Selayaknya kita bersyukur masih mampu mengingat Allah walau tidak sempurna, misal, teringat pada Nya hanya di masa sulit. Ibnu Athaillah berkata, "Kelalaian seseorang saat tetap berzikir jauh lebih baik daripada kelalaian akibat meninggalkan zikir sama sekali."
Setidaknya di masa sulit itu kita tidak meminta pertolongan kepada Tuhan yg lain, dan itu sudah cukup utk tdk membuat Allah 'cemburu'.
"Sesungguhnya Allah Ta'ala itu cemburu, dan kecemburuan Allah Ta'ala itu adalah apabila seorang manusia melakukan apa yang diharamkan oleh Allah atasnya." (HR. Bukhari no. 5223 & Muslim no. 2761).
Jika kita dianggap tidak layak oleh Allah, kemampuan mengingat Nya tidak akan dikaruniakan. Ibnu Athaillah berkata, "Dia membuatmu ingat (zikir) kepada-Nya; kalaulah bukan karena karunia-Nya, engkau tidak pantas berzikir kepada-Nya."
#ratisejiwa
0 comments :
Posting Komentar
Terima kasih atas kunjungan dan komentarnya