Sekolah Tinggi Teknologi Garut
Diselenggarakan mulai tahun 1991 dan bernaung di bawah Yayasan Al-Musaddadiyah.
Program Studi Teknik Informatika
Berdiri pada tanggal 30 Juni 1998.
Rinda Cahyana
Dosen PNS yang diperbantukan di Sekolah Tinggi Teknologi Garut sejak tahun 2005
Kamis, 07 April 2016
Pemaparan tentang ICT4Pesantren di Tasikmalaya
Silaturahmi dengan General Manager Wilayah 3 Telkom
Sabtu, 02 April 2016
Audiensi Mahasiswa
Pada tanggal 31 Maret 2016, Wakil Ketua III Sekolah Tinggi Teknologi Garut menyelenggarakan pertemuan dalam rangka audiensi mahasiswa dengan pimpinan kampus. Turut serta dalam acara tersebut perwakilan mahasiswa Teknik Informatika dan pengurus Himpunan nya. Dalam kesempatan tersebut mahasiswa Teknik Informatika mempertanyakan kenaikan biaya praktikum dan perubahan modul dari tercetak menjadi pdf. Mereka mengusulkan agar modul kembali dicetak.
Ketua Sekolah Tinggi Teknologi Garut menjelaskan bahwa kenaikan biaya tersebut adalah untuk pengembangan fasilitas belajar seperti wifi corner dan laboratorium komputer Teknik industri. Beliau memutuskan di dalam pertemuan tersebut untuk kembali mencetak modul praktikum.
Kemudian perwakilan Himpunan Mahasiswa Teknik Informatika menyampaikan keluhannya terkait perangkat komputer di Laboratorium Komputer mereka. Saat dikonfirmasi, saya membenarkan jika spesifikasinya memang sudah tidak sesuai dengan perkembangan perangkat lunak aplikasi yang digunakan. Keluhan tersebut kemudian dicatat.
Di tengah jalan saya harus meninggalkan pertemuan karena ada jadwal mengajar. Selepas mengajar saya menemui ketua Sekolah Tinggi Teknologi Garut dan menampaikan kembali kebutuhan program studi Teknik Informatika akan pengembangan Laboratorium Komputer. Kebutuhan tersebut telah disampaikan kepada beliau dan wakil ketua II bidang keuangan sebelum pertemuan audiensi mahasiswa tersebut. Berdasarkan perhitungan, diperlukan minimal tiga ruang dengan jumlah komputer per ruang sebanyak 40 unit.
Untuk memenuhi kebutuhan tersebut diperlukan dana yang tidak sedikit. Saya diminta untuk mencari hibah untuk pemenuhan kebutuhan tersebut. Di ujung pertemuan, saya meminta dana pengembangan praktikum yg terkumpul dari Teknik Informatika digunakan untuk memenuhi kebutuhan praktikum Teknik Informatika. Sebelumnya saya pernah menyampaikan pemenuhan tersebut dapat dicapai beberapa semester ke depan dengan dana tersebut.
Minggu, 27 Maret 2016
Perumusan Rencana Strategis Program Studi tahun 2016
Jumat, 25 Maret 2016
Poster KPMI Satuan Karya Pramuka Telematika
Kamis, 17 Maret 2016
Panggilan-Nya
Rabu, 16 Maret 2016
Manajemen Waktu Penelitian Mahasiswa
Waktu yang digunakan sesuai dengan jumlah SKS matakuliah Tugas Akhir, yakni 6 SKS. Satu SKS untuk bentuk pembelajaran penelitian adalah 160 menit. Jumlah pertemuan minimal dengan stakeholders di kampus dalam per minggu per semester adalah 16 kali, sehingga jumlah total beban belajar mahasiswa yang melakukan penelitian per minggu adalah 6 x 160 menit, dan satu semester 16 pertemuan x 6 SKS per pertemuan x 160 menit per SKS atau sekitar 256 jam. Selama 128 jam mahasiswa harus berhasil membuat rencana penelitian di bawah bimbingan Dosen, yang kemudian berujung pada Seminar Proposal Penelitian pada saat berbarengan dengan Ujian Tengah Semester. Dan selama minimal 128 jam mahasiswa harus berhasil melaksanakan, mendokumentasikan, dan mempublikasikan hasil penelitiannya, yang berujung pada Sidang Penelitian Mahasiswa. Apabila tidak selesai, mahasiswa bisa memperpanjang masa pelaksanaan rencana penelitiannya selama satu semester berikutnya, dan seterusnya dan seterusnya hingga yang bersangkutan mencapai semester 14. Apabila lebih dari 14, yang bersangkutan diberhentikan / drop out.
Dosen akan diberikan notifikasi sekiranya diketahui oleh Koordinator Penelitian Mahasiswa berdasarkan progress report ada mahasiswa yang luaran belajarnya tidak memenuhi milestone. Dalam kaitannya dengan Quota bimbingan, setiap Dosen yang memenuhi syarat membimbing diberi default quota sebanyak 8 - 10 mahasiwa setiap semester, sesuai peraturan menteri pada pasal tentang batas normatif meluluskan per semester. Mahasiswa yang belum lulus dan tidak keluar dari kampus dihitung dalam quota tersebut. Mahasiswa yang mengganti topik di jam ke berapapun dari mirestone yang harus dilalui, artinya dia memulai penelitiannya dari awal. Mahasiswa dapat mengganti Dosen Pembimbing hanya jika proses bimbingan telah berjalan dan Dosen Pembimbing menyatakan sudah tidak lagi berkomitmen membimbing yang bersangkutan.









