Dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat (Permendikbud 49/2014 Pasal 1:14)

Sekolah Tinggi Teknologi Garut

Diselenggarakan mulai tahun 1991 dan bernaung di bawah Yayasan Al-Musaddadiyah.

Program Studi Teknik Informatika

Berdiri pada tanggal 30 Juni 1998.

Rinda Cahyana

Dosen PNS yang diperbantukan di Sekolah Tinggi Teknologi Garut sejak tahun 2005

Jumat, 08 November 2019

Masa Depan Kita Dipengaruhi oleh Lingkungan


Jalan karir seseorang menjadi pendidik sekaligus periset bisa terlihat dari aktivitasnya sedari muda. Salah satunya terlihat pada a Yudi, putera wa Lili di Bandung. Beliau di masa mudanya termasuk pemuda yg sangat menikmati bidang ilmu dan proses belajar. Teringat waktu saya masih kecil dan menginap di rumah uwa, saya melihat di pintu kamarnya ada label "Laboratorium". Dan sepertinya beberapa keping komponen komputer yang saat itu dibersihkannya merupakan objek pembelajaran sepanjang hayatnya di rumah. Hal tersebut di antaranya yg menginsfirasi saya di waktu kecil, sampai saya membuat surat untuk beliau.

Dan sekarang a Yudi sudah menjadi Profesor penuh setelah beberapa tahun menuntaskan studi doktoralnya di Jerman, menjadi Guru Besar Komputasi Fisika di UNPAD. Semoga capaian tersebut kembali menjadi insfirasi buat saya yang kebetulan menapaki jalan karir yg sama.

Beberapa hari sebelumnya, kakaknya a Yudi meninggal dunia. Sekalipun saya sewaktu kecil tidak banyak berinteraksi dengan teh Ida, tetapi saya sangat menikmati interaksi dengan mesin ketiknya. Wa Ety mengizinkan saya menggunakan mesin ketik tersebut.

Dengan dua jari saya ketikan cerita fiksi, hasil imajinasi dari pengalaman bermain dgn a Gigin Destriana di proyek Jalan Tol dekat kompleks Kopo. Setelah itu saya menjadi orang yang sangat terobsesi untuk memiliki mesin ketik. Walau tidak kesampaian sampai sekarang, tetapi hobi menulisnya tersalurkan menjelang ujian akhir SMP dalam bentuk majalah dinding Pramuka, dan saat SMA dalam bentuk tulisan yang dipasang di papan informasi MDBU GMA yang saya pasang sendiri. Keduanya dalam bentuk tulisan tangan.

Saat kuliah di Garut, saya diberi komputer oleh orang tua dengan printer merek Lexmark. Seketika itu hobi menulis saya menjadi-jadi. Setiap bulan saya terbitkan buletin Persepsi dan dipasang di kampus dalam wujud majalah dinding. Kecenderungan kepada bentuk buletin ini mungkin dipengaruhi oleh buletin-buletin Islam yg suka dibawa pulang dari Bogor oleh teh Retti Sulistiawati, dan juga produksi buletin Lembaga Pendidikan dan Dakwahnya mas mas Mury di GMA. Bukan hanya buletin, saya juga membuat beberapa buku yang disebarkan di Garut, Purwakarta, dan Subang melalui teman-teman GMA. Saya pernah membalasi surat-surat dari Lilis dan Mariam, teman GMA, dengan jumlah halaman surat di atas 5 lembar, saking sukanya menulis.

Semua orang di sekitar kita memberi pengaruh bagi masa depan kita. Bersyukurlah bila kita menjadi orang yg memberi pengaruh positif, sebab manfaat tsb menjadi pahala yg tdk putus. Semoga kita menjadi orang yg bermanfaat dan mewarisi pahala tdk terputus dari manfaat ilmu atau apapun yg kita berikan kpd orang lain.

Kamis, 07 November 2019

Pengasuhan Digital dalam Aplikasi Semboyan Pendidikan


Dulu saya diberi tahu bahwa mengasuh anak itu harus ing ngarso sung tulodo; kalau remaja ing madyo mbangun karso; dan kalau dewasa tut wuri handayani. Saya coba jelaskan bagaimana semboyan-semboyan pendidikan tsb diterapkan dalam digital parenting dgn framwork CAKAP.

Ing ngarso sung tulodo bermakna di depan menjadi teladan. Dlm konteks digital parenting, ortu hrs mencontohkan cara pemanfaatan gadget kpd anak dgn peruntukan sesuai usianya dan mengendalikan anak dalam pemanfaatannya agar sesuai contoh yg diberikan. Di antara kendali terpenting adalah terkait lingkup aplikasi dan waktu aksesnya, ortu mendikte kpd anak terkait aplikasi apa saja yg boleh dan kapan waktu penggunaannya. Ortu juga harus dapat melihat perkembangannya sehingga harus membaca riwayat penggunaan gadget nya. Pada fase ini landasan kecerdasan pemanfaatan TIK nya sedang dibangun.

Ing mandyo mbangun karso bermakna di tengah-tengah membangun niat / kemauan. Dlm konteks digital parenting, ortu harus mampu mempengaruhi anaknya yg telah remaja agar dapat menggunakan gadget utk mewujudkan kreativitas positifnya, semisal lebih banyak menggunakan aplikasi pembuat konten dari pada hiburan. Dalam soal pengendalian, ortu masih menjadi sosok penentu aplikasi dan waktu aksesnya, perlu membaca riwayat penggunaan gadget nya utk melihat seberapa berhasil pengaruhnya.

Tut wuri handayani bermakna di belakang memberi motivasi. Dlm konteks digital parenting, ortu harus mulai memotivasi anak nya yg telah dewasa utk terus menekuni kreativitas digitalnya yg terbaik hingga manfaatnya dirasakan oleh orang lain dan diri sendiri. Anaknya hrs memiliki pengalaman produktif berbagi konten hingga mendapatkan keuntungan non provit dan provit dari konten yg dibagikan tsb. Dalam soal pengendalian, ortu sdh mulai mempercayakan pemilihan aplikasi dan penentuan waktu akses nya kpd anak, setelah anaknya mulai menikmati kreativitas digitalnya, menggeser dasar pengawasannya dari riwayat penggunaan gadget menjadi penuturan pengalaman yg disampaikan oleh anak kpd ortu.

Selasa, 05 November 2019

Saya, Celana Cingkrang, Cadar, dan Jubah


CELANA CINGKRANG

Di waktu muda dulu, saya mengharuskan diri mengenakan celana di atas mata kaki. Celananya dilipat sampai di atas mata kaki kalau terlalu panjang, tanpa perduli orang bilang saya baru keluar dari genangan air atau pengikut partai politik tertentu yang tidak saya ikuti. Bertahun-tahun saya demikian karena pengetahuannya baru sampai di sana.

Setelah datang pengetahuan baru, saya tidak lagi merasa khawatir dengan celana yang melebihi mata kaki, kecuali kalau celananya sampai terinjak sepatu. Datangnya pengetahuan baru tersebut tidak membuat saya menyalahkan praktik benar di masa lalu, tetapi memilih salah satu dari dua praktik benar yang ada. Walau demikian, kebiasaan masa lalu masih ada sampai sekarang. Setiap kali salat, tanpa sadar kadang celana ini selalu dilipat sampai di atas mata kaki.


CADAR

Di masa muda pula saya pernah memimpikan memiliki kekasih yg bercadar. Satu tulisan panjang saya buat khusus untuk mempertanyakan sikap muslimah yang tidak menutupi tubuhnya seperti muslimah bercadar. Puncaknya saya bermimpi melihat ibunda Aisyah r.a. dari kejauhan. Saya demikian karena pengetahuannya baru sampai di sana, memahami rasa malu muslimah yang merupakan wujud iman diukur dari seberapa tertutup pakaiannya.

Setelah muncul pengetahuan baru yang memperkaya pengetahuan sebelumnya, saya tidak lagi melihat muslimah itu berbeda, seperti apapun pakaiannya. Cadar tidak lagi masuk dalam syarat calon istri, tanpa bermaksud menempatkan cadar sebagai sesuatu yang tidak penting. Saya memahami bahwa bagi kalangan tertentu, cadar merupakan kewajiban atau sunnah yang harus dihormati oleh semua orang.


JUBAH

Dalam video yang dipublikasikan di Youtube, Buya Syakur mengatakan bahwa pakaian itu (bagian dari) budaya, dan agama itu (terlihat dari) perilaku. Teringat belasan tahun yang silam saat mendiskusikan seragam santri mahasiswa. Beberapa santri mendukung ide pembuatan seragam jubah yg saya usulkan. Usul tsb sepertinya terpengaruh oleh kebiasaan berpakaian di Generasi Muslim al-Muhajirin.

Kemudian ada teman yang menyampaikan pendapatnya kepada saya bahwa beragama itu tidak perlu simbolis. Saya merenungkan perkataan tersebut, hingga akhirnya muncul kesadaran bahwa beragama itu tidak bersandar pada model pakaian yang digunakan. Terserah mau menggunakan model Cina, Arab, atau Nusantara, semua itu tdk menentukan kualitas agama penggunanya. Mengenakan pakaian orang saleh tdk secara otomatis membuat orang menjadi saleh.


Selasa, 22 Oktober 2019

Kisah Santri


Tentunya selalu ada banyak kisah di ponpes yg terekam dlm benak santri. Salah satunya yg masih dikenang adalah seorang santri yg tercebur ke dalam kulah oleh bobot tubuhnya sendiri, lalu ia mencari orang yg mendorongnya 😅.

Ustadz juga kadang sering membuat kelucuan. Salah satunya adalah saat ustadz Murgo membangunkan santri di waktu fajar. Beliau mendatangi dan mengetuk pintu kobong dgn mengenakan topeng berambut panjang. Santri yg buka pintu langsung kaget ... tapi berakhir tertawa bareng 🤣

Kisah metafisika juga ada, yaitu saat dua orang santri dlm selisih waktu tertentu melihat penampakan jin wanita berpakaian putih dgn rambut terurai ke depan, saat aktivitas mencuci di malam hari. Dan mereka santai saja ... eh yg satu sepertinya antusias ke hal mistis seperti itu.

Kisah kebersamaan sangat banyak, seperti saat kumpulan santri makan sore bareng di atas pelepah daun pisang direcoki ayam peliharaan ustadz Ukoz 😁 Tradisi makannya santri Kyai Abuy.

Kisah cinta pastinya ada, seperti santri cinlok sampai menikah atau patah hati, atau santri yg mau dijodohin kyai 😍

Santri kena ta'zir pastinya ada, seperti santri yg disuruh push-up sama Kyai krn tdk ikut aurod lepas Maghrib 🤗.

Santri aktivis juga ada, jarang ada di kobong krn sibuk kegiatan pergerakan mahasiswa di luar ponpes 💪. Salah satunya adalah kang Amin yg kasih saran agar tdk usah jalan di tempat ngurusi satu organisasi, segera lulus utk ngurusi organisasi lain.

Santri wirausaha juga ada, buat handycraft dan dijual ke supermarket. Santrinya sekarang sdh jadi Kontraktor tajir. 🤑

Dan satu nasihat ustadz Encep Muhdan yg masih diingat dan mungkin juga didengar oleh santri lainnya adalah agar para santrinya mengenakan daleman sekalipun sdh pakai sarung. Btw, sarungnya santri itu kadang dipake terus dan sebulan gak dicuci 😃 Makasih kang Asep Saepudin yg sdh ngasih sarung.

Kamis, 17 Oktober 2019

Pentingnya Menjaga Motivasi

Sumber: Amazon

Muhammad Abdul Jawwad dalam karyanya Silsilah at-Tadriib wat Tathwiir adz-Dzaati berkata, bahwa sejumlah studi menunjukan banyaknya SDM tersia-sia krn tdk memperoleh motivasi yg menggali potensi mereka & memanfaatkannya. Hal tsb merupakan kerugian besar bagi organisasi krn mereka sebenarnya baru menggunakan 1-5% dari kemampuan mereka yg sesungguhnya dalam melakukan pekerjaannya.

Beliau menjelaskan bahwa di antara tindakan yg menghilangkan motivasi itu adalah membunuh pemikiran kreatif dan memasung kreativitas dgn bahasa formal atau non formal. Menurut beliau, masyarakat yg tdk memberikan kemudahan kpd orang yg kreatif dan inovatif dlm pekerjaannya akan berhadapan dgn kesulitan. Sebaliknya, memberi kemudahan akan memberi kemajuan bagi masyarakat tsb.

Memberikan motivasi utk menemukan solusi dan memberikan apresiasi terhadap penemuan solusi dapat menghindarkan dari kemandekan berfikir, serta menciptakan iklim yg kondusif bagi kreativitas dan inovasi. Rasulullah SAW membiarkan para sahabatnya utk membuat ijtihad yg berbeda-beda tatkala menghadapi suatu peristiwa.

Suatu ketika Amr bin As r.a ditanya oleh Nabi SAW soal tindakannya melakukan salat dlm keadaan junub. Beliau menjelaskan kpd Nabi SAW bhw beliau khawatir akan celaka krn udara dingin sehingga memilih utk tayamum lalu salat. Beliau menyandarkan pilihannya kpd firman Allah SAW yg artinya, "Dan jgnlah kamu membunuh dirimu, sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kpdmu" (Q.S. an-Nisaa: 29). Menanggapi penjelasan tsb, Nabi SAW hanya tersenyum dan tdk berkata apapun.

Dalam sesi praktikum Manajemen, Muhammad Abdul Jawwad menunjukan beragam bentuk kpd peserta, yakni lingkaran, setengah lingkaran, segi tiga, dls. Peserta diminta utk memilih salah satu bentuk yg paling istimewa.


Pilihan peserta ternyata berbeda-beda. Beliau mengatakan bahwa semua orang telah memilih dgn benar, tidak ada pilihan yg keliru. Semua pilihan benar menurut standar kebenaran yg bergantung pada cara pandang masing-masing.

Namun pemikiran bahwa semua pilihan benar terkadang tdk diterima di kalangan eksakta. Tertanam dalam otaknya bhw di dunia ini hanya ada satu pilihan saja yg benar, hanya ada satu jawaban benar dari soal matematika. Padahal umumnya problematika dunia nyata itu dapat diselesaikan dgn sejumlah alternatif solusi. Beliau mengatakan bahwa keyakinan hanya ada satu jawaban yg benar membuat seseorang berhenti memikirkan alternatif jawaban.

Kamis, 29 Agustus 2019

Sisa Usia

Dlm mimpi sebelum subuh tadi, 29/8/2019, saya berada di hari Jum'at bersama rekan2 dosen yg biasa ikut serta dlm kegiatan pemberdayaan masyarakat, sedang berjalan di jalanan desa menuju masjid di salah satu kampung dgn niat hendak salat. Dlm perjalanan tsb salah seorang dosen menceritakan pengalaman masa kecilnya yg suka mandi di salah satu bagian sungai berair dingin yg dilewati dlm perjalanan tsb. Mimpi tsb menggambarkan kegiatan bersama yg menyenangkan.

Dlm perjalanan tsb saya menerima pesan singkat dari ketua STTG yg telah lama meninggal dunia. Pesan tsb mau saya pasang di medsos sebagai status dgn emoticon 🤔, mewakili keheranan saya ttg bagaimana pesan itu ada sementara beliau telah lama meninggal. Mungkin maknanya adalah pesan agar visi beliau terkait penerapan TIK agar terus disebarkan di alam dunia atau alam maya sekalipun beliau telah meninggal. Dan itulah yg saya lakukan selama ini. Alam dunia atau akhirat seringkali disebut kampung.

Dlm perjalanan tsb saya juga melihat wakil ketua STTG yg telah meninggal dunia sedang berjalan sendirian ke arah kampung yg terletak di sebelah kiri. Ada niat di dalam hati utk mengantar beliau ke sana, sebab beliau agak kurang dlm penglihatan. Tetapi saya tetap bergegas menuju masjid yg dituju bersama teman2 dosen lainnya. Mungkin maknanya, kampung yg dituju oleh beliau adalah alam akhirat, dan beliau berjalan dgn membawa kondisi terbaik hamba Allah yg memperhatikan hak2 Allah. Bila saya menemani beliau saat itu, isyarat telah dekat akhir hidup. 

Mimpi tsb mengingatkan diri utk terus beramal baik dlm rangka ibadah dgn tetap mengingat kampung akhirat, tempat yg akan dituju sendirian tanpa teman2 yg biasa menemani saat pemberdayaan masyarakat.

Alfatihah.

Selasa, 13 Agustus 2019

Proses Skripsi Harus Berdasarkan Rencana Pembelajaran


Sumber Gambar: Palmer

Dijelaskan dalam Permen 44 tahun 2015 tentang SNPT bahwa proses penelitian yang dilaksanakan oleh mahasiswa dalam rangka melaksanakan skripsi meliputi tiga bagian, yakni perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan. Luaran perencanaan akan mengisi bagian 1 hingga 3 skripsi dan berujung pada seminar proposal. Luaran pelaksanaan akan mengisi bagian 4 dan 5 skripsi. Aktivitas pelaporan meliputi penyusunan, serta penilaian skripsi dalam ujian atau sidang skripsi. Skripsi menurut rumusan keterampilan dalam lampiran Permen tersebut adalah deskripsi saintifik. Deskripsi menurut KBBI adalah pemaparan atau penggambaran dengan kata-kata secara jelas dan terperinci. Dengan demikian dalam skripsi tidak boleh hanya menyajikan / menunjukan hasil / data penelitian, tetapi harus ada pembahasan berupa pemaparan jawaban pertanyaan penelitian dan penyelesaian masalah penelitian berdasarkan data penelitian secara jelas dan rinci. 

Karena skripsi merupakan deskripsi saintifik, maka pembelajaran penelitian ini menggunakan pendekatan saintifik. Dalam pendekatan saintifik Mahasiswa mengikuti pembelajaran penelitian sesuai rancangan kegiatan pembelajaran (Rusman, 2015) yang dibuat oleh dosen pembimbing, yang dikenal dengan istilah RKPS (Rencana Kegiatan Pembelajaran Semester). Dengan demikian setiap dosen pembimbing membawa mahasiswa ke dalam proses pembelajaran yang terencana dan bukan terserah mahasiswa maunya apa. Disebutkan dalam Permen tersebut, bahwa hasil penelitian mahasiswa harus memenuhi capaian pembelajaran lulusan yang dituangkan dalam silabus.

Ada indikator capaian pembelajaran yang harus muncul pada peserta didik yang dicapai dengan strategi, metode, dan media tertentu selama satu semester. Absensi mahasiswa dalam proses bimbingan setiap minggunya sama halnya dengan absensi dalam proses pembelajaran mata kuliah lainnya. Untuk menjamin ketercapaian rencana pembelajaran selama satu semester, perguruan tinggi dapat menerapkan aturan yang sama dengan pembelajaran mata kuliah lain, berupa penambahan semester atau nilai E bagi mahasiswa yang bimbingannya selama satu semester kurang dari sekian persen. Aturan tsb dapat membangun perhatian pada mahasiswa untuk memenuhi indikator capaian pembelajaran setiap minggu.  

Menurut Hosnan (2014), pendekatan saintifik adalah suatu proses pembelajaran yang dirancang supaya peserta didik secara aktif mengkonstruk konsep, hukum, atau prinsip melalui kegiatan mengamati, merumuskan masalah, mengajukan/merumuskan hipotesis, mengumpulkan data dengan berbagai teknik, menganalisis data, menarik kesimpulan, dan mengkomunikasikan. Disebutkan dalam rumusan keterampilan umum, bahwa mahasiswa sarjana harus mampu mengambil keputusan secara tepat dalam konteks penyelesaian masalah di bidang keahliannya, berdasarkan analisis data dan informasi. 

Senin, 12 Agustus 2019

Wisata Digital

Sumber Gambar : Kompas

Pasar Digital kalau diterjemahkan ke dalam bahasa inggris menjadi Digital Market. Tentunya pengertiannya beda dengan Digital Marketing / Pemasaran Digital. Digital marketing adalah istilah terkait teknik promosi menggunakan teknologi digital seperti layanan iklan Google atau Facebook. Kegiatan Digital Marketing bertujuan utk mempromosikan sesuatu menggunakan perangkat digital seperti smartphone dan media sosial. Dalam kompetisi Digital Marketing, pemenangnya adalah dia yang paling sukses mempromosikan sesuatu dengan perangkat digital. Indikatornya misalnya konten promosinya paling banyak disukai atau disiarkan ulang di media sosial.

Agak sulit menemukan pengertian Digital Market. Pengertian yang agak mendekati adalah Electronic Market yang menurut IGI Global merupakan sistem berbasis TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi). TIK adalah teknologi digital karena prinsip kerjanya berdasarkan digit 1 (nyala) dan 0 (mati). Digital Market juga pengertiannya sama dgn Electronic Marketplace atau Online Marketplace yang difahami sebagai pasar yg diwujudkan oleh perangkat digital berupa perangkat lunak e-Commerce yg dijalankan dan diakses melalui internet dengan menggunakan perangkat keras komputer dan diisi oleh banyak penjual. Dengan demikian keberadaan Digital Market dan lapak-lapak penjualnya bukan di dunia nyata tetapi di dunia maya yang hanya bisa diakses dengan cara terhubung ke dalam jaringan / online. Untuk mendapatkan keuntungan dari penjualan di Digital Market diperlukan upaya promosi dengan Digital Marketing. Jika dikompetisikan, Digital Market terbaik adalah misalnya yang jumlah transaksi hariannya paling banyak.

Wisata / Tour adalah bepergian ke suatu tempat; pariwisata / Tours adalah rangkaian wisata; dan kepariwisataan / Tourism adalah segala sesuatu terkait pariwisata. Pasar Wisata Digital dalam bahasa Inggris bisa memiliki dua makna: 1) Pasar Wisata yg diwujudkan dan diakses menggunakan teknologi digital, seperti Traveloka yang menjual beragam jasa wisata; dan 2) Pasar di dunia nyata atau maya yang berisi lapak-lapak yang menawarkan pengalaman Wisata Digital. Ada banyak pengertian Wisata Digital. Di antaranya ada yang menggunakan istilah tersebut untuk perjalanan mengunjungi Digital Startup semisal Gojek berikut enabler dan supporternya. Kita akrab dgn istilah umumnya, yakni kunjungan industri. Yang lainnya menggunakan istilah tersebut untuk wisata menggunakan teknologi digital. 

Pengertian "menggunakan teknologi digital" dapat berarti: 1) Melengkapi pengalaman wisata di dunia nyata dgn perangkat digital, seperti headset yg digunakan pengunjung utk mendengarkan deskripsi spot bersejarah semisal tempat pembantaian milik Khmer Merah; atau 2) Wisatanya bersifat digital, seperti street view nya Google atau virtual tour nya Sejarah Princeton.

Di Garut akan digelar Pasar Wisata Digital. Kita dapat memahaminya dengan pengertian Digital-Tour Market di mana teknologi digital (smartphone dan medsos) digunakan untuk meningkatkan pengalaman wisata. Di dalamnya ada sejumlah lapak Instagramable atau selfie-spot yg menyediakan pengalaman tambahan dgn teknologi digital. Di era milenial ini segala wisata sudah seharusnya menjadi wisata digital. Di era pemerintahan Hindia Belanda dulu, sudah ada peta wisata Garut yang digunakan oleh perusahaan Tours dan Travel di Batavia. Sekarang ini Garut harus punya Digital Tour yg menawarkan wisata secara virtual dengan teknologi digital mengikuti alur peta wisata yang digunakan oleh calon wisatawan sebelum mereka mengunjungi dunia nyatanya.

Seringkali transisi budaya menimbulkan friksi antar kelompok. Digital Migrant seringkali nyinyir dengan kebiasaan selfie Digital Native. Padahal seharusnya mereka ikut melakukan selfie utk memberi manfaat positif kpd orang lain. Tentu saja selalu ada celah utk mendapat dampak negatif sebagai akibat melihat konten selfie, tetapi itu semua sebabnya lebih karena kondisi hati yang belum bebas dari penyakit hati.