Dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat (Permendikbud 49/2014 Pasal 1:14)

Sekolah Tinggi Teknologi Garut

Diselenggarakan mulai tahun 1991 dan bernaung di bawah Yayasan Al-Musaddadiyah.

Program Studi Teknik Informatika

Berdiri pada tanggal 30 Juni 1998.

Rinda Cahyana

Dosen PNS yang diperbantukan di Sekolah Tinggi Teknologi Garut sejak tahun 2005

Minggu, 30 Agustus 2009

SMS Centre masih pentingkah?


Menurut Internet World Statistic (Herusastro, 2008), penetrasi internet di Indonesia tahun 2008 mencapai 10.5% dengan jumlah pengguna sekitar 25 juta jiwa, yang apabila dibandingkan dengan total populasi di Indonesia saat itu, 10.5 dari 100 penduduk Indonesia adalah pengguna internet. Angka pengguna internet tersebut sama dengan data statistik pengguna internet tahun 2007 yang dipublikasikan oleh Asosiasi Penyelengara Jasa Internet Indonesia (APJII) pada situsnya.

Sementara itu menurut Wireless Intelligent (Suryadhi, 2008) jumlah pelanggan seluler di Indonesia pada Kuartal II tahun 2008 mencapai jumlah 116,144,392 pelanggan. Adapun tingkat penetrasi seluler di Indonesia menurut The Mobile World diperkirakan hingga akhir 2008 mencapai 55%.

Dengan memperhatikan tingkat penetrasi seluler yang jauh lebih besar jika dibandingkan penetrasi internet, maka kemungkinan jumlah penerima informasi melalui layanan pesan singkat / Short Message Service (SMS) akan jauh lebih banyak dibandingkan melalui email atau halaman web. Bahkan apabila pada tahun 2008, 25 juta jiwa pengguna internet menurut data Internet World Statistic (Herusastro, 2008) mengakses internet menggunakan perangkat seluler, maka pengguna perangkat seluler yang tidak mengakses internet melalui perangkat seluler jika diselisihkan dengan data Wireless Intelligent (Suryadhi, 2008) adalah sebanyak 91,144,392 pengguna atau sekitar 78.5%.

Apabila diketahui informasi diperoleh pengguna informasi dengan sekali mengirim SMS atau membuka halaman web kurang dari 1 menit, tarif termurah tahun 2009 untuk SMS adalah Telkomsel AS yakni Rp. 6,5 / sms dan untuk mobile internet adalah Indosat (Mentari dan IM3) yakni Rp. 100 / menit, maka biaya akses informasi melalui internet pada perangkat seluler yang harus dikeluarkan pengguna masih jauh lebih mahal jika dibandingkan SMS. Jika penyedia informasi menyediakan layanan informasi melalui SMS, maka 78% pengguna perangkat seluler di Indonesia akan merasa puas karena biaya akses informasi yang harus dikeluarkannya murah. Sementara hanya sekian persen dari 21.5% pengguna internet yang selalu online saja yang akan merasa tidak puas karena harus mengeluarkan biaya selain internet sebesar Rp. 6,5.

Bagi penyedia informasi yang memiliki banyak layanan melalui web, penambahan layanan informasi melalui SMS mungkin akan menjadi beban. Namun apabila besarnya persentase kepuasan pelanggan merupakan Critical Success Factor (CSF) bagi strategi bisnisnya, maka penambahan layanan informasi melalui Pusat Layanan Pesan Singkat (PLPS) atau Call Centre tidak akan dianggap sebagai beban. Oleh sebab itu, dengan memperhatikan besarnya jumlah pengguna informasi dan persentase kepuasan mereka terhadap biaya akses informasi, banyak penyedia informasi seperti perusahaan, perguruan tinggi, dan pemerintahan tetap menjalankan PLPS sebagai alat pemenuhan informasi bagi para penggunanya hingga tahun 2009 ini.

Selasa, 28 April 2009

Mukadimah Cinta-Cinta Dalam Perbuatan-Nya

Cinta itu menuntut penyatuan. Apabila penyatuan tidak tercapai, maka penderitaan akan merasuki jiwa. Namun cinta kepada Allah bisa meredakan semuanya.
 
Jatuh cinta itu tidak salah selama Allah membolehkannya. Yang salah itu apabila bentuk pelimpahan cintanya tidak benar di sisi Allah.
 
Mengetahui apakah ada cinta dalam hati adalah urusan selanjutnya setelah mengetahui benar atau salahnya bentuk pelimpahan cinta yang diberikan kepada yang dicinta.
 
Cinta itu dapat terpendam dan juga dapat terekpresikan. Yang menghimpun kedua orang yang saling mencintai adalah Allah, dalam diamnya ataupun dalam terekpresikannya cinta.
 
Sempitnya pendefinisian bentuk-bentuk luapan perasaan suka telah menyebabkan hilangnya kesempatan untuk melahirkan dan merasakan rupa-rupa amal cinta yang indah, suci, dan mengesankan.
 
Cinta adalah beban, terlebih apabila hati telah diselubungi oleh nafas-nafas kerinduan. Yang membuat jiwa terbebas dari beban tersebut adalah kemabukan, yang disebabkan karena meneguk anggur setan yang meniadakan sementara atau anggur Tuhan yang meredakan selamanya. Anggur Tuhan mengalir dari kesyahduan hati yang terliputi oleh dzikrir dan tersenth oleh sinaran kasih-Nya.
 
Hasrat dan harapn telah menggetarkan dzarah hati begitu cepatnya sehingga jiwa resah dan kehilangan kendali atas diri. Dzikir yang membukakan penyaksian kepada jaminan dan pilihan-Nya, atau kemahakuasaan-Nya atas segala yang dihasrati dan diharapkan akan menentramkanhati, sehingga dzarah itu berhenti sama sekali.

Dua Hal

Dua hal yang dibutuhkan secar fitrah oleh manusia dan dicari oleh jiwanya di manapun ia berada dan kapanpun, yakni keberuntungan dan kebahagiaan.

Dua alasan yang menyebabkan agama ini menyeru ummatnya agar memiliki ilmu yang luas dan keimanan yang mendalam, yakni agar hatinya tidak terikat oleh dunia atau dunia tidak masuk ke dalam hatinya, dan agar urusan dunianya merupakan urusan akhiratnya atau ia memiliki kelapangan untuk selalu berinteraksi dengan Allah, di manapun dan kapanpun.

Sesungguhnya sumber penderitaan manusia itu ikatan mahluk-Nya di dalam hati. Dan sumber ketidaberuntungan manusia itu adalah terlalakannya urusan akhirat. Sumber kebahagiaan manusia itu dalam kedekatannya dengan Allah. Dan sumber keberuntungan manusia itu dalam lipahan cinta-Nya.
Ya Allah rahasiakanlah. Ya Allah wujudkanlah. Rahasiakanlah perhubunganku dengan-Mu sebagaimana Engkau rahasiakan aibku. Wujudkanlah semua amaliah baik yang disukai mahluk-mahluk-Mu, yang bisa membuat tabirmu tersingkap dari mata hatiku.

Sabtu, 25 April 2009

Tenggelam Dalam Cinta-Nya [2] - Lurus

Menghadaplah lurus kepada-Nya. Batasi kesempatan matamu untuk melihat ke lain arah. Karena pandangan dan jalan yang benar adalah jalan-Nya. Karena penyaksian yang indah adalah penyaksian dalam mengingat-Nya dan penyaksian kepada sentuhan kasih-Nya, yang kamu tidak dapat sampai kepada puncaknya kecuali dengan menapaki jalan-Nya yang lurus.

Wahai jiwa, jika engkau telah menyadari bahwa kehidupan dalam cinta Allah adalah kehidupan yang menjanjikan dan kehidupan yang sesuai dengan fitrahmu sebagai hamba Allah, maka engkau membutuhkan jalan dan kekuatan untuk mencapainya. Sesungguhnya Allah telah lama membentangkan jalan itu dengan kedua belah tangan Rasulullah SAW. Dan Allah telah membangkitkan kekuatan pada jiwa hamba-hamba-Nya tatkala mereka menjejaki kakinya pada pengetahuan yang telah diajarkan-Nya, dan tatkala mengamalkan segala amal yang telah ditunjukan-Nya melalui Rasul-Nya yang mulia. Maka jejakanlah kakimu padanya dan gunakan semangat yang meliputi ruhmu padanya untuk mewujudkan sega amal yang dicitai-Nya. Dengan demikian maka semoga mudahlah jalan kembalimu kepada-Nya.

Jangan engkau mencoba jalan yang samar setelah Allah berikan kepadamu jalan yang terang benderang. Allah telah menerangkan segala jalan yang dibutuhkan hamba-hamba-Nya dan meluruskan segala hal yang telah dibengkokan hamba-hamba-Nya. Jadi, jangan pernah mengambil kecuali jalan-Nya saja.

Cukupkan dirimu dengan apa yang dijelaskan Allah dan Rasul-Nya SAW. Maka semoga kamu benar-benar maujud menjadi hamba Allah yang dikehendaki-Nya. Jangan kau campuri ia dengan segala yang tidak jelas (syubhat) atau bahkan yang haram, agar kewujudan Islam-mu sempurna dan tidak menipu dirimu.

Sesungguhnya jalan-Nya membawa dirimu kepada keterbukaan pintu mata hati. Setiap amal yang engkau dirikan di atas jalan-Nya akan mensucikan hatimu dan mendekatkan dirimu kepada-Nya. Jika hatimu telah bersih dan mata hatimu menjadi tajam, maka kedekatan kepada-Nya akan menjadi hantaran bagi dirimu untuk dapat melihat dengan mata hatimu, segala macam keindahan yang diperuntukan-Nya bagi hamba-hamba yang dicintai-Nya, yakni keindahan nuansa kehadiran-Nya yang dirasakan oleh hati yang bersih dan keindahan sentuhan kasih-Nya yang disaksikan oleh para pengenal-Nya yang memiliki hati yang tajam.

Sesungguhnya puncak keindahan tidak akan tercapai kecuali dirimu berada di dalam Syurga-Nya. Karena puncak keindahan itu adalah wajah-Nya. Sesungguhnya para kekasih Allah akan melihat wajah-Nya yang keindahannya tidak dapat digambarkan, sebagaimana melihat bulan purnama.

Puncak keindahan itu tidak dapat dicapai kecuali dengan menjadikan diri sebagai kekasih Allah. Dan kekasih Allah adalah mereka yang menapaki jalan-Nya. Tanda hadirnya cinta Allah pada diri mereka terleta pada amaliah mereka yang diridloi dan diterima-Nya. Dan hanya amal Islamiah sajalah yang diridloi dan diterima-Nya, sebagaimana firman-Nya: "Sesungguhnya agama (yang diridloi) di sisi Allah adalah Islam.", dan karena Allah menolak segala agama kecuali Islam.

Jumat, 03 April 2009

Tenggelam dalam cinta-Nya [1] - Ihsan

Ingatlah Allah, sehingga Dia senantiasa berada di pelupuk matamu, menggores nama-Nya di wajahmu, dan menggantikan wajahmu dengan wajah-Nya. Ingatlah Allah, sehingga engkau benar-benar mengagumi perbuatan kasih-Nya padamu. Hingga karenanya engkau mencintai-Nya, menyebut-nyebu-a dan membiarkan kemusnahan jiwa-ragamu saat Ia terbit menggantikan dirimu. Hingga engkau menghendaki wajah-Nya dan berkata, "Ya Allah, Engkau saja yang ada dan jangan aku." Hingga engkau berusaha agar semua orang mendapatkan diri-Nya dari dirimu dan berusaha agar dirimu tidak lebih besar dalam hati hamba-hamba-Nya dari pada diri-Nya.

Wahai jiwa, ingatlah bahwa semua yang hidup di muka bumi ini bergantung kepada Allah. Allah yang menghidupkannya, yang mematikannya, dan yang memegang ubun-ubunnya. Segala yang terjadi di muka bumi ini merupakan ketetapannya. Dan segala bentuk keselamatan yang dikehendaki mahluk-mahluk-Nya berada dalam genggaman-Nya.

Maka kenapa engkau tidak mengingat-Nya agar Ia mengingatmu? Padahal dalam segala kesusahan engkau membutuhkan jalan keluar, dan satu-satunya pemilik jalan keluar adalah Ia. Padahal dalam genggaman Allahlah semua jalan yang engkau butuhkan.

Bukankah yang kau kehendaki adalah kemudahan? Maka datang dan mintalah kemudahan itu kepada Allah, kemudian engkau cari di mana Allah letakan yang engkau pintan kepada-Nya. Jika kau temukan, maka berharaplah agar Ia meridloi dirimu karena mendapat apa yang Ia berikan kepadamu.

Kenapa engkau tidak mencintai-Nya agar Ia mengasihimu dan memberi engkau kedudukan baik di sisi-Nya. Apakah engkau tidak merindukan suatu kedudukan, yang mana Allah akan selalu menjagamu dari segala bentuk kehinaan, dan membantumu mencapai tempat kemuliaan dan kehidupan yang selamat?

Sesungguhnya Allah akan memberikan yang terbaik bagi hamba-hamba yang dicintai-Nya. Allah senang apabila hamba-hamba yang dicintai-Nya selalu mengingat dan mendekatkan diri kepada-Nya. Maka Allah berikan kepada mereka karunia kelapangan hati sehingga hatinya mudah mengingat-ingat diri-Nya. Allah berikan kepada mereka karunia ketaatan dalam menjalankan amaliah sunnah, sehingga mereka semakin dekat kepada-Nya. Dan Alloh berikan kepada mereka setelah hatinya bening, jalan-jalan-Nya, agar denganna hamba-hamba-Nya dapat menempuh kehidupan yang diperuntukan bagi hamba-hamba pilihan-Nya.

Sadarah wahai jiwa, bahwa dirimu diliputi kefakiran, Engkau membutuhkan kelapangan dan kebahagiaan di alam hatimu. Sementara orang-orang yang sempurna akalnya memahami bahwa itu semua hanya dapat diwujudkan dengan ahlak yang baik. Dan sadarilah kefakiranmu, sadarilah dirimu yang lemah dan terbatas untuk mewujudkan semangat yang dibutuhkan untuk mewujudkan akhlak yang baik, dan pengetahuanmu yang sedikit dan terbatas untuk dijadikan sumber kelahiran semangat atau referensi bagi segala macam amaliahmu.

Cintailah Allah, karena yang Dicinta akan merasuki si pecinta. Bila cinta-Nya telimpah pada dirimu, maka Ia akan selalu bersamamu. Ia akan melimpahi hatimu dengan petunjuk-Nya dan menghembuskan kekuatan ke dalam ruhmu untuk bisa mewujudkannya. Sehingga apabila kekuatan itu telah melahirkan gerak pada tubuh, maka Ia menjadi tanganmu di saat engkau melempar, dan Ia menjadi mulutmu di saat engkau berbicara.

Sadarilah kelemahanmu dan keterbatasan dirimu dalam memberikan manfaat kepada dirimu dan sesamamu. Sementara dalam kelemahan yang bisa membuat dirimu terjerumus ke dalam perbuatan hina, engkau dibayang-bayangi ancaman kecemburuan atau kebencian Allah.

Maka jadikanlah Allah sebagai penyempurnamu. Cintailah Allah, sehingga Allah menjadi tangan dan kakimu. Dengan keadaan tersebut maka Allah telah melindungimu dari kecemburuan dan kebencian-Nya. Allah menyempurnakan dirimu sehingga engkau bisa melakukan apa-apa yang tidak bisa kamu lakukan. Allah lah yang Maha Sempurna yang menyempurnakan, dana Maha Penolong yang dengan kesempurnaan-Nya mampu menyempurnakan hamba-hamba-Nya sehingga mereka terbebas dari segala kelemahan.

Cintailah Allah, karena yang Dicinta akan merasuki si pecinta. Akhlak Yang Dicinta akan diwariskan kepada pecinta. Akhlak-Nya yang terwujud pada diri hamba-hamba yang dicintai-Nya, akan sangat menghibur para perindu Allah. Karena mereka mengetahui bahwa Allah pemilik akhlak yang baik. Karena dengan melihat akhlak yang baik mereka menjadi ingat kepada Allah dan terhibur dengannya.

Cintai dan ingatlah Allah, karena hanya Allah yang bisa memberikan ketentraman bagi hatimu dan sesamamu. Dalam hati hamba-hamba yang selalu mengingat-Nya, semua orang akan menemukan keindahan dan limpahan sayang-Nya. Maka ingatlah Allah, agar dengannya engkau dapat selalu bersama Allah. Dan semua orang akan mendapatkan manfaat dari indahnya celupan cinta yang menempel pada jiwa dan ragamu.

Jadikanlah jiwamu sebagai jiwa yang dicintai-Nya. Karena sesungguhnya apa yang diberikan jiwa-jiwa yang dicintai-Nya kepada hamba-hamba-Nya yang lain adalah bentuk sentuhan kasih-Nya kepada mahluk-mahluk-Nya. Rasakanlah sentuhan-Nya dengan merapatkan dirimu dengan hamba-hamba yang mewarisi cinta-Nya, yang mewarisi akhlak-Nya, dan yang mendekatkan dirimu kepada-Nya.

Kenalilah kemahasempurnaan Allah dan kefakiranmu, sampai pada akhirnya engkau meyakini bahwa semua hamba-Nya membutuhkan kedekatan dengan-Nya, santunan-Nya, dan sangat tersiksa dengan hijab yang menghalangi dirinya degan Allah. Lalu sadarlah bahwa apa yang Ia ciptakan berpotensi menjadi hijaban. Maka berusahalah agar selalu membawa siapa saja kepada-Nya, walau hanya dengan mewujudkan sentuhan-Nya melalui akhlak mulia-Nya yang merasuki dirimu. Dan jangan buat dirimu sebagai hijab dengan membuat dirimu dan sesamamu mengingat Allah dan menyadari keberadaan-Nya.

Hiduplah dengan mencintai-Nya yang berdasarkan pengetahuanmu akan keterbutuhan kepada cinta-Nya, hingga engkau merasa tidak dapat hidup tanpa diri-Nya dan senantiasa bergantung kepada-Nya. Hiduplah dengan terus menyadari kefakiranmu, sehingga engkau mengharapkan santunan-Nya dan berusaha menutupi wajahmu dengan wajah-Nya.

Hiduplah, dengan kesanggupan untuk mengecilkan dirimu dan membesarkan Allah, menampakan-Nya dan menyembunyikan dirimu. Sesungguhnya segala sesuatu itu membutuhkan Allah dan mmbutuhkan segala kebaikan yang terlahir dari sentuhan-Nya. Tarik dirimu yang menhijabi, dan wujudkan sentuhan-Nya dengan mewarisi cinta-Nya. Dan hiduplah daam liputan cinta-Nya, sebagai wujud cinta-Nya di muka bumi.

Anggaplah engkau kehilangan wujudmu saat cinta-Nya tidak ada pada dirimu. Karena kini engkau yang membutuhkan cinta-Nya dan yang menganggap dirimu sebagai hijab jika tanpa cinta-Nya, adalah wujud cinta-Nya. Dan karena kini engkau tidak memiliki kehidupan dan kewujudkan apabila cinta-Nya tidak maujud dalam dirimu. Wahai jiwa-jiwa yang tidak dicintai-Nya, carilah wujudmu.

Selasa, 31 Maret 2009

Framework untuk Strategic Management of Information Technology (SMIT)

Artikel ini merupakan intisari dari tesis Raquel terkait kerangka kerja SMIT yang disusun sebagai panduan dalam analisa SMIT. Penjelasan lebih jauh dari intsari ini dapat dibaca langsung dari tesis Raquel yang berjudul, a Framework for the Strategic Management of Information Technology. SMIT adalah kerangka kerja holistic dari kerangka kerja untuk manajemen strategis yang diperluas oleh kerangka kerja TI sebagai factor kompetitif.

Kerangka kerja Strategic Management of Information Technology (SMIT) yang dikembangkan oleh Raquel Flodström (2006) digunakan pada tahap analisa strategi sebelum pemilihan strategi kompetitif sebagai:
  1. Alat komunikasi di antara manajer strategis sepanjang proses analisa strategi dan pemilihan strategi. Strategi kompetitif yang efektif dikembangkan oleh manajer dengan jalan memahami factor kompetisi dan keterhubungan antara satu factor yang lainnya, serta dampak perubahan lingkungan kompetitif. Pemahaman ini dicapai melalui komunikasi di antara manajer.
  2. Alat analisa untuk mengembangkan strategi kompetitif dalam kondisi strategi TI yang selaras dengan strategi bisnis.
  3. Alat evaluasi dan diskusi dalam analisa strategis. Kerangka kerja SMIT dapat menjelaskan hubungan kompleks yang merupakan kombinasi interaksi di antara factor relevan seperti lingkungan kompetitif, strategi kompetitif, factor kompetitif dan hasil kompetitif. Dapat pula digunakan untuk memahami factor yang berbeda dari proses kompetitif.

Gambar 1. Kerangka kerja SMIT, sumber: Raquel, 2006.

3.1. Lingkungan Kompetitif

Lingkungan kompetitif adalah lingkungan dalam konteks kompetisi yang sedang terjadi yang meliputi bisnis suatu organisasi. Lingkungan kompetitif atau sering disebut dengan lingkungan atau pasar mempengaruhi pemilihan strategi oleh manajemen, terkait dengan apakah keuntungan kompetitif harus ditingkatkan atau dipertahankan. Pemilihan strategi tersebut akan mempengaruh hasil kompetitif.

Lingkungan kompetitif adalah semua kondisi eksternal yang mungkin mempengaruhi dan berpengaruh terap kompetisi bisnis suatu organisasi. Lingkungan kompetitif merupakan nilai tinggi bagi manajemen strategis sehubungan dengan perannya dalam meningkatkan keuntungan kompetitif sebagaimana disebutkan oleh Pitkethly (2003),

Competitive advantage is in fact meaningless as concept unless it is used in the contect of a given competitive environtment. An advantage has to be gained over something other than the prossessor of the advantage, in resect of some criteria relevant to a common objective and in relation to a given location and competitive environtment

Batasan wilayah meliputi lingkungan internal yang dibatasi oleh wilayah organisasi, dan lingkungan eksternal yang berada di luar organisasi. Lingkungan kompetiif diklasifikasikan sebagai berikut
  1. Lingkungan kompetitif secara umum yang berhubungan dengan semua factor umum yang mempengaruhi hal terkait dengan organisasi.
  2. Lingkungan kompetitif yang meliputi: 1) Lingkungan industry terkait dengan industry di mana organisasi berkompetisi padanya dan juga kelompok strategis yang mana organisasi merupakan bagian dari padanya; dan 2) Lingkungan unit bisnis meliputi lingkungan kompetitif dekat yang direpresentasikan oleh organisasi, untuk mendapatkan pelanggan dan nilai tambah.
Identifikasi lingkungan kompetitif umum dapat dilakukan dengan menggunakan tiga teknik:
  1. Identifikasi factor luar yang relevan dengan menggunakan model untuk menganalisa factor politik, ekonomi, social, dan teknologi (PEST)
  2. Identifikasi kecenderungan yang berhubungan dengan kebutuhan strategis untuk meramalkan bagaimana lingkungan kompetitif akan berubah.
  3. Identifikasi lingkungan global terkait dengan cara kerja global dengan memanfaatkan TI.
Lingkungan kompetitif berhubungan secara langsung dengan tiga factor, yakni strategi kompetitif, factor kompetitif, dan hasil kompetitif.
Gambar berikut ini merupakan kerangka kerja yang mengilustrasikan hubungan di antara ketiga factor
Gambar 2. Kerangka Kerja Untuk Lingkungan Kompetitif

Sebagaimana nampak pada gambar 2, hasil kompetitif didefinisikan berdasarkan kepada lingkungan kompetitif terkini dan perubahannya di masa datang. Hasil kompetitif dipengaruhi oleh strategi yang diambil, dan dapat dalam bentuk keuntungan kompetitif sementara, keuntungan kompetiif berkeanjutan, atau tidak memberikan keuntungan sama sekali. Manajemen stategis menentukan apakah keuntungan kompetitif yang merupakan hasil kompetitif dipertahankan atau ditingkatkan sesuai dengan kondisi lingkungan kompetitif. Dengan demikian maka hasil kompetitif dipengaruhi oleh manajemen strategis dan secara tidak langsung oleh lingkungan kompetitif.

Lingkungan kompetitif dapat dalam keadaan static dan juga dinamik. Dalam kondisi static, lingkungan kompetisi dalam keadaan tetap. Dalam kondisi ini, tidak ada interaksi antara lingkungan dan tindakan competitor yang membuat lingkungan stabil. Sementara dalam kondisi dinamik, lingkungan selalu berubah-ubah.

3.2. Hasil Kompetitif

Sekalipun tujuan strategi adalah untuk mencapai keuntungan, namun sangat mungkin strategi tidak berhasil mencapainya. Misalnya apabila organisasi hanya berinvestasi teknologi atau mengikuti teknologi yang digunakan oleh kompetitornya maka tidak akan memberikan keuntungan apapun, karena keuntungan hanya diperoleh hanya dengan menggunakan teknologi untuk mendukung bisnis dan menciptakan nilai lebih.

Porter (1985) mendefinisikan keuntungan kompetitif sebagai berikut, ‘Competitive advantage is the ability to earn returns on investment persistently above the average for the industry.’ Keuntungan kompetitif yang berkelanjutan terjadi dalam kondisi competitor tidak menerapkan strategi yang sama dengan strategi organisasi [Barney, 1991], atau strategi yang dikembangkan organisasi sulit ditiru.

Menurut Raquel (2006) implementasi teknologi tidak menyediakan keuntungan kompetitif yang berkelanjutan karena teknologi tersedia secara umum sehingga memungkinkan memberikan keuntungan yang sama bagi organisasi dan competitor. Menurut penulis, keuntungan kompetitif dari teknologi tergantung kepada bagaimana teknologi itu digunakan, yang mungkin saja berbeda-beda penggunaannya di setiap orgaisasi, tergantung ketersediaan sumber daya manusia dan sejumlah kemampuan lainnya, seperti financial dan infrastruktur penunjang.

3.3. Manajemen Strategis

3.3.1. Manajemen Bisnis

Faulkner Et Al. (2003) mendefinisikan strategi kompetitif sebagai, ‘is about finding a strategy that is better than that of your competitors, and that thus enables you to make repeatable profits from selling your products and services.’ Strategi kompetitif didasarkan pada analisa lingkungan kompetitif dimaksudkan untuk mendapatkan strategi unik yang tidak dapat diikuti oleh competitor yang digunakan oleh organisasi untuk mendapatkan hasil kompetitif (tujuan bisnis) yang berkesinambungan. Pembangunan strategi dapat menggunakan focus kompetitif berikut ini :
  1. Forkus produksi: Economies of scale, di mana perusahaan bersaing dengan biaya rendah jika dibandingkan dengan kompetitornya, dan oleh karenanya cenderung mendominasi andil pasar. TI dipertimbangkan sebagai factor strategis dalam pendekatan ini karena dapat mengurangi biaya sekaligus mengefektifkan proses bisnis produksi. Menuru Christensen (2001, hal. 107), kompetisi berlandaskan economies of scale tidak akan memberikan keuntungan lebih besar dalam jangka waktu yang lama;
  2. Fokus pemasaran dan distrbusi: Economies of scope yang berhubungan dengan lini produk yang luas, dengan membuat berbagai jenis produk untuk menghadapi perubahan kebutuhan pasar. Efisiensi dilakukan pada pemasaran dan distribusi. Pemasaran sejumlah produk dalam satu kesempatan diharapkan dapat menjaring keuntungan dari pelanggan di bandingkan menjual hanya satu produk;
  3. Fokus sumber daya: Teori resource based view. Strategi yang memanfaatkan kekuatan internal firma untuk menjawab kesempatan lingkungan (Barney, 1991). Teori ini memfokuskan pada kombinasi unik faktor stabil internal perusahaan sebagai sumber keuntungan kompetitif. Menerapkan teori ini untuk TI dapat dilakukan dengan cara mengintegrasikan TI dengan organisasi dan mengkombinasikannya dengan kemampuan dalam menggunakan dan mengembangkan TI yang sulit ditiru oleh kompetitor sehingga menjadi factor kompetiif.
  4. Fokus kemampuan: Kemampuan dinamis di mana perusahaan dapat menyesuaikan diri dengan cepat untuk melakukan perubahan teradap lingkungan kompetitif.
Sejumlah factor kompetitif digunakan dalam mendefinsikan strategi kompetitif. Faktor kompetitif yang juga dikenal sebagai faktor strategis, adalah faktor yang memberikan beberapa nilai strategis berupa keuntungan kompetitif bagi organisasi. Bowman (2003) mendefinisikannya sebagai berikut: Strategic assets [competitive factors] are specific to the firm, and they either help the firm win business, or they assist in the delivery of products or services at lower costs than competitive firms.
Faktor kompetitif dikategorikan menjadi: 1) Factor internal seperti integrasi, kemampuan, pengelolaan pengetahuan, dan pembelajaran organisasi sebagai sumber kompetisi; dan 2) Faktor eksternal seperti posisi pasar. Kombinasi antara focus kompetitif, lingkungan kompetitif dan factor kompetitif menentukan hasil kompetitif.
Faktor kompetitif dikategorikan sebagai berikut:
  1. Pemahaman umum, dengan tujuan untuk meneliti factor static dan dinamik yang mungkin mendukung atau mengendalikan keuntungan kompetitif.
  2. Komplementer, yakni factor luar dan dalam perusahaan yang dapat digunakan untuk mendukung factor lainnya dalam rangka mencapai keuntungan kompetitif.
  3. Dampak kompetitif, meliputi dampak makro (skala luas) dan mikro (skala terbatas).
Gambar 3. Faktor Kompetitif
Berikut ini adalah kerangka Strategi Kompetitif dengan memperhatikan penyelarasan strategi TI dengan strategi bisnis:
Gambar 4. Kerangka Kerja untuk Strategi Kompetitif dan Hasil Kompetitif

3.3.2. Manajemen TI

Strategi TI adalah strategi yang mengatur TI sebagai faktor kompetitif yang dapat memberikan keuntungan kompetitif berkelanjutan. Definisi Strategi Teknologi Informsi ditemukan di dalam Cardullo (1996, p. 54)

…a formal set of enterprise technological intentions that allocates available factors and sets priorities based on clearly stated technological and enterprise objectives and a perceived environment in which the process is to be embedded.

Strategi TI juga dapat didefinisikan sebagai teknologi spesifik yang diperlukan untuk menyampaikan dan menjamin aliran informasi, seperti arsitektur TI, standar teknis, tingkat jaminan sekuritas, dan manajemen risiko.

TI adalah factor penting yang memungkinkan dicapainya keuntungan kompetitif. TI adalah faktor kompetitif sebab pembangunan TI dan Internet telah memungkinkan pengolahan data di antara pelanggan, perusahaan, dan pasar. Selain itu, TI menyelesaikan masalah terkait dengan pengiriman informasi, biaya transaksi yang rendah, ketersediaan dalam waktu yang cepat, dengan tanpa melihat jarak geografik, dengan penambahan kemungkinan untuk mencapai keuntungan kompetitif.

Sebagai factor kompetitif, TI memeiliki karateristik sebagai berikut:
  1. Karakter statis, dimana hanya terjadi perubahan kecil pada TI atau relative stabil.
  2. Karakter dinamis, TI yang cenderung selalu berubah dan mempengaruhi kompetisi. Dengan sifat perubahannya tersebut, sulit bagi manajemen untuk memformulasikan strategi jangka panjang, dan untuk meramalkan dampak pembangunan TI yang baru pada lingkungan kompetitif yang secara pasti akan mempengaruhi daya saing organisasi.
Karena TI tidak sendirian dalam mencapai keuntungan kompetitif, factor lain di luar TI ikut andil dalam pencapaian tersebut. Faktor lain ini disebut factor komplementer yang bersumber dari dalam organisasi (internalitas) seperti pelatihan penggunaan teknologi, serta berbagi keahlian, pengetahuan dan informasi. Faktor lainnya berada di luar pengaruh manajemen (eksternalitas) seperti kejadian yang berdampak global, infrastruktur jaringan luar, dan perubahan lingkungan kompetitif.
Sebagaimana dengan fakor kompetitif bisnis, maka factor yang diperhatikan adalah dampak kompetitif dari penggunaan TI dalam skala mikro atau makro. Dalam skala mikro misalnya pengaruh pengiriman informasi melalui infrastruktur TI di dalam organisasi, dan dalam skala makro misalnya pengaruh pengiriman informasi melalui infrastruktur TI ke luar organisasi (dunia).

Gambar 5. TI sebagai Faktor Kompetitif
Lebih lengkap lihat: Raquel Flodström. 2006. A Framework for the Strategic Management of Information Technology. Department of Computer and Information Science Linköpings universitet, Linköping, Sweden

Ia yang tersembunyi dari pandangan

Ia Yang Tersembunyi Dari Pandangan

Dunia ini dipenuhi-Nya dengan segala rupa rasa yang begitu membawa perasaan kita, sementara ia menyembunyikan diri-Nya di balik itu semua. Padahal Ialah yang membolak-balikan itu semua, namun kebanyakan dari kita tertipu serta terlalaikan dari pada-Nya.

Ujian Yang Menentukan

Semua sentuhan dan hidangan-Nya adalah ujian yang menentukan kedudukanmu di sisi Allah. Allah akan menilai segala bentuk sambutanmu terhadap sentuhan-Nya dan menilai segala caramu dalam menikmati hidangan-Nya. Hasil penilaian-Nya, menentukan masa depan hidupmu di dunia dan di akhirat.

Beban Hijaban

Keterhijaban dirimu dari melihat-Nya adalah beban yang akan mempersulit masalah yang engkau hadapi. Sementara berlarinya engkau kepada-Nya dalam segala masalah dan keterbukaan mata hatimu kepada-Nya akan menghantarkan engkau kepada belaian kasih dan pertolongan-Nya.

Kunci Penyelesaian Masalah
Sesungguhnya di sisi Allohlah kunci penyelesaian bagi semua persoalan. Dan kunci-kunci itu telah Ia bentangkan secara lisan melalui para utusan-Nya dan secara tersirat melalui seluruh ciptaan-Nya. Kemudahan untuk mendapatkannya bisa engkau peroleh dari sisi-Nya, dengan mengingat-Nya dengan penuh harap mendapat pertolongan-Nya dan berfikir untuk melihat dan memikirkan jalan-jalan yang telah dibentangkan-Nya.

Apabila Tirai Itu Terbuka

Apabila kepentinganmu kepada-Nya telah memuncak dan engkau telah menyadari bahwa segala sesuatu itu adalah perbuatan-Nya, maka bersegeralah engkau membuka tirai yang menutupi padanganmu dari-Nya. Apabila tirai itu terbuka, maka seketika itu engkau akan melihat bahwa Ialah yang selalu menyentuhmu dan bukan selain-Nya. Segala macam rasa yang engkau dapatkan dari air kehidupan yang engkau teguk adalah dari-Nya. Ialah yang menghidangkannya, memberi, dan menariknya lagi.

Karunia Melihat Kepada-Nya

Marilah kita mencoba untuk membuka tirai itu agar tersaksikan Ia yang selama ini selalu menggoda dan menguji kita. Kalaupun saat ini belum diberi-Nya karunia untuk selalu membuka mata kepada-Nya, mudah-mudahan Ia memberi karunia melihat kepada-Nya walau hanya sebentar. Karena penglihatan itu akan dapat membangkitkan keimanan dan rasa keterbutuhan kepada-Nya.

Hidangan Tuhan

Apapun yang menghalangi dirimu untuk mendekati-Nya adalah merupakan hidangan-Nya yang harus dicicipi dengan baik. Apapun yang dirasakan, yang membuat dirimu mudah untuk mencapai kedekatan kepada-Nya, maka itu adalah hidangan yang harus disyukuri. Hidangan-Nya penuh dengan keajaiban dan kejutan, yang membuat kita terus berfikir tentang Tuhan, cinta, dan hidup kita.

Menselaraskan Diri Dengan-Nya

Terkadang engkau bertanya kepada dirimu sendiri, kenapa ada ketidakcocokan antara kehendakmu dengan kehendak-Nya. Maka dengarkanlah bahwa dirimu itu buta terhadap dirimu apalagi terhadap diri-Nya. Dan dirimu membutuhkan-Nya. Kau jauh dan Ia hendak mendekatkanmu kepada-Nya. Ia suka apabila cintamu tulus kepada-Nya, agar cinta-Nya tulus kepada dirimu. Maka Ia buat engkau berhadapan dengan kehendak-Nya yang tidak sama dengan kehendakmu. Padanya engkau diuji untuk mencocokan diri dengan-Nya, sehingga kau mendapatkan keselarasan dengan-Nya. Apabila keselarasan itu teraih, maka cinta-Nya akan melimpahi hatimu dan keunggulan derajat kemahlukan yang telah Ia karuniakan kepada dirimu akan tersaksikan.

Terhalangnya Hidangan Kebahagiaan Khusus-Nya

Takan ada kebahagiaan yang diberikan-Nya secara khusus kepada dirimu jika engkau belum mewarisi cinta-Nya, apabila seluruh hatimu kau isi dengan selain-Nya, dan apabila seluruh waktumu kau isi dengan perkara yang tersia-sia yang menjauhkan engkau dari-Nya.

Dzikir Membawa Karunia

Apabila dalam hatimu telah mengalir arus mengingat kepada-Nya dan engkau merasa tenang dengannya, maka engkau akan berhadapan dengan hidangan-hidangan-Nya yang indah. Dan itu akan sangat menenangkan dan membahagiakanmu. Karena engkau akan dilimpahi rahmat dan ampunan-Nya, dan engkau akan mendapatkan kenaikan derajat di sisi-Nya dengan segala karunia pengetahuan serta keimanan yang Ia karuniakan. Semua itu pasti akan terwujud pada hati yang bening, yang selalu dibersihkan dengan mengingat kepada-Nya, dan pada hati yang bercahaya, yang selalu diterangi dengan kehadiran-Nya, oleh sebab luapan ingatan kepada-Nya yang memenuhi hati.

Jauhnya Kelapangan dan Kemudahan
Takan ada kelapangan bagi mereka yang tertutup dari-Nya, bagi mereka yang selalu melihat kepada dirinya dan kepada selain-Nya, bagi mereka yang lupa bahwa Ialah yang memberi semua orang kekuatan untuk berdiri dan bergerak. Tak akan pernah datang kemudahan bagi mereka yang lupa kepada-Nya dan tidak berusaha lari menuju-Nya.

Bermesraan Dengan-Nya
Kenapa selalu kesedihan itu berakhir dengan keterjauhan dari-Nya dan bukan kemesraan dengan-Nya. Padahal Tuhan sangat senang dengan kemesraan kita saat kita dibebani-Nya berbagai masalah yang sangat berat. Padahal Tuhan sangat suka apabila air mata ini mengalir di hadapan-Nya. Padahal Tuhan suka apabila kita benar-benar seperti mayat yang terbujur dan mengharapkan penggerakan-Nya ke arah manapun yang dikehendaki-Nya saat kita lemah menghadapi ujian-Nya. Padahal Tuhan benar-benar cinta kepada mereka yang menerima takdir-Nya dan berusaha menjalani jalan-jalan terbaik yang ditunjukan-Nya.

Tuhan Adalah Teman Sejati
Tuhan akan teramat senang apabila kita menjadikan-Nya sebagai pendamping kita. Tuhan akan senang apabila kita selalu memandang-Nya dan memuja-Nya. Tuhan akan benar-benar memberikan kita jalan kemudahan dan memasukan isyarat-Nya ke dalam hati kita. Dan bagi mereka yang hidup bersama Alloh, maka tiada ketakutan pada diri mereka dan tidak pula mereka bersedih hati.

Menutupi Kepahitan Mewujudkan Kemanisan

Apabila hidangan-Nya begitu pahit, maka kenapa tidak engkau hadapkan wajahmu kepada-Nya dan kau berikan pada-Nya senyuman sebagai tanda kebahagiaan atas segala kebaikan yang dapat engkau peroleh dari hidangan itu, sekalipun engkau belum mendapatkannya. Tidak perlu engkau menunjukan rasa sakitmu, karena sesungguhnya Ia telah mengetahuinya. Tujukan saja rasa butuhmu akan pertolongan-Nya dengan berdoa dan berusaha, karena kepahitan itu Ia ciptakan agar engkau melihat pertolongan-Nya kepada dirimu.

Mendatangi Tuhan Yang Telah Dulu Mendatangi

Apabila engkau hanya sekedar menghadapkan wajah kepada-Nya dengan menyebut-Nya, pastiah engkau melihat Ia segera mendatangimu, sekalipun sesungguhnya Ia telah mendatangimu sebelum engkau mendatangi-Nya.

Mewujudkan Yang Ia Senangi

Apabila Ia melihat adanya guratan harap di wajahmu agar Ia melepaskan beban di dalam hatimu, maka Ia akan lebih senang dengan kepercayaanmu, penerimaanmu, dan kecintaanmu pada ketentuan-Nya dan kepada jalan-Nya. Jika kau wujudkan apa yang Ia senangi, maka Ia akan memberimu hidangan yang sangat nikmat.

Jangan Berburuk Sangka Kepada-Nya

Jangan berburuk sangka kepada-Nya di saat Ia membebani dirimu dengan beban yang menyakitkan. Karena sesungguhnya Ia hanya menggoda dan hanya ingin menguji rasa cinta dan kepercayaan kita kepada-Nya.

Kesabaran Yang Maha Terkasih

Telah lama sekali ia mendampingi dirimu dan memaklumi segala kelemahanmu. Sementara tiada seorangpun yang dapat engkau lihat kesabarannya sehebat-Nya. Tiada seorangpun yang bisa memberimu maaf di saat engkau selalu mengecewakan-Nya selain Ia. Bukankah itu semua menunjukan bahwa Ia benar-benar Yang Maha Terkasih, yang sangat suka apabila engkau memberikan kepercayaan hidupmu kepada-Nya, Yang Maha Kuasa dan Maha Sabar.

Penantian dan Cinta-Nya

Kau isi hatimu dengan dirimu sehingga dirimu menderita. Sementara Ia menantimu sampai kau melihat kepada-Nya dan memanggil diri-Nya. Begitu besar cinta-Nya kepadamu sejak engkau dicpta, dan begitu besar cemburu-Nya semenjak engkau berniat menjauhi-Nya.

Selalu Kembali Kepada-Nya

Apapun yang engkau hadapi dan seberapa rendahnya dirimu di sisi-Nya, tetap berarilah kepada-Nya. Karena hanya Ia yang bisa memberimu ampunan dan lindungan dari murka-Nya, yang bisa memberimu petunjuk dan kemudahan dalam semua urusanmu, serta yang dapat memberimu rahmat dan karunia ketenangan dalam cinta-Nya. Maka bertaubatlah kamu karena kamu sering melupakan-Nya dan tidak mengandalkan-Nya, dan karena kamu telah mempersulit serta menyiksa dirimu oleh keterihijaban dan pelarianm dari-Nya.

Ku Rindu Salma

Ku rindu Salma, hingga tak kurasa lagi angin malam yang menusuk karena indahnya bulan purnama (wajahmu).

Tak ada lisan dan pendengaranku, karena ia sirna dalam cahayanya. Hingga aku membeku, karena tarikan rinduku pada wujud Salma yang dirindu.

Di ruang ini, tak lagi ku temukan Salma yang dahulu pernah berkata, ‘Aku akan selalu bersamamu’. Limpahan cintanya kini hanyalah bayangan Salma yang muncul di ruang hati, yang hanya menimbulkan rasa sakit di hati, karena cinta dan rindu yang harus ku bunuh dan terbunuh.

Dalam minhaj jahiliyahmu aku sirna karena Alloh tiada. Kewujudanku dalam hikmah dan tidak pada selainnya. Dalam ketiadaan Alloh, maka apapun yang ada di antara kita dalam ketiadaan-Nya adalah tiada.

Sekalipun banyak bukti yang menjadi sandaran rasio untuk menegaskan bahwa kita pernah jatuh cinta, tetapi dalam ketiadaan-Nya bukti-bukti itu menjadi tidak nampak dan apa-apa yang bersandar padanya menjadi syubhat. Karenanya maka cinta kita syubhat dan demikian pula dengan segala amaliah cinta yang tidak berpijak di atas minhaj Islam. Cukuplah Alloh yang tahu apakah kita pernah jatuh cinta di saat kita tiada atau tidak?.

Ku tak perduli siapa Salma,
Cintakah aku padanya ataukah tidak?
Yang ku tahu Salma hanya teman seperjalanan,
Yang Alloh jadikan aku ujian baginya dan ia ujian bagiku.
Ada dan tiadanya Salma bukan tujuan-Nya atas diriku.
Maka dipersimpangan mana aku berpisah dengannya … Aku tak perduli.
Biarlah cinta padanya yang mengiringi kepergiannya
Tetapi aku kan berlalu menapaki jalan berikutnya.
Apabila setelah itu cahaya Salma menjadi terang
Dan cahayaku menjadi redup
Itu semua hanya perjalananYang kan segera berakhir dengan kematian
Dengan atau tanpa Salma …Aku tak perduli

Wahai Alloh, jadilah Engkau sebagai Salma kekasihku … agar aku tidak perlu mencintai selain-Mu. Agar aku leluasa melantunkan syair yang berisikan pujian dan cinta. Agar aku tidak salah mencintai dan memuji. Agar pujian dan cinta ku tidak mendatangkan petaka, tetapi membuat aku jatuh ke dalam jurang cinta-Mu yang dalam dan memusnahkan.

Musnahkan aku … jadikan aku sebagai Engkau, sehingga penderitaan tidak aku rasa kecuali sebagai perbuatan Mu ke atas diri Mu sendiri. Agar tidak perlu aku meneteskan air mata karena kehilangan dan disakiti oleh selain-Mu, karena aku selalu melihat hanya kepada Mu dan di dalam diri Mu.

Aku milik Mu ya Illahi … maka musnahkan aku, dalam keraguan atau keyakinanku kepada Mu.
Wahai Alloh … pada akhirnya semua kembali kepada Engkau sebagaimana yang telah Engkau firmankan. Dan tidak ada yang dapat memahami kecuali Engkau Yang Maha Pencipta. Sekarang tubuh si gila yang fakir ini akan dapat menikmati tidurnya di atas lantai berdebu, yang suci lagi mensucikan.