Dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat (Permendikbud 49/2014 Pasal 1:14)

Rabu, 13 Januari 2021

Takut dan Berani Divaksin


Hari ini Presiden Indonesia akan menjadi orang pertama yg divaksin, dalam rangka berjihad memerangi Covid-19. Setelah vaksinasi dijalankan, akan ada dua kelompok masyarakat, yakni mereka yg mau divaksin dan mereka yg menolak divaksin dgn apapun alasannya.

Saya pribadi sudah jenuh dgn kondisi pandemi ini, bukan krn tdk ikhlas dgn takdir adanya pandemi. Jenuh melihat ambulance lalu lalang membawa pasien Covid-19, dan membaca data kematian. Semua itu membuat hati merasa khawatir dan bersedih. Terutama jenuh krn tdk bisa melaksanakan volunteering dgn leluasa di dunia nyata. Oleh krn nya saya siap divaksin dan mendukung vaksinasi ini yg vaksinnya telah melampaui standar WHO dan dibolehkan oleh BPOM.

Dari awal saya melawan siapapun di medsos yg mengkampanyekan sikap abai thd ancaman Covid-19. Belasan tim relawan saya gerakan utk melakukan penyadaran melalui program #rtikabdimas. Kepada Allah saya sampaikan permohonan, semoga segala upaya tsb menjadi wasilah perlindungan diri dan keluarga dari Covid-19. Tidak lupa memperbanyak bacaan shalawat yg diijazahkan Habib Luthfi kpd masyarakat utk melindungi diri dari Covid-19. Berikut Ijazahnya:


بسم الله الرحمن الحيم

اللهم صل على سيدنا محمد وعلى اٰل سيدنا محمد بعدد كل داء ودواء


Allahumma sholli ‘ala sayyidina Muhammad, wa ‘ala ali sayyidina Muhammad, bi’adadi kulli daain wa dawaa in.

Saya pernah menolak program vaksinasi pemerintah. Saat itu ada program vaksinasi dilaksanakan utk siswa sekolah dasar. Nyali saya ciut, entah krn terpengaruh oleh teman atau krn takut jarum suntiknya. Saya dgn seorang teman berjalan ke arah pintu. Kita berdua sama2 memegangi tangan, kesannya seperti sudah divaksinasi. Setelah berbohong kpd guru dgn mengatakan sdh divaksinasi, beliau mempersilahkan kami pulang.

Itulah satu-satunya pengalaman dlm hidup saya berbohong utk menghindari vaksinasi. Saat itu saya tdk faham manfaat vaksinasi, lebih faham jarum suntik itu tajam dan mengira bakal sakit saat jarumnya menembus kulit. Setelah dewasa, pemahaman vaksinasi saya jauh lebih baik lagi. Dalam konteks vaksinasi Covid-19, saya memahaminya sebagai upaya melindungi diri dan orang lain yg rentan di sekitar kita, khususnya orang tua kita yg sdh sepuh. 

0 comments :

Posting Komentar

Terima kasih atas kunjungan dan komentarnya