Sekolah Tinggi Teknologi Garut
Diselenggarakan mulai tahun 1991 dan bernaung di bawah Yayasan Al-Musaddadiyah.
Program Studi Teknik Informatika
Berdiri pada tanggal 30 Juni 1998.
Rinda Cahyana
Dosen PNS yang diperbantukan di Sekolah Tinggi Teknologi Garut sejak tahun 2005
Minggu, 26 Februari 2023
Saya Memilih Bekerja di Garut
Minggu, 19 Februari 2023
Peninggalan Nabi
Dikatakan oleh mereka bahwa peninggalan Nabi bagi umatnya itu hanya al-Qur'an dan as-Sunnah, bukan rambut beliau, terompah atau semisal lainnya. Begini ya, rambut beliau itu bukan sandaran hukum, tapi sandaran cinta dan kerinduan.
Dikatakan oleh mereka bahwa cinta dan kerinduan itu cukup dgn al-Quran dan as-Sunnah. Begini ya, kalau sosok Nabi itu ada di hadapan mata, maka yg dinikmati oleh pecinta itu bukan hanya sehelai rambutnya yg jatuh atau sepasang terompah nya yg dilepas.
Musibah apa yg menimpa seseorang yg tdk terhibur dgn kehadiran sosok tercinta walau sebatas sehelai rambutnya?
#PersepsiCahyana
Budaya Pasar Tumpah
Dikatakan bahwa car free day (faktanya: pasar tumpah) bisa menarik bagi wisatawan utk berbelanja. Dalam sudut pandang wisatawan luar kota, perjalanan itu harus menyenangkan, dan sumbatan jalan / kemacetan adalah gangguan yg tdk menyenangkan. Pasar tumpah diakui sebagai bagian dari budaya, seandainya itu dipelihara. Namun, kehidupan yg modern mengharuskan segala sesuatu diletakan secara adil, sesuai peruntukannya, jalan utk kendaraan, dan trotoar utk pejalan kaki. Bila tdk demikian, maka lambat laun dapat muncul kebiasaan pejalan kaki yg berjalan di bahu jalan, dan pemotor yg berkendara di atas trotoar. Kebiasaan tsb berlawanan dgn cara hidup modern yg teratur.
Bila budaya yg diakui di antaranya adalah berjualan di pinggir jalan, maka solusi budaya yg diharapkan dlm kehidupan modern bukan membiarkan pasar tumpah melebar ke bahu jalan, tetapi menyediakan ruang berjualan di samping jalur pejalan kaki. Memang pada akhirnya lebar trotoar terkesan seluas jalan dua baris, tetapi itu adalah solusi terbaik utk kenyamanan bersama, serta kesejahteraan yg menjamin kegiatan ekonomi dan keselamatan banyak orang. Terserah ruang tsb utk berjualan atau parkir motor, itu jauh lebih baik dari pada seluruh jalur pejalan kaki diambil alih oleh pedagang atau juru parkir liar.
Jumat, 10 Februari 2023
Menggali Pelajaran dari Feed Back Mahasiswa
Ada yg menarik dari feed back mahasiswa pada semester ini. Mungkin iya proses belajar mahasiswa ini tdk optimal krn kehadiran yg kurang, dan bahkan tdk lulus krn syarat jumlah kehadiran yg tdk terpenuhi. Tetapi ada kelebihan dia dari mahasiswa lainnya, yakni berjuang lebih keras agar dapat duduk di ruang kelas, semisal mencari uang utk biaya kuliah di saat mahasiswa lain duduk santai menikmati hiburan atau tertidur pulas di malam hari.
Terkadang besarnya usaha utk tetap belajar membuat usaha menjalani proses belajarnya tdk optimal. Tetapi upaya menyeimbangkannya harus terus dilakukan, walau hasilnya tdk akan sama dgn mereka yg tdk perlu berusaha keras utk tetap dapat belajar. Membangun dan menjaga semangat seperti itu sangatlah penting, sehingga guru saya, Dr Husni Sastramiharja mengamanatkan utk menularkan semangat tsb.
.....
Mahasiswa lainnya nampak berusaha menjaga adab terhadap guru dgn meminta maaf atas kekurangannya. Hal ini seperti yg saya ajarkan kpd nya, bahwa tdk ada proses yg sempurna bagi manusia. Bukan hanya dlm kegagalan, bahkan dalam kesuksesan sekalipun pasti ada kekurangan dlm adab kpd guru atau perbuatan dosa yg tdk terasa kpd sesama, sehingga di penghujung proses kita harus memohon maaf kpd manusia dan memohon ampun kpd Allah. Bahkan idealnya kita menghadirkan kesadaran itu saat mengucapkan istighfar tiga kali selepas salat wajib. Kalau tdk bisa meminta maaf, setidaknya bisa mengucapkan terima kasih, wujud kesyukuran yg pahalanya semoga menjadi kafarat bagi khilaf dan dosa.
.....
Guru bukan hanya membentuk otak yg baik saja, tetapi juga hati dan ruh mahasiswanya. Membangun hati dan ruh dapat melalui beragam cara, mulai dari lisan hingga perbuatan. Oleh karenanya guru jangan sungkan utk berbagi nasihat diri, dan berbagi kisah perbuatan baiknya. Siapa tahu nasihat dan kisah itu dapat "menghidupkan" peserta didiknya.
#PersepsiCahyana
Rabu, 08 Februari 2023
Pria di Neraka
Malam ini mimpi dua orang pria masuk neraka dgn santainya. Nampak di neraka itu sebagian orang berada di dalam air panas, dan sebagian lagi berada di luarnya. Salah satunya kemudian disuruh orang-orang yg berada di luar air utk merasakan air panasnya. Begitu kakinya diguyur air, seketika melepuh sampai terlihat tulang kakinya. Lelaki itu tdk mengeluh, seakan menyadari kenapa ia harus mengalami hal tsb. Anehnya, dari kaki tsb keluar seekor ular yg memakan dirinya, mulai dari bagian kepala. Tubuhnya nampak mencair seperti lilin saat masuk ke dalam mulut ular.
Itu semua hanyalah mimpi, mungkin hanya sekedar intepretasi pikiran bawah sadar tentang neraka menggunakan material ingatan di masa lalu atau imajinasi. Namun mimpi tsb mengingatkan diri agar tdk bersikap santai saat melakukan perbuatan yg menimbulkan konsekuensi siksa di akhirat. Seikhlas apapun kita menerima siksanya, tetap siksa itu menguras emosi. Bagi manusia yg seharusnya menikmati surga, perhentian sejenak di neraka utk menerima konsekuensi dosa merupakan pembuangan waktu yg merugikan. Oleh karenanya, semoga kita dihindarkan dari siksa apapun di akhirat sana.
#BiografiCahyana
Sabtu, 21 Januari 2023
Nasihat Pertemuan Terakhir
Hari ini, Sabtu 21 Januari 2023 adalah pertemuan terakhir perkuliahan. Saya mengulas kembali proses pembelajaran yg telah dilalui oleh mahasiswa agar mereka dapat mengambil nilai pentingnya. Ulasan pertama adalah soal membaca yg merupakan pintu masuk pengetahuan. Saya mendorong mereka utk membaca sumber pustaka. Mereka diarahkan utk membaca materi yg diminati saja agar sedikit termotivasi utk mengikuti prosesnya.
Pengetahuan diikat oleh tulisan. Itulah sebab kenapa saya meminta mereka untuk menuliskan apa yg sudah mereka baca. Proses membaca bisa dilakukan sendiri. Namun menguji dan memperkaya pemahaman terhadap tulisan harus melibatkan orang lain, agar tdk merasa benar sendiri dan dapat saling mengisi kesenjangan pengetahuan atau pemahaman. Awalnya saya membiarkan mereka mencari sendiri orang yg bisa diajak diskusi. Tentunya ada sebagian dari mereka yg tdk bergerak sama sekali. Pada akhirnya saya dorong mahasiswa untuk membentuk kelompok, sehingga semua orang terkondisikan utk berdiskusi.
Tentunya saya berharap mereka melakukan itu tdk hanya sebatas di kelas, tetapi juga di luar kampus. Saya pernah menceritakan pengalaman saat kuliah sarjana, di mana selepas kuliah teman-teman berkumpul di kamar. Kami mendiskusikan apa yg dibahas oleh dosen, dan setiap dari kami mencoba menjelaskannya. Teman-teman merasa puas dgn penjelasan saya berkat sumber pustaka yg pernah dibaca.
Teman adalah sosok penting yg mengokohkan usaha. Teman itu minimalnya adalah diri sendiri yg dapat diajak bicara dan memberi nasihat. Saya menceritakan kesalahan di masa lalu yg dapat menjadi pelajaran bagi mereka. Ada banyak usaha baik yg mudah dilakukan oleh sebab nasihat diri. Dulu saya berpikir utk tdk bergantung pada eksistensi nasihat diri, sehingga saya meminta diri utk tdk lagi memberi nasihat. Ternyata setelah nasihat itu berhenti, kinerja usahanya menurun.
Setiap mahasiswa harus dapat menjelaskan kalimat yg dikutip dari sumber pustaka dalam diskusi dgn anggota kelompok dan saat menyajikan hasilnya di depan kelas. Hal demikian dimaksudkan agar mereka tdk menjadi individu yg hanya mampu membuat etalase kalimat. Mereka harus menjadi insan yg mampu menjelaskan apa yg diketahui bukan berdasarkan kabar yg tdk pasti, tetapi berdasarkan sumber pustaka yg telah dibaca.
Lebih jauh, penjelasan itu harus disebar luaskan, sebagai bagian terpenting dari kondisi produktif. Oleh karenanya saya mengarahkan mereka utk menyebarluaskannya melalui media sosial secara cuma-cuma. Ini adalah langkah awal yg merupakan pintu pembuka kondisi produktif lainnya, yakni beroleh manfaat material. Siapa tahu dari awalnya menulis karena tugas, kemudian berubah menjadi menulis yg menghasilkan karya tulis dlm bentuk komoditas tertentu.
Terakhir saya menyampaikan permintaan maaf apabila proses pembelajarannya memiliki banyak kekurangan. Saya mengingatkan agar menjadi manusia yg selalu beristighfar setelah prosesnya berakhir. Beristighfar sekalipun mendapat hasil yg baik. Sebagaimana Nabi disuruh oleh Allah utk beristighfar pada saat penduduk Mekah berbondong-bondong memenuhi syiarnya. Sebagaimana kita selalu beristighfar selepas salat agar Allah memaafkan kekhilafan yg terjadi di waktu antara satu salat dgn salat lainnya. Kita memuji Nya yg telah memberi hasil apapun yg bermanfaat. Kita juga bertasbih utk mensucikan hak-hak Nya agar tdk kita sentuh, sehingga kita tdk ujub dan takabur.
#BiografiCahyana
Jumat, 20 Januari 2023
Mengingat Kembali CSNU
Siang ini bertemu dgn dosen penguji tesis saya di kampus. Wajah beliau sama dgn dosen saya yg lain, sehingga sempat salah menyebut nama. Walau demikian beliau menyempatkan waktu utk mendengarkan. Setelah memperkenalkan diri dgn menyebut nama, beliau jadi teringat, lalu menjabat tangan saya, dan menyebut nama Garut.
Pertemuan ini mengingatkan kembali kpd Computer Society of Nahdlatul Ulama (CSNU). Beliau sempat menyebut grup di mana kami pernah berinteraksi di dalamnya, yakni WAG CSNU. Saat itu saya menyatakan kesiapan utk membantu beliau apabila Garut menjadi tempat pertemuan CSNU.
Saya bergabung dlm grup tsb sejak nama komunitasnya masih dirumuskan setelah dibawa masuk oleh Prof Agus Zainal Arifin dari ITS. Kebetulan beliau mengetahui Prof Anwar Musaddad krn pernah ke Garut saat kegiatan lomba. Kesempatan tsb saya gunakan utk membangun jejaring Sekolah Tinggi Teknologi Garut dgn perguruan tinggi NU utk memperkuat program ICT4Pesantren. Seiring pergantian posisi jabatan, saya undur dari WAG yg berisi perwakilan kampus di bawah NU tsb. Semoga saya lebih banyak diingat oleh beliau dan selainnya dalam kebaikan, amin.
#BiografiCahyana