Dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat (Permendikbud 49/2014 Pasal 1:14)

Sekolah Tinggi Teknologi Garut

Diselenggarakan mulai tahun 1991 dan bernaung di bawah Yayasan Al-Musaddadiyah.

Program Studi Teknik Informatika

Berdiri pada tanggal 30 Juni 1998.

Rinda Cahyana

Dosen PNS yang diperbantukan di Sekolah Tinggi Teknologi Garut sejak tahun 2005

Senin, 01 Juli 2024

Ilmu Penangkal Tipu Daya


Lagi ramai cerita seseorang yg mengaku dapat berkomunikasi dgn Malaikat, ahli kubur, dan apapun di alam ini. Banyak orang percaya begitu saja dgn klaim luar biasa seperti itu. Jadi teringat dulu pernah berinteraksi dgn sosok bercahaya dan bersayap yg mengenalkan dirinya "Ana al-Haq". Bisikan tentang ketuhanan muncul dlm wujud cahaya yg melesat. Bila tdk terkejar, kalimatnya putus.

Saya mengenali rupa Malaikat yg bersayap dari Durotun Nasihin. Tetapi saya mengetahui beragam jenis bisikan dan tipu daya iblis dari Minhajul Abidien, sehingga tdk meyakini sosok tsb sebagai Malaikat Mulhim atau apapun. Saya mengetahui sedikit konsep Ana al-Haq dalam Thowasin nya al-Halaj. Tapi saya mengetahui cara meluruskan faham tsb dari kitab tauhid KH Khoer Affandi, sehingga tdk terjerumus.

Kesesatan manusia terjadi krn tdk cukup ilmu dlm menapaki kondisi spiritual tertentu. Bagi pemilik ilmu, ujian semacam itu menyediakan ilmu baru. Kesesatan dapat dgn mudah menimpa siapa saja yg minim ilmu dan memiliki celah kesombongan. Siapa saja yg merasa layak dianggap sebagai orang saleh atau lebih saleh dari orang lain, ia telah membukakan celah tsb, bahkan bila ia memiliki ilmu sekalipun. Hanya ilmu yg dapat menghindarkan dirinya dari musibah tsb.

#BiografiCahyana

Dunia Pendidikan Kita

Pagi tadi saya berkendara ke luar kota dan kebetulan berada di belakang bus sekolah berplat hitam. Saya berkata dlm hati, "Hebat sekali, kampus saya saja belum punya."

Sudah saya maklumi, bahwa ada sekolah negeri yg biaya utk masuk ke sana melampaui biaya masuk perguruan tinggi. Saya berkata dlm hati, "Andai anak bisa langsung masuk kampus, dana pendidikannya bisa dihemat"

Biasanya dana itu dikumpulkan melalui komite sekolah dlm bungkus sumbangan. Sebagian berdalih, sumbangan diperlukan mengingat dana BOS belum memenuhi seluruh kebutuhan sekolah. Saya bertanya dlm hati, "Kenapa tdk diusulkan saja kekurangan dana tsb kpd regulator, atau melalui anggota dewan yg terhormat?"

Sebagian beralasan, pengumpulan dana itu terdorong oleh semangat berkompetisi utk jadi sekolah terbaik,  Saya bertanya dlm hati, "Apakah instrumen akreditasi tdk dibuat dgn memperhatikan realitas dana BOS?"

Kalau kompetisinya terkait peningkatan jumlah lulusan yg terserap ke sekolah atau kampus favorit sih gpp. Tapi kalau kompetisinya ke arah hedonisme, memenuhi kebutuhan berlebihan, seperti membangun sekolah seperti istana, membeli kendaraan mewah utk operasional, atau mengundang artis band terkenal, rasanya ga perlu sama sekali. 

Apakah sekolah tdk bisa berprestasi dgn tampilan bersahaja, sehingga tdk perlu menyerap dana yg besar dari ortu dan pendidikan jadi lebih terjangkau, tdk membebani warga negara Indonesia? Pendidikan itu penting, tapi dana utk kelangsungan hidup lebih penting bagi manusia. Ada sebagian keluarga yg terpaksa berpuasa atau mengurangi biaya hidupnya, gali lubang tutup lubang utk melunasi hutang terkait dana tsb. 

#PersepsiCahyana

Mesin Tidak Bisa Mengungguli Manusia

Mungkin saja terjadi, mesin mengalahkan pengetahuan seorang manusia. Tapi mesin tidak bisa mengalahkan umat manusia yg diciptakan oleh Tuhan sebagai penguasa dunia. Manusia diberi kuasa utk menaklukan apapun di dunia ini dgn kekuatan yg diciptakannya dan menaklukan ciptaan tsb. 

Kecerdasan itu tdk sebatas intelektual dan emosional, tetapi juga spiritual. Keutamaan manusia terletak pada akal yg tdk sebatas kemampuan otak dlm mempelajari sesuatu. Mesin tdk bisa mengukur mana yg perlu dan tdk perlu, benar atau salah menurut nilai yg dianut. Mesin dipastikan menjadi sosok yg bebas nilai, dalam arti tdk dibatasi oleh keyakinan tertentu yg menjadi ciri khas manusia dan selamanya akan bergantung pada pengetahuan manusia utk berkembang atau agar tetap relevan di sepanjang jaman.  

Tdk semua sumber pengetahuan manusia bisa diakses oleh mesin. Malaikat tdk membisikan ilham kpd mesin. Setan yg menjadi faktor kendali pengetahuan manusia tdk membisiki mesin. Di area ini mesin membutuhkan manusia, tdk bisa mengungguli manusia. Mesin yg memiliki kesadaran religius dan akses ke dunia lain tdk mungkin terwujud krn tdk memiliki kelengkapan ruh dan hati sebagaimana manusia.

#PersepsiCahyana

Jumat, 21 Juni 2024

Atmosfer Positif

Bila kita negatif dalam menyikapi hal negatif, negatifnya akan bertambah. Bila kita positif, negatif itu akan mereduksi positif kita. Niat hidup bermanfaat demi keridhaan Tuhan (Mardhatillah) membuat kita selalu ingin positif. Selalu melihat kebaikan Tuhan (Ma'rifatullah) membuat segala nya terlihat positif dan positif kita tdk akan berkurang, seperti fungsi Absolut.

Di dunia ini selalu ada positif dan negatif, tinggal berlatih mengabsolutkan segala sesuatu. Bila bertemu dengan kondisi yg tdk bisa dipositifkan, mengalah atau menjauh saja, abaikan. Melawan negatif adalah langkah terakhir yg hanya dilakukan bila diperlukan saja dgn pertimbangan negatif nya telah berdampak luas dan penanganannya dapat menghasilkan manfaat positif bagi semuanya.

#PersepsiCahyana

Minggu, 16 Juni 2024

Menjaga Tidur Anak

Siang itu si bungsu merengek ingin ikut ke luar. Saya teringat perkataan ibunya yg sedang dirawat agar jgn menolak permintaan anak bungsunya itu. Saya pun mengajaknya. Dia terlihat senang dan naik mobil dgn semangat. 

Beberapa hari ini, dia suka terdiam saat berada di dekat ibunya. Tapi dia kembali ceria setelah keluar dari kamar rawat ibunya. Suatu ketika dia berkata, kasihan mamah, sambil memperagakan tangan ibunya yg diinfus. 

Baru beberapa menit berkendara, mata si kecil mulai tertutup. Saya putuskan utk berkendara lebih lama agar tidurnya pulas. Kasihan kalau belum pulas dan terbangun saat kendaraan berhenti. Saya pun berkendara lebih dari satu jam agar si bungsu mendapatkan tidur siang yg lebih lama. 

Seperti biasa matanya terbuka setelah mesin dimatikan. Syukurlah ia tdk merengek, menandakan tidurnya cukup. Perjalanan itu pasti menghabiskan BBM, tapi itu adalah harga yg layak utk membuat anak tidur siang, sehingga kesehatannya lebih terjaga. 

#BiografiCahyana

Minggu, 02 Juni 2024

Menguatkan Ketaatan

Ibadah sunnah, apapun itu, mendatangkan cinta Allah.

Dan tidaklah seorang hamba mendekat kepada-Ku; yang lebih aku cintai daripada apa-apa yang telah Aku fardhukan kepadanya. Hamba-Ku terus-menerus mendekat kepada-Ku dengan ibadah-ibadah sunnah hingga Aku pun mencintainya. Bila Aku telah mencintainya, maka Aku pun menjadi pendengarannya yang ia gunakan untuk mendengar, menjadi penglihatannya yang ia pakai untuk melihat, menjadi tangannya yang ia gunakan untuk berbuat, dan menjadi kakinya yang ia pakai untuk berjalan. Bila ia meminta kepada-Ku, Aku pun pasti memberinya. Dan bila ia meminta perlindungan kepada-Ku, Aku pun pasti akan melindunginya (HR Bukhori).

Cinta adalah kunci ketaatan.

Ingat, tak ada ketaatan tanpa cinta. Awalnya cinta, baru kemudian diikuti ketaatan dan kepatuhan pada yg dicinta (al-Ghazali, al-Mahabbah wa al-Syawq wa al-Uns wa al-Ridha)

Kunci dicintai Allah adalah mengikuti Nabi SAW. Dan kunci i'tiba adalah berlaku baik kpd org lain agar segala amalan tdk lenyap di akhirat. (Ibnu Athaillah, Bahjat an-Nufus)

Katakanlah (wahai Muhammad kepada umatmu): Jika kalian benar-benar mencintai Allah, maka ikutilah aku (Muhammad), niscaya Allah akan mencintai kalian dan mengampuni dosa kalian (QS. Al Imron: 31).

Beramallah kalian karena setiap orang akan dimudahkan kepada apa yang dia diciptakan untuknya. Golongan yang berbahagia akan dimudahkan untuk beramal dengan amalan orang-orang yang berbahagia. Adapun golongan yang celaka akan dimudahkan untuk beramal dengan amalan orang-orang yang celaka (Sahihain).

#PersepsiCahyana

Sabtu, 01 Juni 2024

Potret Disiplin Warga

Tanda garis putih di bahu jalan sebelah kiri pada foto adalah ruang parkir yg dijaga oleh juru parkir resmi. Tetapi ada banyak pemotor yg memarkirkan kendaraannya di bahu kanan yg tdk ada ruang parkirnya, sehingga terjadi penyempitan jalan. Ketidaktaatan warga terhadap aturan ruang parkir menjadi kesempatan baik bagi juru parkir liar utk melakukan pemungutan liar. Keberadaan juru parkir liar semakin kuat seiring dgn menjamurnya pemotor yg tdk disiplin dan mulai ikut campurnya LSM. 

Ketidakdisiplinan seperti penyakit menular, mendorong pemotor lain mengikuti perilaku yg salah tsb. Langkah penanganan pertama untuk masalah tersebut adalah edukasi. Namun cara tersebut tdk akan berhasil bila pemotor berniat melanggar, sehingga perlu pendekatan sanksi. Hanya rasa takut pelanggar yg bisa diharapkan oleh umumnya warga utk menciptakan budaya tertib. Walau demikian, ada kelompok bebal yg tdk takut dgn sanksi dan melawan, terutama bila kekeliruannya telah terorganosir. Penanganan kesalahan yg menular ini bila diumpamakan harus seperti mengatasi penyakit. Bila tdk ada edukasi atau sanksi, tentunya pelanggaran akan menjadi kronis dan kompleks, sehingga sulit utk ditangani dan berbiaya mahal, baik secara politik ataupun materi. 

Sebagaimana lajimnya hidup, selalu ada pengikut kebaikan dan keburukan. Lingkungan masyarakat akan menjadi baik bila selalu ada contoh terbaik dan pengikut kebaikan. Perilaku warga terdidik dan berkarakter yang taat aturan akan menjadi contoh, sekaligus argumentasi bagi pendidik dan pemberi sanksi. Contoh dari warga tsb merupakan edukasi yang mengawali edukasi oleh aparat.  

#PersepsiCahyana

Minggu, 26 Mei 2024

Air Mata Kasih

Pada sore di masa lalu, Syazwan ingin membeli buah Manggis. Saat saya mau membayar, ia berkata kalau ingin membayarnya sendiri. Kakaknya Syauqi tersenyum menanggapi keputusan adiknya tersebut. Tadinya saya berpikir buah tersebut utk dirinya. Ternyata utk nenek yg akan dikunjunginya. 

Malam pada hari Jum'at itu, saya terkejut mendengar suara orang setengah berlari di luar ruang kerja. Biasanya hal semacam itu terjadi di saat gempa. Tapi saya tdk merasakannya. Ternyata keponakan dan Syazwan datang menghampiri dgn ekspresi kaget. Syazwan mengabarkan berita duka, neneknya meninggal dunia. Saya langsung bergegas mengenakan jas hujan dan meninggalkan anak-anak dan keponakan di rumah utk memastikan kebenaran kabar yg dikirimkan oleh istri. Ternyata mertua memang meninggal dunia.

Keesokan hari, saya dan istri membangunkan Syazwan. Dia tdk mau beranjak dari tidurnya dan meminta agar tdk masuk sekolah. Kami mengingatkan ujian praktik yg wajib diikutinya utk kelulusan, memberinya semangat. Dia baru beranjak setelah saya mengatakan kalau neneknya ingin ia belajar dgn baik. Beberapa hari kemudian saya diberi tahunya bahwa ia menangis sedih atas kehilangan neneknya pada malam itu. Saya dan istri berjanji akan membawanya berziarah pada hari Minggu.

Di hari Minggu pagi, ia sudah mengenakan pakaian muslim. Ia tdk sabar dan bertanya, kapan pergi ke kampung neneknya? Saya baru bisa membawanya pada sore hari, sesuai permintaan istri. 

Sore itu di rumah mertua nampak banyak orang sedang mendo'akan mertua, sampai saya tdk bisa masuk utk ikut serta krn semua ruangan terisi penuh. Beberapa orang masih datang, dan di antaranya sampai berjonggkok di depan rumah. Syazwan yg tubuhnya kecil bisa melintasi orang-orang dan duduk bersama ibunya. 

Beberapa saat kemudian ia dan istri menghampiri. Nampak mata Syazwan merah dan ada bekas air di sudut-sudutnya. Rupanya ia menangis di dlm proses berdo'a tsb. Istri meminta saya utk mengantar Syazwan berziarah kubur. Saya coba menenangkannya dgn menggandeng pundaknya. Tetapi ia masih larut dlm kesedihannya. Saya mengingatkannta agar berkata baik saat berada di depan pusara neneknya.

Sesampainya di pemakaman, saya tunjukan makam baru tempat neneknya bersemayam. Saya bertanya, apakah ia akan berdoa dari jauh atau dekat. Ia ingin dari jauh. Namun saya lihat kakinya seperti ingin mendekat. Saya menuntunnya utk mendekat dan berjongkok di depan tempat peristirahatan terakhir neneknya. Nampak tangannya terangkat sebagaimana halnya orang berdoa. Saya terenyuh dan hampir meneteskan air mata. Tetapi saya coba tahan agar tdk ada yg menetes. 

Sesampainya di depan rumah neneknya, ia memeluk ibunya. Air matanya menetes. Demi kebaikannya saya tdk melarangnya utk menangis. Terlebih saya memahami tangisan demikian datangnya dari rasa kasih yg mendalam, seperti tangisan kesedihan yg saya rasakan saat bermimpi ayah meninggal, sebagaimana tetesan air mata yg keluar dari Nabi saat puteranya Ibrahim meninggal dunia. Nabi bersabda,

"Sungguh mata mengalirkan air mata dan hati menjadi bersedih. Kami tidak mengucapkan selain ucapan yang diridhai Tuhan kami. Sungguh kami amat sedih atas kepergianmu, wahai Ibrahim." (HR Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Ahmad)

Demikianlah Syazwan Asy-Syadziliyyah. Jgn kan terkait musibah yg dialami oleh manusia kesayangannya, musibah yg dialami oleh kucing kesayangannya pun air matanya menetes. https://youtu.be/ziVe1G_glUg?si=KMoLWQZYMkstuZw9

#BiografiCahyana