategi karena jalan balik harus melewati tanjakan panjang. Keputusannya, matikan AC dan sound system. Alhamdulillah, sampai di bengkel juga. Belum usai penyakitmu, Black.


#biograficahyana

Jumat, 10 April 2026

Logika Ketulusan


Pamrih itu tidak terlarang dan tanpa pamrih itu keutamaan. Namun, bila tanpa pamrih membuat jiwa terancam, maka pilihan pamrih menjadi kewajiban.

Ungkapan ini merupakan sebuah refleksi filosofis mengenai keseimbangan antara idealisme (ketulusan) dan realisme (pertahanan diri). Secara sederhana, kalimat tersebut membedah tingkatan moralitas manusia dalam bertindak.

Berikut adalah penjelasan tiap poinnya:

"Pamrih itu tidak terlarang"

Memiliki pamrih (menginginkan imbalan, keuntungan, atau balasan) adalah hal yang manusiawi dan wajar. Dalam konteks profesional atau sosial, bekerja untuk mendapatkan gaji atau membantu orang dengan harapan mendapat perlakuan baik kembali bukanlah sebuah dosa. Ini adalah bentuk pertukaran nilai yang sehat agar roda kehidupan tetap berjalan.

"Tanpa pamrih itu keutamaan"

Bertindak secara altruistik atau murni karena ketulusan tanpa mengharap apa pun adalah level moralitas yang lebih tinggi. Ini disebut sebagai keutamaan (virtue) karena menunjukkan kekayaan jiwa seseorang. Di sinilah letak kemuliaan manusia: ketika ia bisa memberi tanpa merasa harus menerima kembali.

"Namun, bila tanpa pamrih membuat jiwa terancam..."

Ini adalah batasan penting. Terkadang, saking "tulusnya" seseorang, ia membiarkan dirinya dieksploitasi, diperas, atau diperlakukan tidak adil oleh orang lain. Jika ketulusanmu justru membuat kesehatan mentalmu rusak, fisikmu hancur, atau martabatmu diinjak-injak, maka keikhlasan tersebut telah kehilangan maknanya.

"...maka pilihan pamrih menjadi kewajiban"

Ketika situasi sudah mengancam keberlangsungan hidup atau integritas diri, kamu wajib menetapkan syarat (pamrih). Dalam konteks ini, "pamrih" bisa berarti: Menuntut hak yang seharusnya diterima, memasang batasan (*boundaries*) agar tidak dimanfaatkan, meminta kompensasi yang layak atas pengorbanan yang dilakukan.

Kesimpulan
Kalimat ini berpesan agar kita tidak menjadi "orang baik yang naif"

Filosofinya: Menjadi tulus itu mulia, tetapi menjaga diri sendiri adalah kewajiban. Jangan sampai atas nama "pengabdian" atau "ketulusan", kamu membiarkan dirimu hancur. Kamu tidak bisa menolong orang lain jika dirimu sendiri tidak selamat.

#persepsicahyana

Jumat, 03 April 2026

Kebahagiaan Seorang Pendidik

Salah satu kebahagiaan atau ciri kesuksesan seorang pendidik adalah bila anak didik yg didorongnya dari belakang dapat lebih sukses atau lebih baik dari dirinya. Bahkan bila anak didiknya merendahkan dan menyombongkan diri atas pencapaiannya itu, sebab dia baru mampu bersyukur dgn cara seperti itu.

Sebagaimana pengalaman beberapa minggu yg lalu dan sore tadi, saya bertemu dgn beberapa anak didik yg menunjukkan sikap bersyukurnya dan memperlakukan saya seperti orang tuanya sendiri. Di antaranya ada yg begitu berterima kasih atas fasilitasi dan bimbingan selama masa pendidikan yg membuatnya dapat memiliki perusahaan teknologi sendiri. Anak lainnya, seorang pemilik perusahaan bangunan, menolak uang pembelian dari saya dan memberikan barang yg saya beli dgn cuma-cuma. Utk nya saya do'akan, Barakallah, semoga usahanya terus berkembang.

Saya tdk pernah bercita-cita menjadi tenaga pendidik. Namun di jalan profesi yg Tuhan berikan ini, saya mulai melihat berbagai keindahan, mendapatkan hikmah dari perilaku peserta didik yg bersyukur dgn cara sesuai kondisi dan kemampuannya. Semoga saya dapat belajar dari mereka semua dlm penghormatan dan kesyukuran kepada orang tua biologis dan akademis, dan kpd Tuhan yg memberikan kedudukan dlm hati hamba-hamba Nya. 

#biograficahyana