Dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat (Permendikbud 49/2014 Pasal 1:14)

Sekolah Tinggi Teknologi Garut

Diselenggarakan mulai tahun 1991 dan bernaung di bawah Yayasan Al-Musaddadiyah.

Program Studi Teknik Informatika

Berdiri pada tanggal 30 Juni 1998.

Rinda Cahyana

Dosen PNS yang diperbantukan di Sekolah Tinggi Teknologi Garut sejak tahun 2005

Selasa, 22 Oktober 2024

Kisah Santri

Tentunya selalu ada banyak kisah di ponpes yg terekam dlm benak santri. Salah satunya yg masih saya kenang semasa mukim di ponpes adalah seorang santri yg tercebur ke dalam kulah oleh bobot tubuhnya sendiri, lalu ia mencari orang yg mendorongnya 😅 Nih santri siswa gaulnya sama santri mahasiswa 😄

Ustadz juga kadang sering membuat kelucuan. Salah satunya adalah saat ustadz Murgo membangunkan santri di waktu fajar. Beliau mendatangi dan mengetuk pintu kobong dgn mengenakan topeng berambut panjang. Santri yg buka pintu langsung kaget ... tapi berakhir tertawa bareng 🤣

Kisah dunia lain juga ada, yaitu saat dua orang santri dlm selisih waktu tertentu melihat penampakan jin wanita berpakaian putih dgn rambut terurai ke depan, saat aktivitas mencuci di malam hari. Dan mereka santai saja. Namun yg satu sepertinya antusias ke hal mistis seperti itu 😄 Di mana kang Anwar dari Cianjur sekarang ya?

Kisah kebersamaan sangat banyak, seperti saat kumpulan santri makan sore bareng di atas pelepah daun pisang direcoki ayam peliharaan ustadz Ukoz 😁 Tradisi makan mayoran kang Ade Tasik dkk.

Kisah cinta pastinya ada, seperti santri cinlok sampai menikah atau patah hati, atau santri yg mau dijodohin kyai 😍 Colek Hardi Dayak dan kang Deden Ismail. Saya ngalamin juga digoda oleh pak Kyai Asep utk dekat dgn ustadzah dan dipanggil pak Kyai Marghani utk ta'aruf 🤭

Santri kena ta'zir pastinya ada, seperti santri yg disuruh push-up sama Kyai krn tdk ikut aurod lepas Maghrib 🤗 Saya yg tidur di kamar tamu, hanya bisa menyimak 🤭 Mungkin berkah aurod harian di kamar, suka dilewat sama pak Kyai Maman. Beliau cuma melihat dan berlalu 😁

Santri aktivis juga ada, jarang ada di kobong krn sibuk kegiatan pergerakan mahasiswa di luar ponpes 💪. Salah satunya adalah kang Amin yg kasih saran agar tdk usah jalan di tempat ngurusi satu organisasi, segera lulus kuliah utk ngurusi organisasi lain. 

Santri wirausaha juga ada, buat handycraft dan dijual ke supermarket. Santrinya sekarang sdh jadi Kontraktor tajir. 🤑 Colek sodaranya, Tanto Sutanto

Bersebelahan dgn kamar Ustadz Jenjen yg jago qiro'ah dan main keyboard, suka nyetel kaset kitaro, membuat saya menjadi penikmat aliran New Ages sampai mengkoleksi beberapa kaset Inspirational Moment. Ga hanya aliran itu saja, saya juga penikmat dan kolektor kaset Nasyid Raihan, Haddad Alwi, Snada, Qatrunada, dll. Radio tape nya saya dapatkan dari pasar loak di jalan Pramuka dan terbakar dlm insiden teman yg tidur lupa matiin pemanas air. Teriakannya selepas terbangun dan lari ke luar krn kebakaran mengagetkan penduduk kobong 😅

Dan satu nasihat pak ustadz Encep Muhdan yg masih diingat dan mungkin juga didengar oleh santri lainnya adalah agar para santrinya mengenakan daleman sekalipun sdh pakai sarung. Btw, sarungnya santri itu kadang dipake terus dan sebulan gak dicuci 😃 Makasih kang Asep Samarang yg sdh ngasih sarung.

#BiografiCahyana

Minggu, 20 Oktober 2024

Selamat Bertugas Pak Presiden

Saya adalah pemilih pak Prabowo saat beliau bertarung melawan pak Jokowi utk pertama kalinya. Dasar pilihannya bukan krn tanggal lahir beliau yg sama dgn saya, 17 Oktober. Beliau adalah sosok yg dianggap Gus Dur sebagai Nasionalis yg ikhlas.

Pada periode pilpres berikutnya saya memilih pak Jokowi, sekalipun agak kecewa krn Prof Mahfud tdk jadi Wapres mewakili NU yg saya anggap sebagai kekuatan penyeimbang kalangan Nasionalis dan dapat menetralisir polarisasi. Namun pemilihan Prof Ma'ruf juga sudah tepat krn selama ini beliau didukung oleh simpul-simpul polarisasi, sekalipun kemudian beliau ditinggalkan oleh mereka setelah menjadi Wapres. Pilihan saya rupanya tdk keliru krn ternyata pak Prabowo bergabung dlm kabinet, sekalipun loyalis pragmatis nya kemudian memusuhi. Hal tsb membuktikan keikhlasan beliau dalam mengutamakan Persatuan Indonesia di atas egoisme pribadi atau golongannya.

Dalam Pilpres kemarin, saya memberikan suara utk Prof Mahfud, orang yg saya anggap sebagai Hujah nya Indonesia. Istri memilih pak Prabowo, dan itu tdk masalah. Sudah menjadi takdirnya, pak Prabowo menjadi pemenang Pemilu setelah berada dalam gerbong partai pendukung pak Jokowi, tanpa dukungan loyalis pragmatisnya yg meninggalkan beliau. Hal tsb menunjukan besarnya kepercayaan politik kpd pak Jokowi dan pak Prabowo.

Saat ini, pak Prabowo mengajak semua kekuatan politik utk menguatkan pemerintahannya, sekalipun dgn kabinet yg tdk ramping. Hal tsb berbeda dgn apa yg dilakukan oleh Gus Dur yg merampingkan kabinet, membuang kementerian yg tdk diperlukan. Namun setiap jaman ada kebutuhannya sendiri, pemimpin yg teruji keikhlasannya pasti akan membuat keputusan terbaik yg tdk merugikan bangsa dan negaranya.

Setiap kekuatan politik yg merapat kpd pemimpin yg ikhlas pastinya punya keikhlasan utk mengedepankan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan. Keihlasan ini harus jadi kekuatan terpenting kabinet beliau. Saat semuanya bersatu dlm kabinet, pak Prabowo harus siap menerima fungsi oposisi di dalam pemerintahnnya yg menjalankan amar ma'ruf nahyi munkar demi lurusnya jalan pemerintahan Republik Indonesia ke depan.

Catatan ini sekedar menunjukan bahwa sebagai pemilih, saya menikmati hasil Pemilu di Indonesia secara positif, tdk merasa perlu menikmati perasaan tdk nyaman berperiode-periode. Tdk ada pilihan manusia yg sempurna, tetapi selalu ada jalan utk mendekati kesempurnaan. Selamat bertugas pak Presiden, Masa Depan Indonesia yg Maju dan Bersatu ada di tangan bapak.

Jumat, 13 September 2024

Air Ujian


Masalah atau ujian bila sudah ditakdirkan oleh Tuhan akan datang seperti air yg mengalir tak terbendung. Rasa airnya tdk nyaman bagi orang yg tdk menikmati ujian tsb, seperti sedang kedinginan lalu terbasuh air dingin yg membuat tubuh tambah menggigil. Rasanya menyenangkan bagi orang yg menikmati ujian, seperti sedang kegerahan lalu terbasuh air dingin yg menyejukan.

Sebagaimana dikatakan dalam Risalah Qusyairiyah, bahwa ujian adalah pesta bagi murid. Ujian membuka pintu pengetahuan, pensucian diri, dan tangga kenaikan derajat. Bagi murid, ujian adalah cara Tuhan menyentuh dan menarik ke sisi Nya. Terkadang kita menolak tarikan Nya dgn berkeluh kesah.

#PersepsiCahyana

Kamis, 12 September 2024

Ngerinya Jadi Pemimpin

Malam itu saya nongkrong di pinggir jalan sambil icip-icip makanan di lapak PKL. Pedagangnya minta maaf tdk menyediakan meja krn takut ada Satpol PP. Saya baru tahu kalau area tsb harus bebas PKL sampai malam hari. Ia kemudian menginformasikan lokasi baru lapaknya yg diperbolehkan pemerintah. Sang pedagang merasa tidak diperhatikan oleh pemimpin daerah yg tidak memahami kebutuhan usahanya. Saya melihat beliau emosional sehingga lupa bukan hanya ia yg punya kepentingan di fasilitas umum.

Saya yakin aturan dibuat utk kebaikan. Tugas pemerintah mengatur segalanya agar semua kepentingan terakomodasi dgn baik. Hanya saja tantangan terbesarnya adalah membuatnya seadil mungkin bagi semua pihak dan memberikan pemahaman dgn baik. Kalau tdk berhasil, alangkah ngerinya apa yg dihadapi oleh pemimpin. Mulai dari sumpah serapah hingga do'a buruk yg dipanjatkan oleh orang yg merasa didzalimi. Padahal pemimpin mungkin punya kapasitas utk memberikan solusi terbaik bila saluran komunikasinya baik tanpa noise. Itulah knp jadi pemimpin itu berat dan orang yg faham berusaha utk menghindari posisi tsb.

Saya pribadi saat dulu diminta utk menjadi pemimpin yg terbayang pertama kali dalam benak adalah fitnah, sehingga merasa takut. Saya takut dgn hisaban di Akhirat. Saya lebih memilih membaca Istirja dari pada Hamdallah saat ditawari posisi tsb. Sebaik dan seadil Sayyidina Ali saja masih ada yg membenci dan membunuhnya atas nama agama, apalagi orang yg ga ada apa-apanya seperti saya.

Saya menyarankan agar jabatan nya diberikan kpd orang lain yg lebih kompeten. Sekalipun ada orang yg berkata, "ambil saja tanpa perlu banyak pertimbangan", saya dgn sangat yakin menjawabnya "tidak!". Minimalnya saya perlu keridhaan orang tua selama keduanya masih ada. Ridha Tuhan ada pada orang tua yg cenderung berharap yg terbaik bagi anaknya. Teman saya bilang orang tua adalah jimat. Tanpa sertaan doa orang tua, mungkin saya tdk akan sanggup melewati fitnahnya.

Teman dan orang tua menyarankan saya masuk area politik. Saya tertawa dan bilang, "Gak minat!". Lihat foto saya di flyer digambari tanduk oleh mahasiswa saja merasa sedih, apalagi bila baligo politik yg ada gambar saya disobek-sobek. Sedihnya saya itu krn merasa telah berusaha ajeg utk berbuat baik dan terbaik. Saya tdk bermental kuat utk berada di antara orang-orang yg tdk suka. Lebih baik mengalah atau menjauh dari pada orang lain tersiksa oleh perasaan negatifnya, seperti tdk puas, iri, dengki, dan lainnya. Terkadang keluh kesah di bawah tdk diketahui oleh pemimpin saat tdk punya banyak kesempatan utk mendengarkan secara langsung, bukan melalui perantaraan para penjilat yg suka menutupi masalah. Mungkin juga bukan krn tdk sering turun, tetapi akar rumputnya sungkan utk berterus terang. 

Kembali lagi ke keluh kesah pedagang. Saya sampaikan kpd nya bahwa perubahan bisa terjadi karena adanya aspirasi kuat, sebagaimana aturan tsb juga muncul krn aspirasi kuat. Maksud saya, tunjukan saja realita masyarakat membutuhkan PKL di area tsb pada malam hari, mulai dari penikmat kuliner hingga orang luar kota yg butuh petunjuk jalan. Tinggal selanjutnya, bagaimana mendudukan dua aspirasi kuat dalam posisi seimbang sehingga win-win solution, tdk boleh ingin dimengerti sendiri. Secara konsep nampak mudah, secara praktik akan sangat sulit krn terlalu banyak noise dlm komunikasi. 

#BiografiCahyana

Senin, 02 September 2024

Arah Pikiran

Menurut Socrates, "Pikiran yg kuat mendiskusikan ide, pikiran yg sedang-sedang saja mendiskusikan peristiwa, pikiran yg lemah mendiskusikan orang." 

Orang dgn pikiran yg kuat tdk akan terlalu mengindahkan siapa yg menulis atau kepada siapa suatu tulisan ditujukan, tetapi apa ide atau pelajaran baik dari tulisannya?.

Penulis dgn pikiran yg kuat hanya akan berfokus pada ide atau pelajaran baik tanpa melihat keberadaan dirinya, apalagi orang lain, sehingga tdk bermanfaat segala pertanyaan tentang siapa yg ditujukan kepadanya. 

Orang dengan pikiran yg lemah tdk akan mencicipi lezatnya ide atau pelajaran baik krn sibuk dgn keresahan yg diakibatkan oleh pertanyaan tentang siapa yang tdk akan pernah ada jawaban pastinya

#PersepsiCahyana

Senin, 05 Agustus 2024

Berkas Beraroma

Pagi ini, Senin, 5 Agustus 2024, saya putuskan utk mengenakan masker saat berada di ruang residensi. Saya tertular flu batuk dari anak beberapa hari ke belakang. Di meja kebetulan ada botol aroma terapi yg bisa diteteskan ke masker utk menyegarkan pernafasan. Saya pun membuka laci meja, tempat di mana botolnya berada.

Saat memegang botolnya, tiba-tiba teringat seminar minggu lalu. Salah seorang penguji memegang laporan kemajuan dan mendekatkan ke hidung berkali-kali. Saat itu saya fokus pada seminar, sehingga tdk terlalu memikirkan hal tsb. Namun hari ini saya tersadar, sepertinya beliau mencium baru aroma terapi yg menempel di berkas laporan tsb. 

Tiga salinan laporan sudah siap beberapa minggu sebelum seminar. Saya menyimpannya di laci meja, tempat di mana dua botol aroma terapi tersimpan. Selama berminggu-minggu laporan tsb terpapar aroma terapi, sehingga wanginya menempel dan terhirup penguji seminar. Beliau tdk menanyakan atau komplain ttg hal tsb. Sikap beliau sejalan dgn sunnah,

"Siapa yang ditawari minyak wangi, janganlah dia menolaknya. Karena minyak wangi itu ringan diterima, dan baunya harum" (HR. Ahmad dan Nasai).

Saya baru menyadari metidaksengajaan yg baik dan terjadi hari itu. Hal tsb merupakan bagian terkecil dari cara Allah memuliakan para guru yg hadir di tempat tsb. Cukup serahkan segalanya kpd Allah, sebab Allah bersama ku, Allah memelihara ku, dan Allah menyaksikan ku. 

At-Thibi mengatakan, "Tuan rumah hendak memuliakan tamunya dengan bantal alas duduk, minyak wangi, dan susu. Hadiah ini nilainya kecil, karena itu, tidak selayaknya ditolak" (Tuhfatul Ahwadzi).

#BiografiCahyana #PendidikanCahyana

Kamis, 01 Agustus 2024

Seminar yang Hangat

Pagi ini saya bergegas menuju ruang yg telah ditentukan utk seminar kemajuan. Sesaat kemudian saya bergegas ke luar, setelah teringat salinan laporan masih di ruang residensi. Ternyata ruangannya masih tertutup.  Dalam perjalanan antar ruang yg terpisah satu lantai tsb, saya bertemu profesor. Beliau mengarahkan saya utk melakukan persiapan di ruang seminar. Alhamdulillah ada office boy yg membukakan pintu, sehingga laporannya bisa saya ambil dari laci meja dan kemudian bergegas turun kembali menuju ruang seminar.

Penguji yg pertama kali tiba adalah pak Bandung. Saya menyalami beliau dan memperkenalkan diri. Beliau sangat ramah. Penguji kedua adalah pak Rila. Saya menyalami dan mengenalkan diri sebagai murid beliau di kelas Paradigma Pemrograman beberapa tahun yg silam. Alhamdulillah, beliau masih mengenali. Saya berterima kasih atas ilmu yg pernah beliau berikan. 

Dulu saya pernah berencana membuat tesis tentang programmable sms center dan ingin dibimbing oleh pak Rila. Sayangnya, kode programnya hilang bersama laptop yg dicuri maling, sehingga topik tsb terlupakan beberapa semester kemudian. Waktu pertama kali masuk kelas nya, pola wajah beliau sama dgn keluarga dari Ayah. Mungkin itu yg membuat saya bersemangat mengikuti kuliah beliau.

Proses diskusi di ruang seminar berjalan dgn baik, santai dan hangat, memperlancar transfer pengetahuan dua arah. Sesekali tertawa bersama dalam momen tertentu. Suasana serupa yg sering saya buat di ruang sidang skripsi. Dalam komunikasi kita memang harus menangani noise dgn baik, mulai dari noise semantik hingga psikologis. Pencapaian tujuan diskusi ilmiah sangat bergantung pada komunikasi efektif.

Saya tdk batuk-batuk, menunjukan kondisi rileks. Dari rumah saya memang sudah mengingatkan diri utk tdk menghawatirkan apapun di masa depan yg telah Allah ketahui. Apapun hasilnya selalu baik bagi seorang muslim. Kunci terpentingnya adalah menguasai apa yg saya tulis dan sajikan. Dan tentu saja, seorang peneliti harus jujur, bahkan terkait dgn kekurangannya dlm penelitian; berendah hati, sehingga dapat mengambil hikmah dgn mudah dari proses diskusi yg berjalan. 

Alhamdulillah, bukakan jalan Mu berikutnya, ya Rabb 

#PendidikanCahyana #BiografiCahyana

Jumat, 26 Juli 2024

Soal Perdebatan Nasab

Di dunia ini, dan bagi mahluk, tdk ada kebenaran tunggal. Kebenaran yg diklaim manusia itu tdk mutlak, berdiri sementara waktu, sampai ada yg meruntuhkannya. Utk persoalan ini, rasanya berlebihan klo sampai melabeli seorang muslim dgn label buruk hanya krn berbeda pendapat. Jgn sampai emosi membuat manusia mengambil alih tugas Tuhan dlm melabeli hamba Nya. 

Seharusnya munculnya kasus nasab keturunan ini membuat umat Islam terlibat dlm pengembangan IPTEK utk penelusuran nasab yg berkontribusi bagi pengetahuan dunia. Kalau outputnya hanya perdebatan yg menyerang pribadi, maka nasib umat ini tdk akan berubah, tetap terbelakang dlm soal IPTEK dan menjadi buih di lautan. Perdebatan seperti ini yg membuat peradaban Islam di masa lalu jadi meredup.

Ada banyak dorongan dlm alQuran bagi umat ini utk berpikir, sampai turun firman Tuhan ttg naik ke langit dgn kekuatan yg bagi kebanyakan manusia saat itu mungkin hanya sebatas cerita mitologis semata. Tapi negara mana sekarang yg meluncur ke luar angkasa dgn kekuatan roket? Umat ini hanya jadi penumpang (astronot) nya saja. Harusnya umat ini belajar dari peradaban Islam di masa lalu yg berhasil mencerahkan bangsa Eropa. 

Dari perbedaan pendapat yg ada, kita melihat perdebatan remeh temeh yg dibumbui oleh kekerasan verbal. Sudah pasti tdk ada IPTEK yg dihasilkan dari hal tsb. Hal tsb memang bermanfaat utk sampel penerapan IPTEK, semisal algoritma utk mendeteksi ujaran kebencian dan sebagainya. Tetapi masa muslim menyediakan diri jadi sampel buruk saja, sementara dari awal umat ini digadang2 berkontribusi besar bagi peradaban, menjadi rahmat bagi semesta alam.

Umat Islam tertinggal dalam pengembangan IPTEK terkait penelusuran nasab keturunan menggunaan DNA oleh umat Yahudi. Alasannya sama seperti saat peradaban Islam atau Kristen mengalami kemunduran di masa lampau, yakni sikap jumud, ga menerima pendapat baru yg mengancam kepentingan kelompok tertentu atas agama. Perlawanan hingga hukuman terhadap pengusung pendapat tsb sdh dilakukan sejak jaman dulu. Tentu saja hal tsb memprihatinkan dan tdk baik bagi peradaban umat manusia.

#PersepsiCahyana