"Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal." (QS. Ali 'Imran: 190-191)
Pasangan langit-bumi mewakili naik-turun.
"Ingatlah ketika Allah berfirman: 'Wahai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu ke akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku...'" (QS. Ali 'Imran: 55)
"Demi Zat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sesudah dekat saatnya putra Maryam akan turun di tengah-tengah kamu sekalian sebagai hakim yang adil..." (HR Muslim)
Ibnu Katsir, At-Tabari, Al-Qurtubi, dan lainnya berpendapat bahwa diangkat dan turun itu artinya fisik dan ruh nya naik ke atas langit dan turun ke bumi. Jadi bisa difahami, kejadian tsb menggambarkan naik (+) dan turun (-).
Pasangan malam-siang mewakili ada dan tiada tanda.
"Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda, lalu Kami hapuskan tanda malam dan Kami jadikan tanda siang itu terang, agar kamu mencari kurnia dari Tuhanmu..." (QS. Al-Isra': 12)
Dijelaskan dalam Tafsir Jalalain, bahwa yg terhapus adalah cahaya, sementara dalam Ibn Katsir yg terhapus adalah fisik bulan. Jadi bisa difahami ada/tiada cahaya/bulan. Jika keberadaan bulan disimbolkan 1, maka ketiadaannya adalah 0.
Bagi orang berakal, konsep ada dan tiada (1/0), serta naik-turun (+/-) yg mungkin terjadi dalam kondisi biner tsb menjadi tanda-tanda penting utk mengungkap Sunatullah. Misalnya, kaki yg bergerak merupakan kombinasi kontraksi (1) dan relaksasi (0) yg kecepatannya dipengaruhi oleh akselerasi (+), dan pelambatannya dipengaruhi oleh deselerasi (-).
Jika dimasukkan ke dalam rumus dasar kecepatan (v), maka jarak (s) ditentukan oleh berapa banyak untaian kode biner (0/1) langkah kaki yang tercipta, sedangkan waktu (t) ditentukan oleh seberapa kuat intensitas gaya (+/-) yang mendorong atau menahan gerakan tersebut.
Jika diasumsikan sistem bekerja pada ruang dimensi keadaan (state space) terkontrol:
B in {0, 1} : Variabel Biner Eksistensi (1 = Terang/Ada, 0 = {Gelap/Tiada}.
I in {-1, +1} : Vektor Intensitas Dinamika (-1 = {Turun/Deselerasi}, +1 = {Naik/Akselerasi}.
v0 : Kecepatan dasar sistem atau kecepatan homeostasis makhluk hidup (m/s).
delta_a : Koefisien akselerasi biolistrik otot (m/s^2).
Fungsinya: v(t) = B.(v0+I.delta_a.t)
Kode Python:
def hitung_kecepatan_ai(B, I, v0, delta_a, t):
# Validasi input biner dan vektor intensitas
if B not in [0, 1] or I not in [-1, 1]:
raise ValueError("Input tidak sesuai dengan matriks biner Sunatullah.")
# Proses pengolahan sinyal di dalam neuron saraf buatan
z = B * (v0 + I * delta_a * t)
# Fungsi Aktivasi Linear Terbuka (Membatasi kecepatan tidak minus secara fisik)
v_output = max(0.0, float(z))
return v_output
# --- SIMULASI PARAMETER SISTEM ---
# Misal: Kecepatan dasar = 2.0 m/s, Akselerasi = 0.5 m/s^2, Waktu berjalan = 4 detik
v0_dasar = 2.0
percepatan = 0.5
waktu = 4
# Tiga skenario kondisi alam biner
kecepatan_malam = hitung_kecepatan_ai(B=0, I=-1, v0=v0_dasar, delta_a=percepatan, t=waktu)
kecepatan_naik = hitung_kecepatan_ai(B=1, I=1, v0=v0_dasar, delta_a=percepatan, t=waktu)
kecepatan_turun = hitung_kecepatan_ai(B=1, I=-1, v0=v0_dasar, delta_a=percepatan, t=waktu)
# Hasil komputasi sistem
print(f"--- HASIL SIMULASI LOGIKA BINER ---")
print(f"Kondisi Istirahat (B=0, I=-1) : {kecepatan_malam} m/s")
print(f"Kondisi Naik (B=1, I=+1) : {kecepatan_naik} m/s")
print(f"Kondisi Turun (B=1, I=-1) : {kecepatan_turun} m/s")
#persepsicahyana
0 comments :
Posting Komentar
Terima kasih atas kunjungan dan komentarnya